Siasat Pendidikan Agama Islam
Bagi kebanyakan orang, pendidikan adalah salah satu hal yang sangat penting. Dari sekian banyak pendidikan; pendidikan agama Islam menjadi salah satunya.
Zaman sekarang, banyak kita temui bermacam-macam pendidikan agama Islam. Dari mulai Pendidikan agama Islam untuk PAUD, hingga perguruan tinggi.
Pendidikan agama Islam yang kita ketahui saat ini, sudah ada sejak zaman para sahabat yang hidup bersama nabi Muhammad. Pada zamannya, pendidikan agama Islam telah mencapai masa keemasannya, yang di mana, pendidikan pada zaman para sahabat bersama nabi Muhammad ﷺ, menerapkan metode melihat, mendengar, memahami, dan langsung di praktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga agama Islam yang mereka pelajari, bisa langsung melekat dalam benak serta ideologi mereka dalam waktu yang lama.
Metode-Metode Pendidikan
Ada beberapa metode penting yang di ajarkan oleh Rasulullah dahulu, dan sangat layak untuk diterapkan dalam dunia pendidikan.
Metode yang pertama yaitu sebuah kesabaran.
Dalam ranah penyampaian materi tentang keilmuan, Rasulullah selalu sabar dan memiliki daya juang tinggi untuk memberikan yang terbaik bagi murid-muridnya.
Sebab, jika tidak ada kemauan untuk bersabar dalam metode pengajaran, peluang murid untuk memahami materi semakin kecil dan terkesan terburu-buru dalam proses belajarnya.
Lalu, yang kedua ialah kerendahan hati.
Dengan adanya sikap ini mampu membangun rasa simpati antara pendidik dan pelajar. Karena, kerendahan hati mampu membuka keluasan seorang pelajar lebih komunikatif dengan materi-materi yang di suguhkan dari para pendidik.
Jadi, membuat proses pembelajaran lebih luas, dan mudah untuk memahami. Sebab, ini juga yang menjadikan jalinan komunikasi antara pengajar dan pelajar semakin erat.
Kemudian, yang terakhir adalah tidak monoton.
Tak jarang kita temui rasa bosan yang cukup tinggi dalam diri seorang pelajar sewaktu belajar. Nah, hal demikian, sebenarnya bukan karena materi pelajaran, melainkan dari sisi cara penyampaian pendidik terhadap muridnya yang seringkali membuat jenuh dan bosan.
Maka dari itu, tidak monoton adalah bekal yang penting untuk para pendidik ketika memulai proses pembelajaran dan mengajarkan materi. Jika mengabaikan metode satu ini, akan menjadikan pelajar cepat bosan, dan enggan mempelajari ilmu lebih dalam lagi.
Melihat Metode Pendidikan Agama Islam
Dalam rekam jejak pendidikan agama Islam yang kita ketahui, ada banyak ragam metode yang digunakan. Namun, tidak sedikit metode baru yang berujung pada kegagalan. Salah pemahaman adalah faktor kegagalan dari sekian banyak dalam penggunaan metode.
Lalu mengapa harus ada metode baru? Sedangkan ada metode yang jauh lebih mudah kita terakan dalam kehidupan sehari-hari untuk proses pembelajaran. Dan metode tersebut telah digunakan para sahabat bersama nabi Muhammad.
Dengan mempelajari sejarah para sahabat, maka masa depan pendidikan agama Islam akan kembali kepada masa keemasannya.
Tak dipungkiri bahwa saat ini, sistem pendidikan agama Islam banyak tercampur dengan paham-paham yang tidak bisa dipertanggung jawabkan, serta kepentingan-kepentingan segelintir orang, yang menjadikan pendidikan agama Islam menjadi kedok mereka untuk melancarkan tujuan mereka.
Kemudian, tak jarang pula kita menemui pendidik yang acuh dalam metode pengajarannya, mengabaikan kemampuan para pelajar. Sehingga sering terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.
Dalam hal ini, peran kepekaan pendidik terhadap para pelajarnya sangat di butuhkan. Jika tidak adanya kemauan untuk memahami satu sama lain; maka tidak akan terlaksana dengan baik mengenai pemahaman materi yang disampaikan.
Pendidikan Agama Islam Bukan Hanya Metodologi
Masa depan pendidikan agama Islam tidak hanya mengenai metodologi yang diterapkan. Namun juga dikarenakan manusia yang sadar berusaha menerapkan nilai-nilai keislaman pada dirinya sendiri; sebelum mengajak orang lain mengikuti langkahnya.
Alangkah baiknya jika kita sendiri mampu menjadi contoh yang baik untuk orang lain, menunjukkan kebaikan-kebaikan kita sebagai umat muslim yang berkahlak baik.
Menjadi manusia berambisi boleh saja. Namun, harus tetap mengikuti aturan dalam agama Islam, Mempelajari sedikit demi sedikit, kemudian langsung diamalkan dengan penuh penghayatan dalam setiap pengamalannya.
Cara sederhana itu terlihat mudah untuk dijalani. Namun, menjadikan tindakan itu agar berubah menjadi kebiasaan kitalah yang sulit. Merubah kebiasaan buruk agar menjadi manusia lebih baik lagi untuk satu sama lain adalah tugas yang tidak ada hentinya untuk di laksanakan semua manusia.
Pentingnya Peranan Orang Tua
Masa depan pendidikan agama Islam tak bisa lepas dari peran orang tua. Peran orang tua sangat penting untuk mengawasi serta mengarahkan anak sejak usia dini. Agar tercapai tujuan pendidikan agama Islam yang tidak hanya bersumber dari sekolah saja; namun, bisa langsung dipraktekkan dalam lingkup rumah serta keluarga inti, agar hasilnya lebih maksimal dan melekat dalam benak anak sejak dini hingga beranjak dewasa.
Hubungan orang tua dan anak sangat mempengaruhi tumbuh dan berkembangnya cara berpikir seorang anak di masa yang akan dating. Oleh sebab itu, menjadi orang tua yang aktif dan memahami kekurangan serta kelebihan anak harus di terapkan, agar tidak terjadi hal-hal yang melampaui batas ketika anak beranjak dewasa.
Lalu, setelah peranan orang tua, masa depan pendidikan agama Islam juga berada dalam diri kita sendiri. Bisakah kita menjadi generasi penerus bangsa yang bertanggung jawab dengan ilmu-ilmu yang kita peroleh selama ini?
Menjadi contoh dalam hal kebaikan, dan pembawa kebenaran di manapun kita berada. Bermanfaat untuk satu sama lain dalam segala hal. Dengan adanya pengawasan sejak dini dan kesadaran diri sendiri, masa depan pendidikan agama Islam akan lebih berwarna serta lebih terarah
Sebab, Rasulullah adalah contoh paling baik dalam segala hal mengenai tindakan-tindakan manusia di dunia, terutama dalam dunia pendidikan. Rasulullah sangat piawai memberikan contoh baik kepada sesama manusia, dan membawa mereka dalam jalan kebenaran.
Mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Malang, Fakultas Agama Islam, Jurusan Agama Islam.
