f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
Sarjana

Nasib Lulusan Sarjana Saat Pandemi Covid-19

Oleh : Mikrajul Mukminin*

Seperti kita ketahui bersama bahwa di seluruh dunia mengalami wabah covid-19. Tercatat sampai saat ini banyaknya manusia yang meninggal dunia dikarenakan terinfeksi covid-19. Tidak lepas dari problematika yang kita rasakan saat ini, Indonesia justru kurang memperhatikan nasib sarjana yang lulus dari perguruan tinggi (PT) di tengah permintaan tenaga kerja yang menurun.

Di sisi lain jumlah tenaga kerja juga banyak berkurang karena di PHK (pemutusan hubungan kerja). Hal ini sangat memperihantikan di kalangan bawah karena permintaan tenaga kerja menurun dan berimbas pada sarjana yang lulus di masa pandemi. Melihat hal tersebut pemerintah harus berupaya agar masalah yang terlihat kecil pada dunia pendidikan ini harus cepat diselesaikan tanpa mengandung resiko dimasa mendatang.

Kejadian tersebut tentu melenceng dari semboyan Indonesia pada saat ini yaitu “SDM Unggul Indonesia Maju”. Untuk menjadikan visi terjadi tentunya pemerintah harus memperhatikan seberapa besar permintaan tenaga kerja. Sehingga dengan banyaknya permintaan tenaga kerja baru bisa dikatakan bahwa SDM Indonesia unggul.

Saya mengharapkan agar pemerintah tahu bahwa nasib sarjana saat ini masih bersifat ambigu karena tidak adanya kebijakan yang pasti dari pemerintah terkait nasih mereka. Menurut saya, negara yang kuat untuk mencapai kata maju adalah negara yang bisa memenuhi kebutuhan ekonomi rakyatnya dan sampai saat ini Indonesia belum menjaminkan hal itu. Toh para lulusan perguruan tinggi (PT) harus bisa membangun soft skill yang ada untuk menunjang hal itu, tentunya harus ada follow up Pemerintah dalam mengembangkan potensi para sarjana.

Kehadiran kartu pra kerja sebagai program pemerintah untuk menurunkan angka pengangguran seperti bertolak belakang karena adanya pandemi covid-19 karena pada kenyataannya banyak lulusan yang justru kesulitan mencari lapangan kerja. Namun, seorang pemimpin harus tetap memiliki visi misi yang disampaikan agar Indonesia maju dengan adanya pengembangan kartu pra-kerja ini sendiri.

Sayangnya, pemerintah saat ini belum sadar atas perjuangan para sarjana Indonesia yang berjuang mati-matian untuk mendapatkan peluang pekerjaan, namun hal ini tidak distabilkan oleh pemerintah sehingga permintaan tenaga kerja terhadap para lulusan sarjana menurun. Belum lagi kita melihat para tenaga buruh yang hanya tau dipekerjakan agar mendapatkan upah untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

Saya melihat, masih banyak para buruh yang menahan kelaparan untuk memenuhi apa yang diinginkan pemerintah terhadap kebijakan PSBB dan social distancing. Tetapi Pemerintah tidak berupaya memberikan bantuan terhadap kaum para buruh.

Sampai saat ini tercatat jumlah pengangguran lulusan sarjana selama pandemi covid-19 diantaranya, pengangguran terbuka 5% atau 6,8 juta orang dari 136 juta angkatan kerja hal ini diungkapkan oleh Ketua Asosasi Kader Sosio-Ekonomi Strategi (AKSES) SUROTO. Perlu kita sadari bersama bahwa kakulasi jumlah employment yang ada saat ini amatlah sangat memprihatinkan. Sehingga hal ini akan menimpa terhadap jumlah permintaan tenaga kerja yang ada di Indonesia. Melihat hal ini , upaya Pemerintah tampak belum jelas dalam membangun sumber daya manusia.

Pandemi covid-19 ini akan sangat mengancam nasib tenaga kerja di Indonesia karena dengan munculnya wabah tersebut semua anggaran dialokasikan kepada satu permasalahan tersebut yang akan berimbas banyak terhadap perkonomian, penurunan SDM, sosial ,dan hal lainya yang merugikan negara ke depannya. Laju potensi pengembangan sumber daya manusia sangat menurun karena semakin banyak angka kematian yang terjadi di Indonesia karena terpapar oleh covid-19 .

Upaya para lulusan sarjana untuk menindak lanjuti karirnya terpotong yang secara tidak langsung hal ini akan mengganggu psikis para lulusan sarjana. Sekali lagi, belum adanya perhatian pemerintah terhadap kondisi itu. Pemerintah malah mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang hanya menguntungkan modal asing salah satunya dengan diluncurkan RUU Omnibuslaw yang menjadikan SDA di Indonesia akan sangat menurun bahkan SDM.

Di sinilah kita mengharapkan kepada para pejuang yang baru lulusan sarjana agar bisa mengubah pola pikir. Tetap tenang menghadapi hal yang mungkin seketika akan hilang dan menunggu sembari berupaya mandiri untuk menuju sukses. Biar, Pemerintah ikut bertanggung jawab mengimbangi permasalahan ini karena 70% lapangan pekerjaan berada pada tangan pemerintah dan sisanya berada pada tangan lulusan sarjana.

Baca Juga  “Menjual” Sekolah Agar Tidak Punah

*) Mikrajul Mukminin, Kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah , Mahasiswa Universitas muhammadiyah malang 


Bagikan
Post a Comment