f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
perselingkuhan

Pelajaran Penting dari Perselingkuhan Orang Lain

Saya sebenarnya tidak terlalu mau banyak tahu tentang peristiwa dunia selebritis yang menyangkut permasalahan pribadi mereka. Utamanya jika berita-berita yang beredar lebih banyak kandungan negatifnya. Artis terjebak narkoba, tersendat kasus penipuan, hingga adanya pihak ketiga yang mengakibatkan rumah tangga mereka bubar jalan.

Artis memang selalu menjadi lingkaran perhatian; yang segala bentuk pergerakan mereka terus terawasi. Diminati oleh banyak manusia awam di luar sana. Apa yang artis itu sedang kerjakan? Barang merek terkenal apa yang sedang mereka pakai? Liburan ke mana? Dengan siapa mereka bertikai? Itu semua adalah suplai informasi yang menarik bagi hiburan orang-orang.

Padahal artis juga manusia biasa yang punya masalah dan kebetulan memiliki privilege untuk disorot secara berlebih. Saat mereka berprestasi tentu tepuk tangan dan pujian datang dari segala penjuru. Saat mereka tersandung masalah, caci maki datang seperti hujan deras yang mengguyur dan membikin basah seluruh tempat.

Saya lebih senang mengikuti berita olahraga. Sehingga saat ada ramai-ramai kasus perselingkuhan artis yang berakhir damai atau pisah sering kali terlewat. Tapi untuk kasus Nisa Sabyan dengan Ayus sang keyboardis Sabyan Gambus sedikit berbeda. Saya tergerak untuk mencari-cari ada apa sebenarnya yang terjadi. Kenapa istri Ayus, Ririe Fairus, sampai harus diliput di media-media nasional perkara rumah tangganya?

***

Ini berawal dari chat istri saya yang tiba menjelang pukul 10 malam.

“Mas, nggak nyangka loh kalau Nisa Sabyan itu jadi selingkuhan keyboardisnya sendiri.” Tumben-tumbenan istri saya memberi informasi semacam itu kepada saya.

“Lambe Turah cabang Yogyakarta.” Saya membalasnya dengan cara bercanda.

Itu malah membuatnya kesal dan pamit mau tidur duluan. Saya merespon dengan emoticon ketawa. Apa pentingnya sih mengurus perpecahan rumah tangga orang lain?

Baca Juga  Tiga Kemampuan Utama yang Harus Dimiliki Mahasiswa Sosiologi

Karena tak sanggup tidur cepat dan tak punya hal penting untuk dikerjakan lagi, saya pun mencari tahu sendiri perkara yang terjadi. Semua berangkat dari informasi tidak lengkap dari istri saya. Tidak perlu saya jelaskan lebih rinci apa yang terjadi, kalian bisa mencarinya sendiri secara mandiri seperti yang saya lakukan.

Lalu saya berpikir sedikit lebih lama setelah mengais informasi-informasi yang melengkapi rasa penasaran. Kasus ini sepertinya menjadi lemparan peringatan dari istri kepada saya. Bahwa perselingkuhan bisa terjadi kapan saja. Apa lagi, kami yang sedang menjalani kehidupan long distance marriage. Sebuah kehidupan pernikahan yang sangat rentan dengan penyelewengan.

Apakah istri saya khawatir terhadap hubungan kami yang sedang berjauhan? Ini adalah musim ketiga kami menjalani hubungan semacam ini. Apa lagi semenjak Covid-19 menjadi semacam penghalang pertemuan; kesempatan pulang sama sekali tidak ada.

Sudah lebih dari setahun kami bersabar dengan jarak. LDM lintas negara. Prosedur untuk pulang berkunjung begitu rumit. Belum lagi biaya yang mesti dikeluarkan tidak sedikit. Ongkosnya bisa dapat 1 motor Honda Beat.

***

Kekhawatiran pasangan tentu beralasan sangat kuat. Godaan bisa datang dari mana saja dan kapan saja. Jika benteng diri tidak kokoh pasti akan roboh.

Memang istri saya tidak secara eksplisit menyampaikan tujuan intinya dalam rangka memberi informasi tentang kasus Nisa dan Ayus Sabyan. Mungkin dirinya cukup segan dan tidak ingin saya tersinggung. Sehingga dirinya memperhalus cara penyampaian. Padahal jika ingin to the point menyampaikan maksudnya, saya tidak keberatan sama sekali. Saya tidak perlu menelaah sendiri. Tidak perlu mempertajam kepekaan. Tidak perlu menaikkan tanda tanya. Ini istri saya maunya apa sebenernya? Sehingga saya harus mencari tahu sendiri maksud dan tujuannya. Kalau saya salah tafsir gimana? Justru itu akan lebih membuat kami saling salah paham.

Baca Juga  Ketika Layangan Putus, Beli Baru Atau Perbaiki Layangan Lama?

Kedekatan dengan lawan jenis tidak bisa terhindarkan. Apa lagi ruang kerja saya memang bercampurnya laki-laki dan perempuan. Punya banyak teman perempuan juga hal yang lumrah. Teman dari masa kecil hingga yang baru kenal dalam 4-5 tahun terakhir pun banyak. Peluang menyeleweng selalu terbuka lebar. Hanya saja ketika pintu berpaling pada perempuan lain tidak kita buka, tentu perselingkuhan tidak akan terjadi.

Kontrol diri selalu menjadi palang pintu utama. Apakah mau membuka lebar celah yang ada atau tidak? Banyak yang berpikir jika perselingkuhan terjadi karena salah satu pihak, laki-laki atau perempuan, yang menggoda. Datang dengan iming-iming kebahagian yang lebih paripurna. Perselingkuhan menurut saya adalah kesepakatan dua pihak untuk menjalani misi rahasia asmara. Jika pihak yang diajak sudah menangkis di awal, tentu petaka bisa dihindari.

***

Kejadian perselingkuhan lain juga sempat terjadi sebelum kasus Nisya dan Ayus Sabyan beredar luas. Wakil Ketua DPRD Sulawesi Utara tertangkap basah oleh istrinya, yang cantik luar biasa dan berprofesi sebagai Dokter, sedang bersama perempuan lain yang konon sebagai biang kerok perusak rumah tangga dengan sang anggota dewan. Proses penyergapan oleh istri sah bahkan sempat terdokumentasikan oleh warga. Aksi nekat seperti Tom Cruise di Mission Imposible yang menghadang mobil suaminya sambil bergantungan di kap depan saat mobil bergerak. Sungguh heroik dan tanpa berpikir panjang. Ketika cinta dan cemburu menyatu mampu menghasilkan kekuatan yang berlipat-lipat.

Sorot berlebihan tentu menempel pada perempuan yang dituduh pelakor. Ia disebut-sebut sebagai perebut, perusak, penghancur. Apapun istilahnya yang disematkan padanya tidak bisa kita sepenuhnya mengalamatkan sebuah kesalahan terhadapnya. Sang anggota dewan itu juga mesti ditelisik sejauh mana perannya dalam hubungan gelap mereka. Jangan-jangan biang keroknya adalah si laki-laki. Istri sah tentu yang paling dirugikan. Rugi perasaan, beban moral terhadap masyarakat, dan keluarga besarnya pun pasti akan ikut dalam arus kasus tersebut.

Baca Juga  Jangan Bilang Selingkuh itu Indah

Berkaca dari kedua kasus di atas, tentu saya akan lebih berhati-hati lagi terkait interaksi saya dengan lawan jenis. Pertemanan tetap harus berada di garis pertemanan.

Tidak ada istilah tambahan atau membuat hubungan yang berawal dari teman itu menjadi hubungan yang lebih premium. Pasangan kita tentu akan hancur lebur jiwa dan raganya jika mengetahui manusia yang dicintainya selama ini ternyata berbagi hati dan tubuh di tempat lain.

Bagikan
Post a Comment