f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
kartini

Mengapa Nama Kartini Begitu Istimewa?

Setiap tanggal 21 April kita akan menemukan fenomena-fenomena unik seperti kontes kecantikan, anak-anak sekolah yang memakai kebaya, acara-acara budaya, festival budaya dan masih banyak lagi. Hal tersebut merupakan salah satu wujud peringatan rakyat Indonesia terhadap perjuangan wanita yang bernama Kartini.

Walaupun sebenarnya nilai-nilai perjungan Kartini tak sepenuhnya terselip dalam kegiatan-kegiatan tersebut. Tanggal 21 April adalah peringatan hari Kartini setelah keluar SK Presiden RI nomer 108, 2/5/1964. Tanggal lahirnyaadalah hari nasional.

Sebenarnya apa jasa Kartini ke Indonesia? Perjuangan seperti apa yang telah ia lakukan sehingga setiap hari peringatannya selalu ada perdebatan bagi beberapa kalangan. Ia merupakan sosok wanita yang teralhir di tengah-tengah keluarga bangsawan Jawa. Ia lahir pada tanggal 21 April 1879 dan wafat pada tanggal 17 September 1904.

***

Ia merupakan anak dari RMAA Sosroningrat dengan MA Ngasirah. Ayahnya merupakan seorang bangsawan yang berpikiran maju. Dia memberikan pendidikan Barat kepada seluruh anak-anaknya karena adanya kesadaran akan pentingnya ilmu pengetahuan demi kemajuan bangsa dan negaranya.

Sampai usia 12 tahun, Kartini mendapat pendidikan di ELS (Europese Lagere School) di mana ia mendapat pelajaran Bahasa Belanda. Ia juga banyak membaca surat kabar yang terbit di Semarang yaitu De Locomotief. Di samping itu, dia juga sering mengirimkan tulisannya kepada majalah wanita yang terbit di Belanda yaitu De Hollandsche Lelie.

Di samping membaca majalah, Kartini juga membaca buku Max Havelaar dan Surat-surat Cinta karya Multatuli, lalu De Stille Kracht karya Louis Coperus, dan sebuah roman anti perang yang berjudul Die Waffen Nieder karya Berta Von Suttner.

***

Kartini sebenarnya memilki cita-cita melanjutkan sekolahnya di Belanda, akan tetapi karena ada larangan dari ayah dan keluarganya serta adanya budaya-budaya Jawa yang mengikat membuat mimpi sekolah di Belanda lenyap.

Baca Juga  Surat untuk Kartini: Perbandingan Masa lalu dan Masa Kini

Kartini yang pandai dan mahir bahasa Belanda sering kali berkorespondensi dengan teman-temannya yang berasal dari Eropa. Korespodensinya dengan Stella Zeehandelaar membuat wawasan kartini tentang dunia dan ilmu pengetahuan meningkat. Hal inilah yang mendorong ia untuk memajukan kaum wanita Indonesia yang saat itu berada dalam status sosial yang sangat rendah.

Dalam surat-menyuratnya dengan Stella Zeehandelaar, Kartini menceritakan keadaan-keadaan kaum wanita yang ada di tanah Jawa yang mana mendapat perlakuan dan hak yang berbeda dari kaum adam. Adanya hukum adat, juga semakin menjerat kaum wanita. Kartini juga mengkritisi praktek poligami oleh kaum bangsawan.

***

Dalam surat-surat tersebut Kartini juga menuangkan ide-idenya untuk meningkatkan derajat bangsa, solidaritas sosial, dan persatuan kaum muda. Menurut Kartini jalan untuk mengatasi persoalan tersebut adalah dengan pendidikan. Ia menyadari bahwa kemiskinan, keterbelakangan, dan kebodohan berasal dari ketidaktahuan masyarakat tentang cara menghadapinya.

Kartini beranggapan bahwa pendidikan mutlak dibutuhkan untuk membuka cakrawala pemikiran bangsa ini dan sekaligus memberdayakan rakyat untuk kesejahteraan dan kemakmurannya sendiri. Oleh karenanya ia kemudian sangat antusias mendirikan sekolah khususnya sekolah wanita.

Surat-surat Kartini dengan Stella Zeehandelaar kemudian dikumpulkan dan dibukukan oleh JH Abendanon, dengan judul Door Duisternis tot Licht. Buku ini telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Armin Pane dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang.

Pada tahun 1911 buku tersebut menjadi bacaan di kalangan akademisi. Buku tersebut menuntun mereka dalam melihat arah kemajuan masa depan. Pemikiran Kartini pada saat itu menjadi dasar gerakan antikolonial yang menyuarakan kritik atas feodalisme dan kolonialisme sebagai penghambat kemajuan masyarakat jajahan Hindia-Belanda.

***

Pada masa kontemporer sekarang ini banyak perdebatan dan kritik terkait sosok Kartini. Beberapa pihak menanyakan kenapa Kartini di spesial kan, padahal banyak tokoh yang lebih hebat perjuangannya melalui jalan perlawanan dan gerakan-gerakan sosial lainnya pada masa kolonial.

Baca Juga  Idealisme dan Keputusan Etis Kartini Mau Dipoligami

Pada masa sekarang muncul ejekan kepada Kartini, seperti dia pejuang poligami tapi akhirnya dipoligami, ada yang menyudutkannya sebagai seseorang yang insyaf karena memandang sebelah mata agama Islam namun tobat setelah bertemu KH. Sholeh Darat, ada juga yang menyatakan dia terpengaruh paham Freemason dan liberal. Ada juga yang mengatakan sebagai alat politik Kolonial.

Berbicara mengenai perdebatan tentang sosok Kartini memang tidak akan ada habisnya. Sebenarnya ketika ketika menelaah lebih dalam lagi kenapa sosok Kartini lebih menonjol dari pada tokoh wanita lainya ada beberapa faktor. Faktor tersebut sebagai berikut:

  • Studi sejarah tentang wanita di Indonesia masih minim

Adanya konsep “sejarah adalah milik para penguasa”, jadi arsip tentang Indonesia dulu, dibuat oleh pihak Belanda. Sampai sekarang pun 26 ribu manuskrip Indonesia masih tersimpan di Universitas Leiden Belanda.

  • Adanya pemikiran bahwa Kartini merupakan alat politik etis Belanda
  • Adanya Jawasentrisme dalam sistem politik Indonesia setelah kemerdekaan

Terlepas dari sosok Kartini yang sekarang abu-abu dengan penuh konspirasi dan perdebatannya, tulisan-tulisan Kartini telah menjadi api semangat dan sumber inspirasi perjuangan generasi berikutnya. Surat-surat tersebut merupakan buah pikiran dan cerminan kondisi sosial kaum perempuan pada zamannya.

Hal tersebut merupakan sumber otentik yang tak tergantikan. Maka daripada saling memperdebatkan peran dan pengaruh Kartini, ada baiknya mengambil poin-poin hikmah dari kisah dan pemikiran-pemikirannya. Kita juga harus terus memperkaya deretan kisah-kisah perjuangan perempuan Indonesia dengan ragam kisah inspiratifnya, bukan dengan menyisihkan peran perempuan satu sama lain.

Bagikan
Post tags:
Post a Comment