f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
sehat

Mengelola Kesehatan Mental Anak Sejak Dini

Anak merupakan titipan dari Allah begitupun dengan yang memiliki kesempatan untuk mempunyai anak adalah salah satu anugrah yang sangat luar biasa. Allah percaya bahwa kita mampu untuk menumbuh kembangkan dengan baik dan mengajarkannya ke jalan yang benar. Serta mampu menjaga kesehatannya dengan baik.

Perlu kita sadari juga ternyata anak di zaman dahulu dengan sekarang memiliki perbedaan yang sangat banyak. Entah itu efek dari perkembangan zaman ataupun pola asuh dari orang tua sendiri. Pada tahun dua ribuan dalam artian di bawah 2010 pola pikir anak yang ada hanya bermain dengan teman sebayanya. Selepas sekolah main sampai mau berangkat dan pulang ngaji kembali main lagi hingga sore. Sampai orang tua mencari barulah akan pulang.

Kemampuan Mengelola Anak Zaman Now

Anak  zaman sekarang yang kebanyakan sudah ikut dengan perkembangan dan kemajuan zaman, mungkin untuk main dengan hal-hal receh sampai tak ingat waktu sudah mulai usang. Seperti yang terlihat di sekitar rumah saya banyak anak yang masih berumur kisaran TK dunia mereka sangat sempit. Hal ini menunjukkan ketika anak mulai sedikit bosan dengan aktivitasnya lalu menangis solusi oleh orang tua adalah menenangkannya dengan HandPhone. Bukan hanya anak yang berumuran TK bahkan anak yang masih berumuran 1 tahunpun perlakuannya juga begitu.

Contoh tersebut adalah salah satu perbuatan yang bisa berdampak panjang terhadap kesehatan mental anak. Menjadi orang tua bukan hanya sekedar menafkahi dan merawat anak hingga sampai berjalan, tapi memerlukan pendamping terhadap anak di setiap proses pertumbuhannya. Meskipun masih banyak yang belum mengetahui bahkan menganggap kesehatan mental itu tidak penting, mari kita buktikan hal tersebut setelah 10 tahun kedepannya.

Baca Juga  Terlalu Sayang Anak

Perlunya membina mental yang sehat pada anak harus mulai dari orang tua, keluarga dan yang di dekatnya. Ketika orang tua dan keluarga sendiri tidak mempola dengan baik maka dampak yang terjadi pada anak adalah tidak akan percaya diri. Dukungan dan perhatian harus lebih utama oleh orang tua karena di situ anak akan merasa yakin dan berani tampil dengan baik karena merasa di support dari belakangnya. Meski terlihat mengelola lingkungan serta mental anak yang sehat, bagaimanapun juga ini adalah tanggung jawab orang tua.

Peran Orang Tua Terhadap Kesehatan Mental Anak

Apabila orang tua menginginkan anaknya menjadi sosok yang berani dan mandiri maka orang tua juga harus membinanya sejak dini. Karena di masa kecil anak harus sering-sering berinteraksi khususnya dengan orang tua. Dengan zaman yang selalu berubah-ubah maka orang tua juga harus bisa menyesuaikan dan bisa menyeimbangkan pengelolaan mental anak, tak perlu orang tua berlebihan untuk mempola anak di zaman yang serba teknologi ini.

Oh iya teknologi. Teknologi juga menjadi faktor terbesar dalam pertumbuhan anak. Jika kita lihat data pengguna teknologi khusunya HP ternyata Indonesia menjadi rating yang tinggi. Hal ini sesuai dengan lingkungan kita. Jika melihat sekeliling kita bandingkan anak yang memiliki HP dengan yang tidak memiliki HP.

Saya rasa perbandingannya sangat tinggi mengarah ke yang memiliki HP, bukan hanya sebatas keinginan tapi memang tuntutan zaman. Selain menjadi alat komunikasi, selama pandemic ini belajar anak ternyata bermodal HP. Maka tak sedikit pula berita yang bertebaran tentang orang tua yang bekerja keras siang malam hanya agar bisa membelikan HP untuk anaknya sekolah.

Baca Juga  Seni Mendidik Anak ala Rasulullah
Gadget Menjadi Masalah Utama pada Kesehatan Anak

Paradigma HP bisa mengganggu mental anak memang sangat benar adanya, antaranya adalah kecanduan dan anak memiliki karakter kurang sensitive atau tidak peka dengan lingkungan sekitarnya. Seperti di lingkungan rumah saya banyak anak kecil yang kemana-mana berpegangan HP dan Ngetem di warung kopi lalu bermain game. Meskipun kita melihat hal yang sederhana, namun ini bisa berdampak besar. Selain kesehatan mental anak terganggu akibat game ternyata kesehatan tubuh anak juga bisa eror, seperti mata yang sakit dan memerah akibat terlalu lama bertatapan dengan layar HP.

Lalu ketika anak sering bermain dengan HP akan timbul acuh dan tidak peka dengan lingkungan sekitarnya (Ansos= anti sosial). Hal ini harus orang tua perhatikan karena sangat mengkhawatirkan pula nanti kedepannya. Anak akan selalu mengurung diri dan tak mau berinteraksi . Tak hanya itu mental anak akan menurun karena dia merasa mempunyai dunianya sendiri. Ketika anak menghadapi dunia nyata maka mereka akan sangat terkejut menghadapinya.

Mengelola mental dilingkungan keluarga sangat memberikan dampak yang positif dan angka panjang. Karena dimulai dari lingkungan yang terkecil lalu di support untuk menuju lingkungan yang lebih besar. Bukan hanya menyehatkan mental anak tapi pola pikir anak akan semakin berenergi positif, dan di keluargalah hal itu didapatkan. Jadi sudah taukan seberapa pentingnya membentuk dan mengelola mental yang sehat sejak dini?

Editor: Kholifatul Husna

Bagikan
Post a Comment