Syukur di Awal Fajar
Kuhirup nikmatnya udara pagi buta
sambil tak henti bergumam,
kusebut nama-Mu lirih.|
Atas nafas ini yang masih kumiliki,
atas desiran angin yang masih kunikmati.
Fajar menyingsing
nun jauh di timur sana.
Dengan sejuta pesona sang surya merangkak gagah,
mengintip mesra di balik hamparan padi sambil menatapku tajam penuh percaya diri.
Pelan dan pasti suryapun meninggi.
Pagi ini,
ada aku, mentari, pohon, angin dan padi.
Titik-titik embun di dedaunan tak lagi berdaya.
Untuk sekedar bertatap muka dengan sang surya.
Seolah tahu diri embunpun permisi.
Ada aku, mentari, pohon, angin dan padi.
Hanya kepada-Mu kami bertasbih.

Seorang ibu rumah tangga dengan 3 anak, masih aktif di ‘Aisyiyah Donorojo Jepara.
