f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
pasangan egois

Menghadapi Pasangan Egois Ala Pak Irud

Berbicara tentang membina hubungan antara suami-istri memang tidak mudah. Menyatukan dua karakter yang berbeda tentu menjadi tantangan dalam setiap pernikahan. Apalagi jika bertemu dengan pasangan yang memiliki ego tinggi. Bagaimana seharusnya kita menghadapinya?

Khiruddin Bashori, Dosen Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), membahas ciri-ciri pasangan yang egois dan cara mengatasinya. Ia menyampaikan di kanal youtubenya IRUTV pada Kamis (31/12).

Lima Ciri Pasangan Egois

Pertama, biasanya orang yang egois itu fokusnya pada diri sendiri.

Kedua, sulit untuk menerima masukan ada saja alasannya jadi seolah-olah dia tidak mau di bawah orang lain. Orang yang egois sangat sulit untuk berbesar hati. Itu yang harus kita koreksi dalam diri kita ada tidak kecenderungan seperti itu.

Ketiga, kalau itu pasangannya kadang kurang memperhatikan minat pasangan, apa yang menjadi hobi pasangan, dan apa yang menjadi passion pasangannya. Lagi-lagi dia hanya berfokus pada diri sendiri dan orang lain harus menyesuaikan apa yang dia suka. Dia merasa nyaman kalau orang lain memenuhi seperti apa yang dia mau. Sementara kalau orang lain tidak memenuhi apa yang dia mau, dia menjadi tidak nyaman. Padahal hal yang tidak nyaman itu ketika dia tidak mau menenggang perasaan, minat, atau situasi yang dialami orang lain.

Keempat, susah untuk bilang terimakasih. Karena dia merasa paling bener, paling diatas, dan paling dihargai. Apalagi bilang minta maaf. Memang egois dengan sombong itu kakak beradik jadi kita harus berhati-hati dengan hal ini.

Kelima, susah mengekpresikan rasa sayangnya kepada pasangannya. Dia juga kesulitan mungkin kepada yang lain, mendengarkan, mengapresiasi, menunjukkan kepedulian, dan lainnya.

Orang Egois seperti Orang yang Telinganya Tersumbat

“Suatu ketika Rasullullah Muhammad saw dalam Riwayat Bukhori dan lainnya, mengatakan sesudahku nanti kamu akan melihat orang yang sukanya mementingkan dirinya sendiri (egois). Lalu apa nasehatnya nabi, maka bersabarlah sampai nanti kamu ketemu saya (Nabi) di surga,” kata Irud.

Baca Juga  Pasangan Hidup dalam Kacamata Agama

Maka dalam surat Luqman ayat 7, lanjut dia, Allah menggambarkan orang yang seperti itu seperti orang yang telinganya tersumbat. Jadi kalau dibacakan ayat-ayat Allah dia berpaling dan merasa lebih tau seolah-olah dia tidak mau mendengar. Maka beri kabar gembira dengan adab yang pedih.

“Memang kalau menghadapi situasi yang seperti itu sangat tidak enak maka sabarnya tadi harus tingkat dewa. Karena situasi seperti itu tidak nyaman. Dan tidak hanya pasangan bisa jadi anak, teman, saudara, bisa siapa saja,” jelasnya.

Menghadapi Pasangan yang Egois

Pertama, sabar. Karena Allah menjanjikan surga bagi orang-orang yang sabar.

Kedua, speak up. Bicarakan apa yang kita rasakan kita pikirkan dan diskusikan. Diskusi untuk mencari solusi untuk kebaikan bersama. Sampaikan dengan bahasa yang baik dan di momentum dan mood yang baik.

Ketiga, memahami sembari mencoba mencari tau darimana datangnya sikap egois pasangan. Yang kemudian solusinya menyesuaikan setelah tahu alasannya.

Keempat, mengurangi kebiasaan untuk mengalah. Karena kalau terus mengalah pasangan bisa terus menekan dan yang mengalah akan tertekan. Kalaupun harus mengatakan tidak ya katakana tidak. Bersikap lebih lugas dan asertif dan membangun kesetaraan.

Kebahagiaan lahir dari hati yang memberi, bukan dari pikiran yang mementingkan diri sendiri.

Tonton video selengkapnya di https://www.youtube.com/watch?v=dGT-LNZH3ik

Bagikan
Post a Comment