f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
bertaqwa

Resolusi 2021, Senantiasa Menjadi Hamba yang Bertaqwa

Sebuah perjalanan panjang bagi setiap insan ketika melewati waktu, detik, menit, hari, bulan bahkan tahun dilalui dalam hidupnya. Waktu yang tak bisa berhenti dan tak bisa diulang ; menjadikan waktu adalah hal yang bernilai tinggi di setiap kehidupan manusia. Imam Syafi’I Rahimullah berkata “Waktu ibarat pedang, jika engkau tidak menebasnya maka ialah yang menebasmu.

Tahun 2020 ini, kita melewatinya dengan suasana yang berbeda. Kita saat ini berhadapan dengan pandemi Covid-19, yaitu sebuah virus yang menyerang daya tahan tubuh dan mematikan jutaan umat manusia di berbagai negara termasuk Indonesia. Suatu keadaan ini mengubah pola kehidupan kita menjadi lebih menjaga daya tahan tubuh dan kesehatan.

Meskipun demikian, kita sebagai insan yang senantiasa untuk bertaqwa kepada Allah SWT patut mensyukuri apa yang terjadi dalam hidup kita. Ambil hikmah dan bermuhasabah dalam sebuah perjalanan yang sudah dilalui.

***

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr: 18)

Perintah bertakwa kepada Allah dalam QS. Al-Hasyr 18 sebanyak 2 kali sebagai bentuk petunjuk dan penekanan kepada insan beriman agar selalu berhati-hati dalam setiap tindakannya. Karena  ada kemungkinan bermaksiat yang bisa terjadi di kemudian hari setelah kita bertaubat, setan tidak akan pernah berhenti menggoda manusia dalam kehidupannya.

Dalam  menjalani kehidupan di tahun 2021 esok, setiap insan beriman semestinya senantiasa memaknai kandungan dalam QS Al- Hasyr 18, yaitu senantiasa bertaqwa kepada Allah SWT, mawas diri (muhasabah) dan  mempunyai sebuah resolusi kedepan dalam menjalani hidup karena Allah Maha Mengetahui yang kamu kerjakan.

Baca Juga  Anak-Anak di Masjid, Sebenarnya Siapa yang Berisik?

Bertaqwa kepada Allah merupakan sebuah ikhtiar manusia dalam  melaksanakan perintah Allah serta menjuhi larangan-Nya. Hakikat taqwa sebagaimana Thalq bin Habib rahimahullah  katakan adalah “melaksanakan ketaatan kepada Allah, dengan cahaya (petunjuk) Allah demi mengharap balasan dari Allah, serta meninggalkan maksiat kepada Allah, dengan cahaya Allah, karena takut akan siksaan Allah”.

***

Allah Ta’ala berfirman,

“Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang meniptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertaqwa.” (QS Al Baqarah:  21).

Secara khusus Allah SWT  berfirman dalam Al-Quran memerintahkan agar manusia melaksanakan ibadah dan  salah satu bentuk ibadah yang menjadi harapan akhir bagi yang menjalankannya adalah mendapat gelar seorang yang bertaqwa.

Berikut amalan- amalan yang dapat dilakukan setiap insan secara istiqomah agar bertaqwa kepada Allah SWT, yaitu :

Menjaga Shalat Lima Waktu

Allah memerintahkan hal ini pada kita, “Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa (shalat Ashar atau Shubuh)” (QS. Al Baqarah [2] : 238) Dan Allah melarang meninggalkannya karena shalat adalah amalan yang pertama kali akan dihisab (diperhitungkan) di hari kiamat kelak di mana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, ”Amalan pertama yang akan dihisab dari seorang hamba adalah shalat. Yang perkara pertama kali yang akan diputuskan adalah urusan darah.” (HR. An Nasa’i dan Ath Thobroni, dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani dalam Silsilah Ash Shohihah no. 1748).

Oleh karena itu, janganlah menganggap remeh shalat dan janganlah meninggalkannya karena Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam juga bersabda,  “Sesungguhnya di antara pembeda antara seorang muslim dengan kesyirikan dan kekafiran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim)

Gemar Berinfak

Allah SWT berfirman, “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. Yaitu orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya, dan memaafkan kesalahan orang lain. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Ali-Imran [3]: 134).

Baca Juga  Pemuda Pewaris Tampuk Pimpinan Umat

Gemar  berinfak dengan  niat karena Allah dan sebagai wujud habluminnas, memberi manfaat sesama manusia.Orang-orang yang banyak berinfak dalam keadaan susah maupun mudah, lapang atau sempit, senang maupun sulit, sehat ataupun sakit dan dalam segala kondisi. Jika dalam keadaan  mudah dan kelebihan mereka berinfak, begitu juga dalam keadaan sempit (susah), mereka tetap berinfak walaupun sedikit.

Menahan Marah

Orang yang bertakwa ini adalah orang yang menahan amarah. Apabila ada yang menyakiti atau mengusik pribadi kita otomatis  normalnya manusia, dalam  hatinya akan marah. Inilah kebiasaan orang ketika disakiti. Tapi orang yang bertakwa akan menahan hatinya dari amarah, berusaha untuk sabar walaupun telah disakiti.

 Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,  “Orang yang kuat bukanlah orang yang pandai bergelut. Namun, orang yang kuat adalah yang pandai menahan dirinya ketika marah.” (HR. Bukhari dan Muslim) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,  “Kemarahan itu akan mengumpulkan seluruh kejelekan.” (HR. Ahmad. Dishohihkan Syaikh Al Albani dalam Shohih Targhib wa Tarhib).

Memaafkan Orang

Memaafkan orang lain ini lebih utama dari menahan amarah karena memaafkan orang lain berarti tidak balas dendam terhadap orang yang telah menyakiti dan bermurah hati kepadanya. Inilah orang-orang yang menghiasi diri dengan akhlak yang mulia dan menjauhi akhlak yang tercela karena memaafkan hamba Allah sebagai rahmat (kasih sayang) kepada mereka, berbuat baik kepada mereka, dan tidak senang menyakiti mereka.

 Semoga Allah mengampuni orang-orang seperti ini. Dan ingatlah balasannya adalah di sisi Allah yang Maha Mulia dan balasannya bukanlah di sisi hamba yang fakir yang tidak dapat memberikan apa-apa. Ingatlah firman Allah Ta’ala, ”Barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya adalah di sisi Allah.” (QS. Asyura: 40)

Baca Juga  Salma Salsabil; Tidak Ada Kata Menyerah untuk Prestasi

”Tiga hal yang Allah bersumpah dengannya : [1] Harta tidaklah berkurang dengan shodaqoh, [2] Tidaklah Allah menambahkan kepada orang yang memberi maaf kecuali kemuliaan, [3] Barangsiapa yang tawadhu (rendah diri) karena Allah maka Allah akan meninggikan (derajatnya).” (HR. Tirmidzi, Lihat Tafsir Ibnu Katsir)

Menjalani hidup di 2021 esok bukan tanpa perencanaan akan tetapi sebagai insan yang mulia memiliki sebuah resolusi untuk senantiasa bertaqwa kepada Allah dan  menjalani hidup dengan  kebermanfaatan  jangka panjang serta bermuara kepada Allah SWT.

Bagikan
Post a Comment