f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
artis

Menimbang Kembali Menjadi “Bucin” Artis Idola

Euforia keriuhan BTS Meal masih meninggalkan cerita yang indah dan menyedihkan bagi ARMY, sebutan fans boyband /artis Korea BTS. Bagaimana tidak menyedihkan, boxset BTS meal yang harganya mulai Rp 50.000.-, hanya tersedia terbatas. Akibatnya tak semua ARMY di Indonesia kebagian.

Namun ada yang luar biasa bagi ARMY yang tidak kebagian tadi, karena masih dapat membeli bungkus bekasnya saja. Bungkus bekasnya laku terjual mulai dari harga ratusan ribu hingga jutaan rupiah—bahkan  di marketplace ada yang menawarkan dengan harga Rp 599 juta. Bungkus bekas coba! Isinya 1 gelas (tanpa tutup), 1 box chicken nugget (tanpa isinya pastinya, namanya juga bekas), dan 1 kantong kertas McD BTS Menu. Wuiiih!

Situasi tersebut menggambarkan kondisi obyektif situasi emosional batiniah para remaja Indonesia. Kadang kalau dinalar logika, yaa nggak masuk juga—bagi saya. Entahlah apakah remaja-remaja tersebut memang sudah masuk “bucin” atau budak cinta artis idolanya atau hanya ikut-ikutan teman-temannya yang lebih dahulu menjadi ARMY.

***

Pernah ramai juga diberitakan media massa pada awal tahun 2015, saat para fans artis K-POP yang antri membeli tiket dan tentunya berdesakan masuk gedung pertunjukan K-POP B1A4 konser di Malaysia . Yang menjadi ramai adalah “fans service” yakni ciuman di dahi dan pelukan dari belakang oleh personil boyband kepada gadis-gadis remaja berkerudung.

Dulu saya juga pernah menyukai boysband luar NKOTB (hahaha, ketahuan usia yang nulis, ya). Saat itu penyanyi Korea belum seperti sekarang digandrunginya. Namun saya tidak bucin-bucin sekali. Begitu pula teman-teman perempuan seangkatan saya. Paling poster, mereka tempel di kamar atau mengoleksi kaset-kasetnya. Sudah, itu saja. Apa beda zaman beda gaya, ya? 

Saya jadi teringat kisah masyhur Layla Majnun, yakni seorang gadis Layla dan Qais yang jatuh cinta satu sama lain saat masih sama-sama remaja. Namun kasih mereka tak sampai. Qais tak mendapatkan persetujuan ayah Layla. Pada akhirnya Layla dinikahi saudagar kaya dari suku Thaqif di kota Ta’if. Akibatbta Qais patah hati dan pergi menuju hutan. Itulah mengapa Qais mendapat sebutan majnun alias gila.

Baca Juga  Krisis Kepercayaan Guru

Ketika Layla wafat dalam kondisi cinta membuncah di dada menahan rasa rindunya kepada Qais. Mendengar kematian sang kekasih hati Qais pun menziarahi pusara Layla hingga kematian menjemputnya. Akhirnya Qais pun dimakamkan berdekatan dengan Layla, simbolis cintanya yang lekang oleh waktu.  Qais tak dapat move on dari seorang Laila hingga akhir hidupnya. Relevan pepatah “Cinta Itu Buta”. Dan hal ini pernah Nabi Muhammad Saw. sabdakan. Dari Abu Darda r.a. bahwa “Kecintaanmu kepada sesuatu membuatmu buta dan tuli.” [HR Abu Dawud]

***

Jadi Saudara, cinta yang membuat buta akan menyebabkan si pecinta tak bisa melihat kejelekan yang dicintai serta membuat tuli. Akibatnya orang yang jatuh cinta tak mau mendengar apa pun kejelekan yang dicintai sebab cinta telah merasuki seluruh relung hingga palung hati si pecinta.

Karena itu wahai para remaja-remaja perempuan maupun laki-laki, coba dipilah-dipilih siapa orang yang layak dicintai betul. Jangan sampai menyintai atau mengidolakan siapapun orangnya, artis ataupun tokoh-tokoh terkenal lainnya, ingat sabda Rasulullah Saw. bahwa “Seseorang akan bersama dengan yang dicintainya. (HR Bukhari).

Mari renungkan lebih mendalam. Kita timbang-timbang kembali. Sudah benarkah mengidolakan artis-artis luar atau dalam negeri sekalipun. Jangan sampai yang kita idolakan adalah jauh dari kriteria figur Islami. Sudah pada paham, kan?  Islam sudah sempurna mengajarkan tata cara bergaul dan adab dalam bermuamalah termasuk kepada lain jenis. Pilih mana? Mendapat pelukan dan ciuman uswatun hasanah kita, afdhalul makhluqat (sebaik-baik makhluk), Nabi Muhammad Saw. atau Siti Aisyah r.a.? Atau sama artis idola yang bukan mahram?

***

Jangan sampai terjerumus menjadi seperti groupies di Barat sana, yakni fans garis keras para penggemar grup musik idolanya. Pada tingkatan tertentu para groupies selalu ingin berdekatan dengan idolanya. Beda dengan fans yang memang hanya senang menghabiskan waktunya mendengarkan musik sang idola. Ingat sabda Nabi Muhammad Saw. dari Ibnu Umar r.a.: “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk darinya”. (HR. Abu Daud)

Baca Juga  Pentingnya Muhasabah Terhadap Diri Sendiri

Mari kita kembali kepada selayaknya seorang muslim dan muslimah yang berakhlak dan beradab sesuai tuntunan dan syari’at Islam.  Bergaul sepantasnya, menyintai sewajarnya. Masak sampai harus membeli bungkus makan khas artis idola hingga harus mengeluarkan uang hingga angka yang tak termimpikan oleh saya sekalipun untuk membelanjakannya.

“Iri, bilang, Boss!” kata kalian yang punya duit dan fans garis keras. Ya, sudah kalau itu pilihan kalian menjadi bucin artis idola. Dengan menulis ini sudah gugur kewajiban saya “menyampaikan walau satu ayat”. Hidup memang pilihan, petunjuk kebaikan sangat berlimpah di Al Qur’an, Hadis maupun kitab ulama salafunashsholih yang guru-guru agama ajarkan kepada kita—termasuk pelajaran prilaku dan adab terhadap orang yang kita cintai dan idolakan. Yuk, ngaji.

*) Suzan Lesmana

Bagikan
Post a Comment