f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
umat moderat

Islam Sumber Kedamaian bagi Kemanusiaan (2)

Dari ayat tersebut pada paragraf terakhir Islam Sumber Kedamaian bagi Kemanusiaan (1) saja kita sudah bisa menyerap sebagian pengertian konsep takwa.

  1. Bahwa orang yang bertakwa adalah orang orang yang suka menolong orang lain dengan menggunakan harta bendanya. Empatinya besar, rasa sosial da solidaritasnya tinggi, bahkan nukan hanya saat dia sedang kaya raya, dalam keadaan pas pasan pun sifat suka menolongnya masih tetap menonjol. Tidak dibuat buat tapi muncul dari keikhlasan hainya. Ia memang suka menolong orang lain.
  2. Karakter yang kedua dia adalah orang yang tidak gampang marah. Tidak punya dendam. Jauh dari rasa benci, iri dan dengki. Bahkan, termasuk orang yang pemaaf. Dalam bahasa ringkas, orang yang bertakwa adalah orang yang sulit marah, tapi gampang memaafkan. Nukan berarti ia tidak bisa marah. Tetapi sangat sulit marah. Jika pun marah, ia tidak emosional, melainkan melepaskannya dengan penuh perhitungan dan bijak. Karena ia tahu, tidak ada orang yang tidak pernah bersalah. Termasuk dirinya adalah orang orang yang pasti memiliki kesalahan. Dia memandang kualitas diri seseorang saat ini bukanlah kualitas finanya.
Islam Harus Bergerak Dinamis

Untuk mewujudkan islam rahmatan lil alamin tidaklah mudah. Islam harus bergerak dinamis karena dunia semakin berkembang. Islam juga harus mampu menghadirkan solusi di berbagai tempat dengan adat, suku, agama, dan budaya yang berbeda.

Perbedaan agama di dunia sudah menjadi sunatullah, islam harus menjadi umat yang toleran dan mampu menghargai perbedaan. Umat islam dilarang memaksa umat agama lain untuk masuk islam, seharusnya umat islam mampu menyampaikan kebaikan kepada umat lain dengan lembut dan sabar.

Umat islam seharusnya berusaha untuk menemukan subtansi islam yaitu berserah diri hanya kepada Allah dan menyebarkan kedamaian. Jangan hanya terjebak ke dalam simbol semata, simbolnya islam tetapi kelakuan jauh dari islami. Sehingga dalam konsep sufi ada istilah insan al-kamil (manusia sempurna), di mana manusia telah sepenuhnya bersatu dengan Allah dalam perbuatan dan hati.(Hal:197).

Hati mereka hanya mengingat Allah dan menyebarkan kedamaian. Islam akan maju jika umatnya maju, dan islam akan tertinggal jika umatnya tertinggal. Islam harus menjadi agama yang rahmat untuk semesta, agama yang penuh dengan welas asih dan kasih sayang, sebagaimana nabi Muhammad yang memberikan contoh untuk umatnya, dengan sifatnya yang lembut, penyabar dan penuh kasih sayang, islam mampu menembus hati orang Arab yang keras dan egois. Diteruskan oleh sahabatnya yang mulia serta ulama yang saleh, sehingga islam mampu menyebar ke seluruh dunia termasuk indonesia.(Hal:198).

Islam : Damai dan Berserah Diri

Islam sendiri secara bahasa berasal dari kata aslama dan salam yang berarti damai sejahtera dan berserah diri. Allah ingin manusia menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah disertai dengan memberikan kedamaian kepada penduduk bumi. Allah juga memerintah kepada setiap muslim untuk mengucapkan salam “Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh” (semoga keselamatan, rahmat, dan keberkahan tercurah atasmu) untuk saling mendoakan dalam hal kebaikan dan menebarkan kesejahteraan.

Islam sendiri hadir saat bangsa Arab rusak moralnya, banyak melakukan pembunuhan, memberlakukan sistem perbudakan, meremehkan derajat dan kedudukan wanita, dan menebarkan teror. Sehingga Islam memberikan kesejahteraan kepada manusia dan membuat manusia menjadi damai dan tenteram.

Karakteristik islam yang menjunjung tinggi kedamaian dan kesejahteraan ini yang membuat Allah ridha bahwa islam sebagai agama manusia, Allah berfirman, “Pada hari ini telah aku sempurnakan untukmu agamamu, telah aku cukupkan kepadamu nikmatku dan telah aku ridhoi islam itu sebagai agamamu”. (QS.Al-Maidah ayat 3).

Ini yang harus diketahui, sesuai dengan nama yang Allah berikan, orang islam wajib menebakan kedamaian dan kesejahteraan. Hal ini berkaitan bahwa manusia telah Allah ciptakan untuk menjadi khalifah di bumi, mengatur segala isi bumi demi kemaslahatan bersama. Jika sifat memberi kedamaian sudah hilang, maka yang terjadi adalah perusakan dan teror atas orang lemah.

Menyampaikan Islam dengan Kedamaian

Proses penyerahan diri manusia kepada Allah memerlukan perjuangan.pasalnya, manusia harus mampu melawan hawa nafsu yang berada pada dirinya. Maka tak heran, jika kita membaca buku biografi para sufi atau konsep (mujahadah) pelatihan diri itu asti selalu penuh dengan kesulitan. Seperti harus rajin shalat malam, rutin melakukan zikir, bahkan ada yang melakukan suluk di tempat yang sepi. Para sufi lakukan hal-hal tersebut untuk mencapai derajat insan kamil (manusia sempurna) sehingga menjadi muslim yang sejati.

Para sufi juga berlaih bagaimana menyampaikan islam dengan kedamaian. Bagaimana mungkin Islam bisa tersebar ke seluruh dunia jika menyampaikannya dengan marah dan teror? Kalaupun ada yang masuk islam, tentunya dalam keadaan terpaksa karena mereka takut akan dibunuh. Inilah hal yang dihindari dalam penyebaran islam, karena sesuai dengan nama “islam” itu sendiri, islam harus menyebarkan kedamaian di mana pun ia berada. Islam tidak boleh menyebarkan teror, apalagi memaksa seseorang untuk memeluk agama islam. Hal ersebut sesuai dengan firman alah, “Tidak ada paksaan dalam beragama”. (QS.Al-Baqarah ayat 256).

Jadi kesimpulannya, Islam itu bermakna menyerahkan diri dan menyebarkan kedamaian, tujuan Allah menamakan agama Islam, agar manusia dapat menyebarkan kedamaian dan mampu berserah diri hanya kepada Allah, bukan kepada yang lain.

Bagikan
Post a Comment