f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
pendidikan seks

Pendidikan Seks pada Anak Usia Dini

Persoalan tentang seks terkadang masih menjadi pembahasan yang tabu di depan anak-anak terlebih jika mengajarkannya kepada mereka. Namun, kenyataan sekarang banyak terjadi eksploitasi seks yang terjadi pada anak-anak di bawah umur. Sehingga pendidikan tentang seks bukan berarti mengajarkan mereka untuk berbuat demikian. Namun agar mereka mengerti tentang bagaimana sebenarnya pendidikan tentang seks sehingga bisa mencegah terjadinya seks bebas terlebih di usia belia. Selain itu, perkembangan teknologi pada zaman sekarang mengalami kemajuan yang sangat pesat, dengan kemajuan bidang informasi dan teknologi.

Kemajuan gadget di era sekarang sudah tidak bisa kita ragukan lagi. Perkembangan sosial media menyebabkan rentang usia anak-anak hingga lanjut usia dapat mengakses apapun yang mereka mau lewat internet explore. Salah satu yang menjadi perusak moral anak bangsa ialah penyalahgunaan sosial media. Contoh dekandensi moral yang terjadi di kalangan anak dan remaja adalah kecanduan pornografi, pergaulan bebas, dan pelecehan seksual.

Urgensi Pendidikan Seks pada Anak Usia Dini

Melihat krisis moral yang terjadi di kalangan anak-anak sekarang, pendidikan tentang seks mutlak penting mulai sejak dini. Dengan alasan, karena sejak manusia lahir sudah mempunyai organ reproduksi sehingga ilmu tentang memahami seksualitas secara benar sangat perlu.

Rentang usia anak usia dini oleh Beeker yaitu pada anak yang berusia antara 3-6 tahun. Di masa ini anak sedang pada golden age. Ia akan suka meniru apapun yang ada orang lain lakukan di sekitarnya. Di usia ini pula orang tua perlu mampu memberikan pendidikan seks kepada anak mulai dari pengenalan organ-organ sensitif yang anak miliki serta anjuran untuk menjaga apa yang mereka miliki dan menghargai yang menjadi milik orang lain.

Baca Juga  Andai Orang Tua dan Guru Paham tentang Tumbuh Kembang Anak

Pendidikan seks sebenarnya sudah ada pembahasannya dalam al-Qur’an QS. An-Nur ayat 58-59 jauh sebelum banyaknya buku yang terbit mengenai pembahasan tersebut. Berbicara tentang pendidikan seks, sebenarnya tidak hanya berporos pada hubungan intimnya saja, namun lebih luas cakupannya daripada itu. Dalam QS. An-Nur ayat 58-59 Allah menyebutkan secara khusus (perintah) ini kepada orang-orang yang harus meminta izin ketika hendak masuk ke kamar seseorang.

Selanjutnya, ada tiga waktu khusus yang tersebut yakni sebelum shalat subuh, tengah hari, dan setelah shalat isya. Karena dalam tiga waktu tersebut, khawatir seseorang yang berada di dalam kamar sedang tidak ingin mendapat gangguan oleh siapapun dari luar.

Menghargai Privasi Orang Lain

Dari ayat ini, Allah mengisyaratkan kepada siapa saja untuk menghargai privasi orang lain dengan cara meminta izin terlebih dahulu. Ketika dipraktikkan kepada anak di zaman sekarang, maka apabila seorang anak ketika hendak masuk ke dalam ruangan orang lain haruslah meminta izin dengan cara mengetuk pintu terlebih dahulu. Orang tua harus menanamkan hal ini sejak kecil untuk mengajarkan anak tentang menjaga dan menghargai privasi orang lain.

Meskipun di dalam al-Qur’an hanya tersebut tiga waktu tertentu saja, namun jika teraplikasikan di era sekarang, saya rasa pendidikan seks tentang meminta izin memasuki wilayah privasi orang lain tampaknya kurang tepat jika hanya berpatokan pada tiga waktu tersebut. Misalkan, ketika seorang anak sedang berada di tempat umum di waktu selain di atas (sebelum shalat subuh, tengah hari, dan setelah shalat isya) apakah anak tidak perlu meminta izin?

Saya rasa tetap harus. Maka, ketika seorang anak mendapat pendidikan seks ia harus mendapat pemahaman penuh tentang menghargai privasi orang lain.

Baca Juga  Serba-Serbi Kehidupan Onty: Kuliah Menjadi Ibu

Lebih jauh, selain mengajarkan tentang privasi orang lain, dengan anjuran ini anak juga belajar mengenai privasi dirinya sehingga anak tidak mudah memperlihatkan dan memberikan hal-hal yang menjadi privasinya (anggota tubuh yang boleh dilihat, disentuh dan dipegang oleh orang lain) kepada orang lain. Hal ini dapat menolong anak dari bahaya  kekerasan seksual oleh orang-orang di sekitarnya. Pemahaman tentang aurat juga termasuk materi utama yang penting.

***

Untuk itu, orang tua harus mengenalkan kepada anak sejak usia dini akan anggota tubuhnya yang merupakan aurat. Jika anaknya laki-laki, maka orang tua harus mengenalkan anggota tubuhnya yang merupakan aurat bagi laki-laki dan tidak boleh dilihat oleh orang lain. Begitu sebaliknya.

Pemahaman tentang adanya aurat ini harus terangkai dengan pemahaman tentang adab melihat aurat orang lain. Maksudnya, anak harus mendapat pengetahuan dan pemahaman bahwa dia tidak boleh melihat aurat orang lain. Baik yang berjenis kelamin sama ataupun berbeda jenis kelamin.

Pendidikan seks terhadap anak di sini bukan berarti mengajarkan seks kepada anak, namun memberikan edukasi kepada mereka tentang eksistensi diri mereka sebagai makhluk biologis. Hal ini semoga dapat menjadi salah satu upaya preventif dalam hal menghindarkan anak dari kekerasan seksual. Mengingat saat ini kejahatan seksual sedang marak yang mana korbannya tidak pandang usia.

Oleh karena itu, peranan adanya pendidikan seks dalam ayat ini yaitu membiasakan diri anak untuk memiliki budaya privasi dan memberikan pemahaman tentang adab meminta izin terutama untuk memasuki kamar atau rumah yang merupakan privasi seseorang. Selain itu juga menanamkan rasa malu, serta etika atau adab kepada anak agar tidak sembarangan dekat dengan lawan jenis dan orang yang tidak dikenalnya. Sehingga, pendidikan seks benar-benar dapat menjaga agama, marwah, keturunan, dan keharmonisan seseorang.

Bagikan
Post a Comment