f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
stroke

Menghindari Stroke di Usia Muda

Dalam kehidupan sehari-hari sering kali kita mendengar istilah penyakit stroke, baik di lingkungan sekitar, media maya, maupun media cetak. Akan tetapi apakah stroke itu sebenarnya?. Stroke menurut World Health Organization merupakan disfungsi otak yang terjadi secara tiba-tiba akibat sirkulasi darah ke otak yang tidak normal, disertai dengan gejala dan tanda klinis fokal dan sistemik, dapat berlangsung selama lebih dari 24 jam bahkan dapat mengakibatkan kematian. Semakin tua usia seseorang semakin besar pula resiko untuk terkena stroke. Untuk lebih mudahnya stroke merupakan penyakit yang disebabkan karena kurangnya suplai darah dan oksigen pada jaringan otak sehingga dapat menimbulkan kematian jaringan otak.

Menurut data dari World Health Organization (WHO) atau Badan Kesehatan Dunia, terdapat lebih dari 13,7 juta kasus stroke yang dinyatakan per tahun. Secara global, dengan rasio sebesar 1 dari 4 penduduk yang berusia di atas 25 tahun akan mengalami stroke. Setiap tahun sekitar 60% dari seluruh kasus stroke menyerang orang berusia di bawah 70 tahun.

Di era modern ini banyak penyakit serius yang menyerang kalangan muda, penyakit stroke ini adalah salah satunya. Mayoritas penderita penyakit ini di kalangan anak muda tidak memiliki gejala dan merasa dirinya sehat, akan tetapi tiba-tiba saja terkena stroke. Hal ini disebabkan karena banyak faktor seperti gaya hidup yang tidak sehat, makan makanan yang tidak sehat, jarangnya olahraga dan banyaknya polusi di lingkungan menjadi beberapa penyebab terjadinya penyakit tersebut. Oleh karena itu, kita harus berusaha untuk melakukan hidup sehat dengan menerapkan 6 hal ini, antara lain;

1. Istirahat yang cukup dan kurangi begadang

Waktu ideal durasi tidur untuk orang dewasa adalah 7-8 jam pada malam hari. Tidur bukan hanya soal durasi, melainkan kualitas juga. Apabila tidur kita berkualitas, tubuh akan terasa segar ketika bangun pada pagi hari. Jam biologis tubuh untuk tidur bukan mengikuti rencana yang kita buat, melainkan mengikuti perubahan dari siang ke malam. Berkas cahaya akan turun atau meredup ketika malam hari sehingga memberi sinyal ke otak untuk melepas hormon melatonin. Hormon ini lazimnya diproduksi ketika malam hari sehingga membuat kita mengantuk.

Baca Juga  Kenali Gejala dan Penyebab Kolik pada Bayi
2. Hindari telat makan atau menunda makan

Gaya hidup terutama pola makan memiliki pengaruh yang besar terhadap risiko kita terkena penyakit stroke. Beberapa jenis makanan yang dapat menjadi pemicu penyakit stroke perlu untuk dibatasi konsumsinya. Seperi contohnya makanan yang tinggi dengan lemak jenuh, lemak trans, serta tinggi gula dan garam harus dikurangi karena dapat menyebabkan obesitas, hipertensi dan juga meningkatkan kadar kolestrol.

3. Olahraga secara rutin

Olahraga memiliki kontrisbusi untuk menurukan berat badan, menambah massa otot, dan menurunkan tekanan darah. Luangkan waktu selama 10-25 menit saja setiap pagi untuk melakukan olahraga. Jenis olahraga yang dilakukan pun bebas dapat disesuaikan dengan dengan kesukaan tiap orang. Namun jika memiliki kesibukan dan jam kerja yang padat jalan pagi disekitar lingkungan dapat menjadi solusi terbaik untuk tetap bisa berolahraga tanpa menggangu rutinitas bekerja. Apabila tidak bisa dilakukan pada pagi hari, bisa juga dilakukan pada malam hari sebelum tidur. Seperti melakukan workout sebelum tidur untuk merilekskan otot-otot yang tegang karena bekerja seharian. Namun untuk malam hari tidak disarankan untuk melakukan olahraga yang berat karena dapat mengganggu kualitas tidur.

4. Menghindari merokok

Rokok memiliki kandungan zat beracun yang banyak, seperti karbon monoksida, sianida, dan nikotin. Ketika menghirup asap rokok, zat kabon monoksida akan masuk dari paru-paru dan disebarkan ke seluruh tubuh melalui aliran darah yang akan menurunkan jumlah oksigen yang terkandung dalam darah, sedangkan nikotin dapat menyebabkan jantung berdetak lebih cepat dari biasanya dan meningkatkan tekanan darah. Selain itu zat-zat beracun yang ada pada rokok juga dapat meningkatkan resiko penempelan trombosit (keping darah) yang dapat menimbulkan sumbatan di pembuluh darah. Kondisi inilah yang dapat meningkatkan resiko stroke. Berhenti untuk merokok merupakan salah satu perubahan gaya hidup yang paling kuat untuk dapat membantu mencegah resiko penyakit stroke secara signifikan.

Baca Juga  Manfaatkan Bumbu Dapur untuk Kesehatan
5. Rajin meminum air putih

Air putih memiliki khasiat yang sangat luar biasa bagi tubuh manusia, seperti yang kita ketahui bahwa sekitar kurang lebih 80% tubuh manusia terdiri dari air terutama dua bagian yang penting ini, yakni darah dan otak. Kita disarankan untuk meminum dua gelas air putih setelah bangun tidur. Fungsinya adalah untuk membantu mengaktifkan organ di dalam tubuh yang telah semalaman beristirahat. Minum air putih di waktu-waktu tertentu juga dapat membantu menurunkan tekanan darah, mencegah kram otot, serta menurunkan resiko terkena stroke dan serangan jantung.

6. Rajin cek tekanan darah

Tekanan darah yang tinggi merupkan pemicu utama terjadinya penyakit stroke. Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan cek tekanan darah secara rutin. Jangan sampai tekanan darah berada pada angka 120/80 apabila mencapai lebih dari angka tersebut segeralah untuk berkonsultasi dengan dokter. Pengukuran tekanan darah dapat dilakukan sendiri di rumah atau yang biasa disebut denga Pengukuran Tekanan Darah di Rumah (PTDR). PTDR ini mudah untuk dilakukan secara mandiri oleh orang awam karena menggunakan alat ukur digital.

Nah, 6 hal di atas cukup mudah untuk dilakukan, namun juga sulit secara bersamaan. Oleh karena itu usahakan untuk melakukan aktivitas dan mengonsumsi makanan yang sehat meski sekecil apapun untuk menjaga kesehatan badan dan terhindar dari penyakit. Seperti kata pepatah lebih baik mencegah sebelum mengobati.

Bagikan
Post a Comment