Menjadi Teman Anak Berinternet
Tulisan ini bersumber pada buku modul pelatihan “Teman Anak; Internet Aman Untuk Anak” yang diterbitkan oleh Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Anak Republik Indonesia. Modul yang menarik dilihat ini, karena berwarna warni dan animatif, punya isi yang juga sama menariknya.
Sayang sekali, modul yang diterbitkan pada tahun 2019 ini mungkin jarang orang yang dapat mengakses, bisa jadi karena tidak tahu ada buku ini, atau hanya dimiliki oleh beberapa orang saja. Begitupun saya yang juga baru tau ada buku seperti ini ketika main ke tempat teman saya di Jakarta. Bukan maksud saya untuk menggurui, tapi mumpung saya masih pegang bukunya, rasanya ingin juga menyebarkan ilmu yang saya dapatkan di buku ini kepada Rahmania.
Internet Aman? Apa Maksudnya?
Di bagian pertama buku ini menjabarkan tentang internet aman. Sebenarnya, internet aman itu seperti apa?
Internet tak ubahnya seperti dua mata pisau, bisa jadi bermanfaat atau berbahaya di mana tergantung penggunanya itu sendiri. Analoginya bak pisau di tangan perampok, pisau bisa dipakai untuk mencuri atau mengancam. Namun jika pisau di tangan koki, pisau berguna untuk memotong daging, sayuran sehingga makanan lezat pun bisa tersaji dimeja.
Begitu juga dengan internet, di tangan orang yang salah, internet bisa digunakan untuk menonton pornografi, kecanduan games, dan segala problematika lainnya. Namun di tangan orang yang benar, internet tentu bermanfaat sekali untuk membantu kehidupan dan pekerjaan sehari hari. Sama seperti Rahmania, sudah benar membuka platform ini dan membaca artikel di dalamnya.
Jika berbicara internet aman untuk anak, kita perlu detailkan aman yang dimaksud seperti apa. Dalam arti yang lebih spesifik, internet aman adalah kita sebagai pengguna internet dapat memaksimalkan potensi atau manfaat di dalamnya serta menekan resiko atau bahaya dari pengguna internet itu sendiri.
Internet dan Manfaatnya
Dengan hadirnya internet dalam hidup kita, bukankan banyak aktifitas yang kita lakukan jauh lebih mudah? Benar kan?
Dengan perkembangan teknologi yang begitu cepat, itu bisa merubah kebiasaan sebuah masyarakat atau seseorang. Contohnya dulu, ketika kita berkomunikasi dengan orang tua, teman, keluarga yang ada di luar kota bahkan luar negeri, kita terkendala jarak. Mungkin warung telepon (wartel) yang bisa kita gunakan namun terbatas karena biaya yang cukup mahal, atau bahkan jika lebih dulu lagi kita mengirim surat, yang membutuhkan waktu lama.
Sekarang dengan hadirnya internet, cara kita berkomunikasi sudah sangan dimudahkan dari segi harga yang lebih murah, waktu yang lebih cepat, bisa digunakan kapanpun kita mau dan hanya menggunakan HP saya dengan aplikasi yang bermacam-macam, seperti Whatsapp, Line, Skype, Instagram, Facebook, Telegram, email, dan lainnya. Praktis sekali kan?
Kalau dulu kita belajar melalui buku pelajaran, RPUL, RPAL, dan lainnya, kita harus ke perpustakaan atau membelinya di toko buku. Nah, di jaman sekarang, dengan adanya internet, kita hanya membuka Google lalu kita ketik kata kunci yang akan kita cari dan semua hasil yang kita cari akan keluar. Saya akui, tempat yang pertama saya tanya ketika tidak tahu suatu hal, ya Google.
Untuk para pelajar dan mahasiswa, internet ini pasti banyak berperan penting dalam keseharian, seperti mempermudah mengerjakan tugas, mencari referensi dalam mengerjakan tugas. Nah kalian, berterimakasihlah kepada internet , hehe.
Mulai Aplikasi Antar Jemput, Google Maps, dan Program Hiburan
Dengan internet juga, kita terbantu ketika bepergian ke mana-mana. Bayangkan, dengan kita modal HP dan internet saja, kita bak punya supir pribadi yang menjemput kita di manapun dan mengantarkan kita ke manapun kita mau. Lewat aplikasi Gojek atau Grab, tinggal pesan dengan mengetik tujuan kita dan memilih moda transportasi apa, selesai. Bahkan kita bisa pesan makanan, mengirim paket dan lainnya.
Dengan adanya internet, orang terbantu dalam mencari kehidupan. Tukang ojek menjadi lebih mudah dalam mencari penumpang, dan penumpang terbantu dengan mudahnya mencari kendaraan.
Jika tersesat, kita tidak lagi membuka atlas atau peta layaknya Dora, kita tinggal klik Google maps, selesai. Kita bisa mencari lokasi lengkap dengan informasi jalur mana yang ditempuh, berapa lama, dan berapa jarak tempuh, bahkan sampai informasi kemacetan lalu lintas jalanan yang akan kita lewati.
Kita pun bisa mendapatkan hiburan lewat Youtube yang menggantikan TV kabel. Dari Youtube kita bisa juga membuat konten bahkan sekarang pembuat konten jadi profesi yakni Youtuber
Dengan adanya internet, orang bisa menjadi kreator teknologi; programmer, content creator, digital marketer, graphic designer, bahkan sampai atlet E-sport. Banyak manfaat internet dalam hidup kita, ditambah lagi banyaknya profesi baru muncul, bahagia bukan hidup di masa ini?
Namun nyatanya, banyak yang justru mengeluhkan dampak negatif dari internet. Kenapa hal itu bisa terjadi? Apa yang harus kita lakukan?
Temani Anak dalam Berinternet
Di atas sudah dijelaskan manfaat dari internet, namun ada resiko juga dalam penggunaannya. Ada 6 resiko yang dijelaskan dalam buku ini. Yang perlu diperhatikan adalah anak yang masih butuh bimbingan orang tua. Mereka yang lahir di masa ini harus diberikan bekal untuk menghindari resiko ini.
Yang pertama, kecanduan gadget. Kecanduan gadget tergantung pemakaiannya, misalnya kecanduan Youtube, kecanduan media sosial, kecanduan chatting, dan lainnya.
Kedua, kecanduan games. Games dirancang untuk hiburan, bisa juga untuk pembelajaran yang menyenangkan. Namun banyak yang mengeluhkan, karena games menjadi aktifitas yang paling susah dikontrol batas waktunya, baik orang dewasa dan apalagi jika anak anak yang bermain tidak didampingi orang tuanya. Ada 3 perbedaan mendasar tentang kategori orang bermain games. Main games dengan aturan dan bijak itu adalah rekreasi, Esport bisa jadi profesi, sedangkan tanpa pengawasan dan berlebihan namanya kecanduan dan itu perlu diobati.
Ketiga, kecanduan pornografi. Itu akan mempengaruhi otak dan pikiran seseorang. Kerusakan pada otak bisa permanen terutama di bagian Pre Frontal Cortex (PFC) yang dapat mempengaruhi kepribadian seseorang.
Keempat, kena perundungan/bully di internet (cyberbulliying). Perundungan di internet memiliki bahaya yang lebih besar dari perundungan biasa. Sebab jaringan internet dengan mudah menyebar sehingga memicu lebih banyak orang ikut menghakimi dan menindas si korban.
Kelima, tertipu hoax atau berita bohong. Semua dapat mengunggah dan menyebarkan informasi, tak ayal, informasi tidak benar pun banyak kita temui. Yang penting adalah keterampilan filter dan berfikir kritis terhadap informasi. Keenam, salah orientasi role mode.
Peran orang tua sangat dibutuhkan, karena pintu utama penanaman nilai ada dalam keluarga. Beri bekal dengan etika dan aturan ketika anak sudah dikenalkan dengan gadget. Yuk ajak anak ngobrol dan mengalihkan dunia gadgednya dengan menjadi teman yang asyik dan nyambung obrolannya. Ayah dan Ibu harus kompak memberikan perhatian kepada anak. Orang tua juga harus memahami anak terutama perasaannya. Berilah contoh yang baik kepada anak, jadilah role mode bagi anak.

Aktif di LAPSI PP IPM, Ketua Umum PK IMM Ushuluddin Ciputat
