Jangan Sampai Terkena Cyber Grooming
Ada istilah baru di Indonesia yang sedang terkenal dan perlu orangtua waspadai terhadap anaknya, yakni cyber grooming. Cyber Grooming adalah upaya kejahatan yang dilakukan seseorang untuk membangun hubungan; kepercayaan; hubungan emosional dengan seorang anak atau remaja sehingga mereka dapat memanipulasi; mengeksploitasi; melecehkan mereka.
Saat ini teknologi digital terus berkembang dengan pesat, hal ini menjadikan anak-anak ingin memiliki gadget. Biasanya, anak-anak menggunakan gadget untuk untuk keperluan belajar; bermain game; bermain media sosial. Anak-anak harus menggunakan media media dengan baik dan benar agar tidak terjerumus kedalam hal-hal negatif. Sebagai orangtua juga harus bisa mengarahkan anaknya agar bisa memanfaatkan gadget dengan benar.
Fenomena cyber grooming marak menjadi modus kejahatan pelaku pelecehan seksual anak yang menggunakan media sosial. Anak yang berpotensi menjadi korban kejahatan tersebut adalah anak yang “salah” dalam penggunaan media sosial dan anak yang mudah terpengaruh oleh orang lain.
Cyber Grooming bisa menimpa anak di bawah umur, yakni sekitar usia 7-18 tahun. Kejahatan Cyber Grooming tidak memandang jenis kelamin, mereka yang melakukan kejahatan ini tidak menargetkan harus perempuan ataupun laki-laki. Pelaku Cyber Grooming disebut groomer. Groomer biasanya mengelabui anak-anak di media sosial, bisa melalui aplikasi instagram; facebook; twitter; dan lain sebagainya.
Untuk mengelabui anak-anak di media sosial, groomer memiliki sebuah cara yaitu dengan berpura-pura menjadi teman sebayanya; memberikan sebuah hadiah; mengajak jalan-jalan; memberi perhatian ataupun nasihat. Groomer ini memakai cara yang halus agar anak-anak percaya dan senang. Tujuan groomer adalah mengarahkan korban untuk melakukan aktivitas seksual bersama dengan groomer itu sendiri lewat media sosial.
Tanda-Tanda Cyber Grooming pada Anak
- Sering mendapatkan hadiah, contohnya yang paling simple adalah baju.
- Tidak mau bercerita dari mana datangnya hadiah-hadiah yang diterimanya.
- Kerap berbohong mengenai apa yang telah ia lakukan.
- Tidak mau menghabiskan waktu bersama teman.
- Mendapatkan banyak pesan dari orang asing di media sosial.
- Tidak mau berbicara tentang perasaan.
- Sering berbicara tentang orang dewasa.
- Ingin menghabiskan waktu bersama orang dewasa.
- Ingin pergi sendirian saat akan bertemu dengan orang dewasa.
- Sering menyendiri di kamar.
Dampak Cyber Grooming
Orang tua harus waspada terhadap anak dan melihat apakah ada yang mencurigakan pada dirinya, jika ada, segera tegur dan berikan arahan. Ciri-ciri anak yang menjadi korban cyber grooming adalah anak menjadi sering murung; jarang bergaul dengan temannya; pendiam; terlihat gelisah; kesehatannya terganggu.
Anak korban cyber grooming akan mempunyai trauma yang cukup mendalam. Contoh trauma yang akan terjadi pada anak adalah trauma dengan bermain sosial media, trauma dengan mengenal orang baru, maupun trauma dengan bergaul dengan temannya sendiri.
Untuk menghilangkan rasa trauma tersebut tidaklah mudah. Peran orang tua sangatlah penting jika kejadian ini terjadi pada anak. Mengedukasi tentang seks juga penting agar anak tidak melakukan hal tersebut.
Cara Agar Terhindar dari Cyber Grooming
Agar terhindar dari kejadian cyber grooming, anak harus mengurangi bermain media sosial. Jika anak kecanduan bermain media sosial, ia akan sering merespon orang-orang yang melakukan cyber grooming. Ketia ada groomer yang menyuruh anak melakukan sesuatu ataupun mengajak untuk melakukan sesuatu, anak harus berani menolaknya.
Cara lain untuk mengidentifikasi groomer adalah dengan memastikan apakah orang tersebut adalah orang yang kita kenal atau tidak. Jika tidak kita kenal dan menunjukkan gelagat orang yang tidak kita kenal, maka segeralah memblokir akun groomer tersebut.
Anak harus berani bercerita kepada orang tua maupun orang yang mereka percayai terkait pertemenannya di media sosial, agar ia mendapatkan saran dan konfirmasi. Sebagai orang yang dipercaya anak sebagai tempat bercerita, mereka harus mampu memberi pengertian kepadanya agar tidak terjebak dalam cyber grooming, karena efek paling parah ketika sudah depresi dapat memicu anak untuk nekat bunuh diri.
Cara Untuk Orangtua Agar Anak Terhindar dari Cyber Grooming
- Mengenalkan tanda-tanda cyber grooming.
- Mengedukasi tentang seks.
- Menghindarkan anak berduaan dengan orang asing.
- Menolak orang asing jika ingin memberi bantuan kepada keluarga maupun anak.
- Mengenal semua teman anak dan orang yang baru ia kenal.
Anak-anak yang sudah mengenal gadget dan bermain media sosial harus berhati-hati jika ada orang yang tidak dikenal menghubunginya. Karena kita tidak tahu maksud dari mereka mendekati anak-anak kita. Gunakanlah media sosial hanya untuk belajar dan mencari wawasan saja. Dalam hal ini, orangtua juga harus menjaga dan mengawasi semua kegiatan anak saat bermain gadget. Jangan sampai anak kita terkena cyber grooming.
Anggota Al Birru Organizer Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Yogyakarta
