f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.

Financial Planning : Hikmah Itaewon Class

Oleh : Dede Dwi Kurniasih

Itaewon class, salah satu drama korea yang saya nikmati tahun ini ternyata membawa dampak cukup positif. Adalah Park Sae Royi diperankan oleh Park Seo Joon yang manisnya melebihi gula pasir serta anti diabetes. Diceritakan Park Sae Royi menjalan hidup yang penuh liku seperti tanjakan gunung kidul, namun ia mendapat akhir yang cukup melegakan meskipun sepanjang 16 episode saya kadang ikut berdebar dengan keputusan yang dibuat Sae Royi terhadap hidupnya. Di tengah liku-liku hidup itu, Sae royi mampu bangkit menjadi mantan narapidana hingga akhirnya menjadi CEO perusahaan makanan yang terkemuka di Korea.

Cerita kebangkitan Sae Royi selain memberikan rangkaian cerita yang menarik juga menggugah saya untuk mulai melakukan financial planning sejak dini. Tentu tidak selalu ambisius seperti Sae Royi yang ingin merebut Jangga, setidaknya ada 4 hal mengenai financial planning berdasarkan drama korea ini.

Memiliki tujuan jangka panjang, visi Park Sae Royi setelah keluar dari penjara begitu terang dijelaskan dalam cerita. Ia mendatangi Itaewon dan berkata akan mendirikan sebuah kedai dikawasan ini. saat itu lontaran Sae Royi terasa mustahil mengingat ia merupakan mantan narapidana, tak memiliki ijazah yang sekolah menengah, bahkan tak memiliki modal untuk mendirikan usaha. Jangka waktu 1-2 tahun Sae Royi bekerja menjadi buruh hingga memiliki cukup uang untuk mendirikan kedai di Itaewon, dalam sebuah scene bahkan digambarkan Sae Royi bekerja keras untuk menjalankan bisnis yang sukses dalam jangka waktu 10-15 tahun.

Belajar dari yang terbaik di bidangnya, selama menjalani masa hukuman dan menjadi buruh Sae Royi selalu setia menenteng buku yang ditulis oleh musuhnya, pemilik perusahaan Jangga. Sae roYi menyadari betul bahwa jika ia ingin sukses maka ia harus belajar dari orang yang telah sukses di bidangnya selama puluhan tahun sekalipun itu adalah musuhnya sendiri. Ilmu dari buku yang ia baca bahkan diamalkan dengan baik saat ia mendirikan usahanya di kawasan Itaewon.

Baca Juga  Melawan Fatalisme: Mengubah Nasib dan Mengambil Kendali Atas Hidup

Hidup sederhana dan tidak membuang uang, selama sekian episode kita bisa menyaksikan Sae Royi memakai baju yang itu-itu saja. Ia bisa saja merubah mode pakaiannya mengingat ia adalah pemilik kedai. Tapi hal itu tidak terjadi. Bukannya tidak punya uang, Sae Royi memiliki uang asuransi peninggalan ayahnya yang tidak sedikit. Tapi ia tidak gelap mata traveling ke sana kemari demi feeds instagram, malah ia terus menumpuk tabungan dengan menjadi buruh bangunan sampai punya simpanan untuk menjalankan roda usahanya saat tidak satupun orang membeli di kedai. Saat berjibaku dengan strateginya mencari konsumen bahkan Sae Royi menambah pendapatan dengan investasi saham di Jangga. Dari perilaku inilah pundi pundi keuangan Sae Royi terus bertambah.

Berinvestasi pada sumber daya manusia, pada sebuah episode Yun Yi (koki kedai dan bam) tertunduk lesu dan siap dikeluarkan dari posisinya sebagai juru masak. Berbagai komplain datang bertubi-tubi dan mengakibatkan pendapatan kian menurun. Apalah arti kedai makanan tanpa makanan yang layak dinikmati? Maka rapat pengelola kedai digelar, saat semua orang yakin untuk mengganti Yun Yi dengan koki baru yang lebih professional. Sae Royi malah melakukan yang sebaliknya : Ia menggaji Yun Yi dua kali lipat agar ia bekerja keras dua kali lipat. Peristiwa ini menjadi langkah besar bagi kedai Dan Bam untuk merombak menu dan ciri khas rasanya. Apakah strategi ini berhasil? Di akhir cerita, kita bisa melihat Yun Yi menjadi koki terbaik di Korea. Masih ragu berinvestasi pada SDM?

Itaewon clas memantik banyak simpul kesadaran saya dalam mengelola keuangan. Sering sebelum menonton drama ini, saya merasa menabung merupakan hal yang mewah. Atas nama pemenuhan gizi seimbang saya memiliki pembenaran untuk makan lebih dari yang saya butuhkan. Saat melihat Park Sae Royi setengah mati menahan diri tidak memacari Soo Ah sebab belum sukses misalnya, adalah cambuk terbaik bagi para kawula muda mengolah kebutuhan afeksinya.

Baca Juga  Pahami Literasi Keuangan, Agar Terhindar dari Quarter Life Crisis

Itaewon class merupakan drama yang cukup ideal bagi orang yang  beranjak dewasa. Sae Royi menempatkan dirinya sebagai leader bagi orang orang di sekelilingnya. Prinsipnya terlampau jelas sejak awal dan membuat saya tidak terlalu berdecak kagum saat ia menjadi CEO perusahaan di akhir cerita. Ya memang sudah sewajarnya, dari etos kerja dan caranya memperlakukan uang jika akhirnya ia bisa sukses sesuai yang ia inginkan. [M]

*) Dede Dwi Kurniasih, aktivis perempuan muda dan penikmat drama Korea.

Bagikan
Post a Comment