f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
vitamin A

Mengapa Anak Kita Butuh Vitamin A?

Pada bulan Februari dan Agustus setiap tahunnya ditetapkan sebagai bulan pemberian Vitamin A. Ini merupakan program rutin dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pemberian vitamin A pada balita sudah mulai dilaksanakan sejak tahun 1978 dengan tujuan awal pada saat tersebut adalah untuk mencegah anak dari kebutaan. Saat ini pemberian suplementasi vitamin A pada balita diperlukan juga untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak dari berbagai penyakit.

Vitamin A merupakan salah satu vitamin yang tidak bisa diproduksi oleh tubuh kita sehingga harus dipenuhi kebutuhannya dari luar. Sumber Vitamin A dari makanan yaitu bisa berasal dari protein hewani yaitu ikan, hati ayam, daging, telur juga bersumber dari berbagai sayur sayuran dan buah buahan yang bewarna seperti wortel, brokoli, bayam, semangka, mangga, pepaya, tomat dan sebagainya.

 Vitamin A atau Retinol merupakan salah satu vitamin yang berperan sangat penting dalam perkembangan dan kinerja berbagai organ tubuh, seperti mata, kulit, pertumbuhan, dan sistem kekebalan tubuh. Fungsi utama suplemen vitamin A adalah untuk mencegah dan mengobati defisiensi (kekurangan) vitamin A berupa mencegah rabun senja, xeroftalmia, kerusakan kornea dan kebutaan. Vitamin A terlibat dalam pembentukan, produksi, dan pertumbuhan sel darah merah, sel limfosit, antibodi juga integritas sel epitel pelapis tubuh. Vitamin A juga bermanfaat pada ibu nifas atau ibu menyusui. Berbagai bukti ilmiah menunjukkan suplementasi vitamin A bermanfaat menurunkan angka kematian sebesar 24% dan kematian terkait diare sebesar 28%.

Berdasarkan fakta tersebut, maka Badan Kesehatan Dunia WHO merekomendasikan pemberian suplementasi vitamin A dengan dosis sebesar 100.000 U (kapsul bewarna biru) pada bayi usia 6-11 bulan, dan vitamin A dosis 200.000 U (kapsul bewarna merah) tiap 6 bulan pada anak usia 12-59 bulan. Untuk di Indonesia diberikan setiap bulan Februari dan Agustus.

Baca Juga  Peran Ibu dalam Melepas Rantai Toksik Kekerasan

Selain diberikan rutin, maka Vitamin A ini juga diberikan pada penderita campak. Dari banyak penelitian didapatkan bukti bahwa Vitamin A dapat menghambat replikasi (penggandaan) virus campak dengan peningkatan respons imun tubuh. Dianjurkan pemberian dua dosis Vitamin A pada semua anak yang menderita campak.

Mengapa perlu diberikan Vitamin A pada penyakit campak? Karena salah satu gejala penyakit campak adalah bisa menyerang mata yaitu berupa mata merah atau konjungtivitis. Dengan pemberian Vitamin A juga dapat mengurangi risiko munculnya komplikasi dan kematian, serta perbaikan perawatan yang lebih cepat. Adapun dosis vitamin A untuk anak berdasarkan usianya : Usia 0-6 bulan : 50.000 IU/hari selama 2 hari, usia 6-11 bulan : 100.000 IU/hari selama 2 hari, dan usia di atas 12 bulan : 200.000 IU/hari selama 2 hari.

Pada anak dengan gizi buruk juga perlu suplementasi Vitamin A. Karena semua bayi atau balita dengan gizi buruk mengalami kekurangan berbagai vitamin dan mineral. Berdasarkan rekomendasi terbaru dari Kementerian Kesehatan dan Unicef, apabila anak balita gizi buruk mendapat mendapat RUTF (Ready to Use Therapetic Formula, dengan komposisi sesuai dengan rekomendasi WHO), tidak perlu diberikan suplementasi zat gizi mikro.

Suplementasi Vitamin A tetap diberikan bila ada tanda-tanda defisiensi Vitamin A atau menderita campak dalam 3 bulan terakhir. Akan tetapi apabila anak balita gizi buruk diberikan Formula 100 (F100) yang dibuat sendiri, maka suplementasi zat gizi mikro perlu diberikan. Pemberian Vitamin A pada anak yang mengalami gizi buruk adalah diberikan 3 kali. Yaitu hari ke-1, hari ke-2, dan 2-4 minggu setelah dosis kedua.

Cara pemberian Vitamin A pada balita adalah dengan memotong ujung kapsul dan meneteskan isi kapsul seluruhnya ke dalam mulut anak. Sedangkan bila anak sudah bisa menelan kapsul, dapat diberikan langsung satu kapsul untuk diminum. Untuk ibu nifas atau menyusui maka pemberian suplementasi Vitamin A segera pada saat setelah melahirkan. Dengan meminum 1 kapsul merah dan kemudian meminum satu kapsul merah lagi berjarak 24 jam setelah meminum kapsul pertama.

Baca Juga  Anak Demam; Kapan Harus Ke Dokter?

Nah Rahmania, apakah anaknya sudah mendapatkan suplementasi Vitamin A? Saat ini adalah bulan Februari bertepatan dengan bulan pemberian Vitamin A tersebut. Bila belum, segera bawa bayi atau anaknya ke Posyandu, Puskesmas, Rumah Sakit atau ke praktik dokter ya.

Bagikan
Post a Comment