f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
cinta oplosan

Menjadi Ibu Ideal dan Berkarir di Masa Pandemi

Pandemi Covid-19 kian memberikan arti dan introspeksi tersendiri bukan hanya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, tapi juga kehidupan berkeluarga. Aktifitas di rumah saja melalui PSBB (pembatasan sosial berskala besar) dan aturan work from home melahirkan habitat baru bagi geliat perempuan karir di Indonesia bahkan dunia.

Riset  Grant Thornton tahun 2017 mencatat; bahwa Indonesia menjadi salah satu negara yang mempunyai peningkatan terbaik dalam hal jumlah perempuan yang menduduki posisi senior di perusahaan. Itu berarti akan juga banyak perempuan karir yang mengalami penambahan peran bukan hanya menjadi working mom tapi juga menjadi super mom selama di rumah saja.

Terutama perempuan karir yang selama ini giat bekerja dan mengejar karir dengan penampilan rapih nan necis. Bagi para perempuan karir yang hanya fokus dengan urusan kantor atau perusahaan, kini kebanyakan mereka mau tak mau harus kembali ke rumah bersama suami mengerjakan urusan domestik keluarga, seperti mencuci, memasak, dan menemani anak sekolah di rumah.

Sekalipun memiliki asisten rumah tangga, banyak dari keluarga perempuan karir yang mengistirahatkan bahkan memberhentikan asisten rumah tangganya; sementara covid-19 masihlah sangat mengkhawatirkan sebagaimana berbagai beranda media yang menggambarkan angka penularan virus corona yang belum juga berhenti.

Menilik hasil Survei platform parenting yang banyak menyediakan produk ibu dan bayi; Orami menjelaskan, untuk para ibu pekerja terdapat tiga hal perubahan selama pamdemi ini berlangsung. Sebanyak 53 persen ibu pekerja mengalami kesusahan lantaran harus membagi waktu secara adil antara mengurus anak dan menuntaskan pekerjaan; 48 persen merasa quality time dengan anak semakin bertambah; dan sebanyak 35 persen lainnya jadi punya waktu lebih banyak untuk melakukan hal lain yang menjadi minat dan hobinya.

Kesibukan Perempuan Karir

Perempuan karir yang selama ini disesaki oleh deadline dan target pencapaian kantor, kini harus menjelma bukan hanya menjadi ibu yang mengurus kebutuhan dapur, kasur sumur, tapi juga dituntut untuk dapat menjadi guru di rumah. Bukan hanya memastikan jemuran baju tidak kehujanan, tapi juga memastikan berjemur badan menjadi rutinitas keluarga.

Ditambah lagi harus terus mengupgrade bahkan memulai dari nol pengetahuan tentang mata pelajaran anak, seperti soal matematika, IPS, bahasa inggris, dll.

Gaes, kini pertanyaan dan tugas sekolah anak anak SD dan SMP sudah cukup memeras otak orang dewasa. Survei Oxford Home Schooling, Mencatat bahwa hanya sepertiga dari orang tua yang merasa percaya diri ketika membantu anak-anak mereka mengerjakan PR sekolah. Kepercayaan diri itu bisa jadi juga di subsidi oleh keberadaan maha guru mbah google yang maha tahu.

Baca Juga  Stereotip Gender dalam Kepemimpinan Perempuan di Indonesia

Untuk menghindari rasa tekanan , stres, galau dan harapan agar suami dan anak tidak  kemudian menjadi korban kepusingan dan kejenuhan ibu karena kewajiban menjadi super mom yang juga super sibuk dengan urusan kerja kantor. Paling tidak perempuan karir yang budiman dapat melakukan beberapa hal agar tetap memesona baik di mata suami dan anak yang merindukan sosok ibu purna waktu di rumah; sekaligus tetap profesional di hadapan atasan yang kerap memberikan target kerjaan yang tak lekang oleh waktu.

Menjadi Sosok yang Gemar Bersyukur

Tentu kita kerap mendengar  kata bijak yang berbunyi ” Hidup yang kau keluhkan adalah hidup yang orang lain harapkan”. Kata-kata ini tentu tepat terpatri dalam sanubari para perempuan karir yang mungkin kini sedang dirundung kelelahan, letih, bahkan berfikiran untuk memilih keluar dari kerjaannya.

Bukankah dengan bersyukur kita akan mendapatkan nikmat yang berlipat ganda.”la`in syakartum la`aziidannakum wa la`ing kafartum inna ‘adzaabii lasyadiid  “. Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.

Walaupun nikmat Tuhan takan pernah dapat diukur; tapi cobalah untuk mencatat tiga hal yang diri ini dapatkan dan syukuri setiap harinya. Renungi bagaimana itu bisa terjadi pada diri dan pikirkan juga mengapa nikmat itu yang hadir dalam kehidupan kita. Tak perlu repot menuliskannya di buku diary dengan menulis awalan dear diary…. Cukup tuliskan di note gawai setiap malam sebelum tidur atau setiap tiga hari sekali.

Terkadang yang lebih bermakna daripada harta, kendaraan mahal, rumah mewah, adalah Waktu. Syukuri waktu yang dimiliki untuk membangun relasi keintiman keluarga yang mungkin selama ini tergerus oleh ambisi yang tak pernah menemui titik henti.

Tetap Produktif dan Profesional

Pertahankan kinerja yang prima seperti halnya selama ini di kantor. Cobalah membuat to do list (daftar yang akan dikerjakan) setiap malamnya. Membuat rancangan yang proporsional tentang aktifitas keesokan hari yang akan dikerjakan. Walaupun akan terbuka kemungkinan tidak sesuai target, tapi to do list dapat menjadi acuan dan target bagaimana beraktifitas setiap harinya.

To do list harapannya menjadikan waktu ibu karir untuk kerjaan dan keluarga menjadi sangat proporsional dengan tetap menjadi pekerja yang profesional. Bukankah  dalam Islam, menjadi produktif dan profesional dengan mempersiapkan kemantapan di hari esok juga cerminan dari insan yang bertakwa.

Sebagaimana firman-Nya ” Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (Al-Hasyr: 18).

Baca Juga  Kok Masih Nonton Televisi?

Ayat ini jelas mengajarkan kita untuk memepersiapkan segala halnya dengan baik dan matang. Perempuan sekaligus ibu karir tak akan hanya menjadi trend followers dengan hanya mengikuti arus melalui slogan andalannya “gimana hari esok saja”. Sejatinya mereka dapat menjadi trend setter tentu dengan perencanaan hari esok yang juga didiskusikan bersama suami dan ingat, tak perlu mengadakan rapat terbatas bersama RT setempat. Repot nanti.

Coba Ajarkan Anak Bermain Sendiri

Walaupun pengasuhan menjadi sangat penting, tapi tidak selamanya orang tua  harus menemani anak bermain hingga ia menelantarkan tugas atau pekerjaan kantornya.  Cobalah untuk mendidik anak untuk bermain sendiri.

Pertama , perhatikan umur yang tepat anak untuk anak bisa bermain sendiri.

Semisal umur 1 – 3 tahun anak sudah bisa diajarkan untuk bermain sendiri dengan memberikan arahan dan bimbingan cara bermain atau memainkan sesuatu sampai ia bisa memainkannya sendiri.

Kedua, jangan biarkan ia merasa sendiri

Cukup jomblo aja yang merasa sendiri.eh. Maka cobalah bekerja dengan tetap berada disekitar anak, jika anda sedang membaca buku atau menggunakan laptop, coba berikan mainan yang menyerupai dengan alat yang anda gunakan untuk bekerja. Cobalah berikan kalkulator atau handphone mainan, dll.

Ketiga,  cobalah ingat kembali apa yang menjadi kecondongan minat dan kegemaran anak dalam  bermain, jika anak sangat suka menggambar, maka sediakanlah media anak untuk menggambar. Jika ia suka musik, maka coba berikan mainan musik. Tidak perlu dengan memberikan terlalu banyak mainan, cukup dengan beberapa mainan yang menjadi favoritnya. Selain dapat membantu anak bermain sendiri, cara ini juga dapat mengasah bakat anak sedari dini. Kesemua ikhtiar ini dapat menstimulus imajinasi dan mengembangkan  kemandirian sosial anak.

Tetap Mecintai  Diri Sendiri

Mencintai diri sendiri tidak melulu soal membanggakan diri sendiri, narsistik, juga individualistik . Mencintai diri sendiri adalah bentuk dari memotivasi diri dari internal pribadi. Seperti melakukan me time, dengan meluangkan waktu melakukan apa yang perempuan karir sukai dan minati.

Jika anda memang penikmat drakor radikal, maka tak ada yang salah dengan menonton 16 episode drakor yang daebak (keren, luar biasa dalam bahasa korea) itu hingga terisak – isak bercucuran air mata; juga terkadang berangan angan kehaluan pasangan hidup yang seaduhai pakde Min Ho. Tapi ingat, jangan lantas kau habiskan waktumu 1 x 12 jam ditambah perpanjangan waktu 2 x 15 menit hanya untuk melahap rentetan episode drama korea yang maha aigo (ungkapan mengagetkan dalam bahasa korea).

Baca Juga  Refleksi Kader: Menjadi Penerus Nyai Walidah

Mulailah hobi lama ataupun baru dengan komunitas-komunitas yang ada sebagai ruang dari mengekspresikan diri.  Percayalah, anda memiliki hak veto untuk menghadirkan kebahagiaan pada diri anda sendiri. Yang paling terpenting dari mencintai diri sendiri juga adalah stop untuk menjadi orang lain. Sekalipun sebenarnya anda adalah ranger kuning. Jadilah diri sendiri, tentu dengan batas – batas norma dan etik yang berlaku.

Mencoba Menjadi Momprenuer

Saat perempuan karir dirumahkan atau bahkan lebih parahnya di PHK, tentu sangat mengguncang pikiran dan psikis para perempuan karir. Diri yang biasa ditempa dengan deadline kantor, perintah atasan, dinas ke luar kota, ketawa tiwi di kantin kantor bersama teman, kini harus berdiam diri di rumah.

Selain menjadi ibu tangguh untuk keluarga, cobalah juga dengan menemukan atau memodifikasi ide usaha baru yang dapat menjadi aktifitas produktif juga ekonomis selama di rumah . Syukur – syukur juga dapat menjadi pemasukan bagi ekonomi keluarga.

Pilihlah bidang usaha yang sesuai dengan passion anda. Berwirausaha  berbekal passion dan kecintaan pada apa yang dikerjakan akan melahirkan konsistensi dan kepuasaan tersendiri. Itulah saat dimana hobi anda kemudian menjadi pundi pundi rupiah untuk keluarga.

Bagi ibu karir yang biasanya hang out ke mall dan berbelanja pakain limited edition nan kekinian; cobalah kini mulai menjadi penjual pakaian, semisal berbisnis daster, lantaran kini ibu – ibu dan perempuan lainnya juga banyak  beraktifitass di rumah saja. Sehingga menjadikan daster sebagai seragam kebanggan melebihi seragam dinas PNS.

Tak harus menjadi owner dengan modal besar dan resiko yang lumayan. Cukup mengawalinya menjadi reseller lalu manfaatkan saluran media sosial anda sebagai wahana distribusion channel produk anda. Ingat! disipilinlah dalam mengelola keuangan dagangnya. Jangan melulu uang usaha dicampur adukkan dengan uang belanjaan sayur ayem dan ayam kampung. Belajarlah menggunakan aplikasi gratis yang dapat anda unduh di gawai anda sebagai alat untuk catatan keuangan dagang.

Terlepas dari rutinitas rebahan yang kini menjadi rukun hidup berbangsa dan bernegara; tentu masih banyak lagi aktifitas yang solutif untuk mengisi waktu para perempuan karir kala di rumah saja. Selagi aktifitas itu bermanfaat dan membuat diri anda bahagia maka lakukanlah moms. Percayalah, bahwa menjadi ibu di rumah sekaligus perempuan karir adalah hal yang mulia. Jangan patah arang, jangan juga berpangku tangan. Sebagaiman petuah penyanyi kondang Nicki Minaj “terkadang anda harus menjadi cantik dan buas.” Hauuuum. (Editor : Vika )

Bagikan
Comments
  • Kurnia zawal

    Keren bagus, mudah dicerna dan tidak membosankan bahasanya

    September 3, 2020
  • Reda

    Kereen mas Ega. Sepertinya mesti coba juga nihjadi mompreneur. Bisa gak ya ?

    September 10, 2020
Post a Comment