f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
janda

Penarik Rezeki di Era Pandemi

Cari uang ternyata gampang!

Sebut saja Bu Minah, tukang sambel pecel deket rumah. Dalam 3 bulan ini sudah beli logam mulia puluhan juta. Ajaib.  Ada juga Pak Marno, driver ojek online yang orderannya sepi sejak Covid mampir ke Indonesia. Katanya, dapurnya terancam tak bisa ngepul. Ditambah lagi istrinya tidak bekerja. Lah kok tiba-tiba bisa beli logam mulia 16 gram?

Satu lagi tetangga saya, panggilannya Bang Jack, istrinya lahiran anak pertama. Usaha travel dan event organizernya gulung tikar. Tabungan habis untuk mencukupi kebutuhan. Akhirnya ia punya ide buka masakan kambing aqiqoh. Setau saya, masak sayur bayam belum tentu enak. Lah kok malah buka layanan aqiqoh. Anehnya, usahanya sukses.

Masih banyak contoh lain. Tiba-tiba banyak orang di sekitar saya pendapatannya meningkat pesat. Ajaib. Mereka adalah orang-orang di sekitar kita. Ada tukang gorengan, pesuruh di kantor, pegawai honorer.  Krisis ekonomi malah makin moncer rezeki.

Selidik punya selidik ada kesamaan di antara mereka. Mereka mengamalkan jurus penarik rezeki. Mereka merawat terumbu karang. Ini bukan sejenis tuyul ataupun babi ngepet. Terumbu karang yang ini cuma istilah saja ya. Pak Marno, Bu Minah tidak tau menahu istilah ini tapi mereka tanpa sadar sudah mengamalkan.

Seperti halnya ikan yang hidup di terumbu karang. Jika terumbu karangnya subur ikan akan kenyang. Ikan bisa hidup aman. Manusia juga sama. Jika manusia menjaga kebahagiaan manusia di sekelilingnya maka rezekinya terjamin. Sekaligus aman dari gangguan orang sekitarnya.

Pentingnya Merawat Ajaran Islam

Dalam ajaran Islam, kita belajar menyambung silaturahmi, saling memberikan hadiah. Memuliakan tamu, berbagi pada tetangga, dan sebagainya. Ada juga yang paling mudah. Memberi senyum sebagai sedekah. Semuanya adalah praktik merawat terumbu karang. Dalam agama, teman-teman saya pun ada ajaran memuliakan dan membahagiakan orang lain.  Ajaran budi pekerti tadi akhirnya akan menambah relasi dan koneksi.

Baca Juga  Perempuan Tangguh di Balik Peristiwa Hijrah (1)

Ikan tidak akan mengebom tempat ia hidup dan mencari makan. Monyet di hutan tidak akan merusak pohon pisang. Yah kalau banyak pohon pisang roboh, dari mana pisang akan tumbuh? Tidak mungkin Monyet beli dulu di pasar, tho? He…he… Intinya makin banyak pohon pisang makin besar peluang besar kesempatan Monyet mendapat makanan.  Iya tho?

Sayangnya, manusia sering lupa bahwa rezekinya dititipkan Sang Pencipta pada kemuliaan dan kebahagiaan orang lain. Merekalah terumbu karang kita. Tetangga, teman, kenalan, siapapun yang kita kenal atau tidak kita kenal semua adalah terumbu karang.

Kita sering tanpa sadar melukai orang lain. Apalagi di era sosial media yang serba bebas tanpa batas. Mudah sekali jemari kita mengetik ucapan yang membuat orang kehilangan bahagianya. Ingin selalu berkomentar tiap membaca pendapat orang yang berbeda dengan saya.

Ketika berada di rumah, rasanya ingin selalu berdebat atau mengomel ke anak-anak hanya karena hal sepele. Ini artinya saya telah mengebom terumbu karang saya sendiri. Merusak jalan rezeki. Saya tidak tahu kalau terumbu karang terbesar adalah keluarga. orang tua, anak dan pasangan. Orang yang dekat lebih utama dibahagiakan.

Ibrah Covid

Saat Covid menebar rasa takut kematian, orang jadi banyak-banyak istighfar. Jadi lebih dekat dengan Tuhan. Banyak tobat membuka perisai dosa. Dari situlah saya berusaha hidup jadi lebih baik.

Saat saya tidak bisa beli ketoprak yang lewat saya mendoakan tukang ketopraknya laris. Saya doakan kurir paket rezekinya banyak.  Siapa saja yang lewat beranda sosial media saya doakan keselamatan dan kesejahteraan. 

Jadi ingat ajaran menebar salam.  Ingat doa yang tidak diketahui sodaranya jatuhnya makbul. Pokoknya daripada tegang mikir Covid dibawa doa saja. Eh lah kok ternyata rezeki juga jadi baik.

Baca Juga  Relasi Perempuan dan Surat al-Hujurat Ayat 11

Pendapatan saya dari dagang emas kecil-kecilan naik 3-4 kali lipat. Emas yang harganya melangit ternyata justru laris layaknya kacang goreng. Ajaib kan? Pembelinya tetangga-tetangga yang juga mendadak jadi orang kaya. Dengan kata lain, semua orang di sekitar saya membaik ekonominya.

Menanam Terumbu Karang

Di era digital, menanam terumbu karang lebih mudah dan sederhana. Bisa dimulai dari klik jempol like di status teman. Bisa dengan mendoakan kebaikan pada sebanyak mungkin orang yang lewat di beranda kita.

Membahagiakan orang lain adalah magnet penarik keberuntungan. Sederhana sekali dan tidak rugi untuk kita coba. Logikanya ketika orang tulus membahagiakan sesama, maka pasti banyak disukai orang. Siapa tahu salah satu dari mereka adalah jalan rezeki untuk kita. Ini logikanya, bukan modus lho ya!

Pak Marno driver ojek “tak sengaja” ketemu rezekinya dari penumpang yang minta dicarikan tanah untuk buka usaha. Kenalan Pak Marno sesama tukang ojek pastinya banyak. Mudah saja baginya mencari info tanah yang dijual. Pak Marno dapat fee, ditambah pula ia dipercaya jadi pengelola tanah itu untuk usaha.

Dari situlah kerjasama sukses terlaksana. Bu Minah niat baiknya agar orang punya stok sambal tanpa sering keluar rumah. Selama Covid orang banyak WFH. Orang kantoran membantu menginformasikan sambal pecelnya ke teman kantor lainnya. Dengan jasa pengantaran online, tanpa sadar Bu Minah Sudah punya kolam penghasilan. 

Begitulah cara kerja penarik rezeki. Rawat dulu terumbu karangnya. Niatkan bahagiakan orang lain dulu sebelum diri sendiri. Hanya dengan begitu aura tulus terbaca malaikat rezeki. Kebaikan hati tervibrasi, bergetar ke semesta. Entah bagaimana caranya rezeki akan tertarik menghampiri. Duduk diam rezeki datang. Mau coba?

Bagikan
Comments
  • Dwi Yani

    Masya Allah, Barakallah bu Wiji semoga tulisannya menginspirasi banyak orang. Aamiin

    Februari 5, 2021
  • Ganefiati

    Wow kereeen..👍

    Februari 6, 2021
  • Vera Liliana Adi

    Masya Allah.. Barakallah Bunda Wiji..
    Smg tulisannya bs menginspirasi dan bermanfaat bagi banyak orang.. Aamiin 🤲

    April 16, 2021
  • Muhammad Azmi Al-Farisi

    Masya Allah, tamam

    Juni 20, 2021
  • Refnita Eliza...

    Tabarakallah bu Wiji. semoga semakin mulia dan tetap jd penebar cahaya. Peluk ya bu .. dalam diam dan doa

    September 5, 2022
Post a Comment