f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
puisi

Resensi Manifestasi Nyata dari Rasa: Tentang Dunia Rasa Kita

Manifestasi Nyata dari Rasa adalah kumpulan puisi kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Universitas Muhammadiyah Jakarta. Kumpulan puisi ini sengaja ditulis oleh 32 kader IMM Komisariat FIP UMJ untuk selalu mengenang bahwa kami pernah berjuang bersama di IMM, dan selalu mengingatkan bahwa kami dapat bertemu dan berkenalan satu sama lain karena IMM pula.

Kenapa Menulis Manifestasi Nyata dari Rasa?

Puisi merupakan  satu mata kehidupan yang dapat dilihat dari berbagai sisi. Kita dapat menggambarkan apapun dengan puisi, bahkan pada hal-hal yang sulit dimengerti. Sebuah rasa yang kami nyatakan dari prasa-prasa ini, terlihat indah pada lantunan yang tidak disangka-sangka.

Tentangnya, tentang seseorang, tentang harapan, tentang perjuangan dan segala apapun yang ada di kepala. Kesedihan, kebahagiaan, kemaharan, kekecewaan, ketegangan, kekaguman dan untuk kesekian rasa. Kami kenang pada puisi-puisi ini.

Dengan puisi kita belajar menjadi manusia, dengan puisi pula kita menemukan kembali kesegaran jiwa remaja kita.

Dunia rasa memang bisa diaktualisasikan pada beberapa karya dan tindakan. Melalui karya kita dapat mengingat untuk kesekian ribu kalinya kejadian tersebut. Tidak ada tembok-tembok pembatas untuk mengungkapkan dunia rasa, sebab tidak ada akhir dari setiap pemikiran yang terus memberikan rasa-rasa setiap detiknya.

Mengutip pada kata-kata Soe Hok Gie dalam buku Zaman Peralihan “Mimpi saya yang terbesar, yang ingin saya laksanakan adalah agar mahasiswa Indonesia berkembang menjadi manusia-manusia biasa. Menjadi pemuda-pemuda dan pemudi-pemudi yang bertingkah laku sebagai seorang manusia yang normal, seorang manusia yang tidak mengingkari eksistensi hidupnya sebagai seorang mahasiswa, sebagai seorang pemudi dan sebagai manusia”.

Saya mengartikan bahwa kita sebagai mahasiswa tak perlu terlalu kaku dalam bertingkah, seolah-olah menjaga nama baik dan segala eksistensi belaka. Hiduplah layaknya manusia biasa, yang ber-mahasiswa dengan bebas tanpa harus meminta dihormati karena sebuah perjuangan.

Baca Juga  Catatan Awal Tahun : Membumikan Risalah Immawati Berkemajuan

Kadang memang kita harus menikmati masa-masa ini dengan nongkrong sambil ngopi, bercanda bicara hal-hal yang tidak penting, mengagumi kegantengan seseorang atau hanya sekedar prihal gosip selebritis yang dibicarakan.

Memaknai Identitas dalam Perjalanan

Terlepas dari itu semua identitas seorang mahasiswa harus tetaplah dijalankan, dengan datang ke kelas-kelas secara serius. Berdiskusi secara sungguh-sungguh dengan para aktivis tentang suatu permasalahan. Dan pada saat-saat yang terentu, mahasiswa harus lantang turun kejalan menolak segala praturan yang dirasa kurang pantas. Mengkritik tingkah para pemimpin negeri yang belok dan jauh dari harapan masyarakat.  

Namun demikian, menjadi manusia biasa-biasa saja tidak hanya diharuskan kepada mahasiswa saja, tetapi pada seluruh manusia. Boleh lah sepertinya jika mahasiswa sedang demo maka para polisi itu tidak menghalagi untuk kita masuk ke gedung DPR (contohnya). Jika memang para polisi itu berpikir sebagai manusia biasa yang berkemanusiaan, maka masalah yang dilakukan oleh para pemimpin negeri yang tidak berpri kemanusiaan seharusnya seluruh elemen harus segera turun kejalan atas nama “kemanusiaan” terlepas dari jabatan apapun yang melekat. (seharusnya)

Tentang Buku Kami

Memilih sebuah karya puisi yang dikumpulkan dari beberapa bulan terasa nikmat dan tertantang dengan beberapa judul yang memang itu cerita asli dari kehidupan penulis. Tantangan itu ada ketika beberapa orang sama sekali belum pernah membuat sebuah karya puisi dan mencoba untuk menulis dengan tekad #tulisajadulu. Karena pengalaman yang paling dikenang adalah sebuah karya, dengan cerita-cerita yang akan diceritakan kepada sebuah tempat sangatlah ditunggu-tunggu oleh setiap insan.

“Setiap orang mempunyai wilayah bakatnya sendiri, tempat di mana dia bisa menjadi hebat. Kegagalan dalam satu bidang bukan alasan untuk kehilangan harapan. Selalu ada bidang lain yang menunggu, tempat bunga takdir seseorang bisa mekar bersemi dan berkembang pesat”

Baca Juga  Masa Depan Kepakaran

Sangat melekat dalam ingatan saya dengan kata-kata di atas yang saya kutip dari sebuah buku, jika karya puisi tidak membuat kalian (para penulis) berkembang pesat, carilah bidang-bidang yang membuat kalian nyaman dan bersemi. Setelah ini, kenalilah diri kalian sendiri. Karena setiap orang bertanggung jawab untuk pertama-tama mengenali dirinya sendiri,  menyadari di mana letak bakatnya lalu berusaha sebaik mungkin mengarahkannya untuk tujuan yang positif.

Dengan melakukan hal itu kita akan bermanfaat. Tidak saja bagi diri sendiri tetapi lebih luas lagi bagi tujuan besar yang kita tetapkan. Teruslah menebar mimpi-mimpi besar dalam bidang kalian, dengan semangat yang terus membara tuunjukanlah diri kalian pada dunia, biarkan sejarah yang berbicara. Kita akan tetap menjadi cerita atas adanya buku ini, sampai kapanpun bukti sejarah ini tidak akan hilang. Begitupun nama-nama kalian yang akan tetap abadi dalam buku “Manifestasi Nyata dari Rasa”.

Bagikan
Post a Comment