f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
dokter

Supaya Perempuan Nyaman Memeriksakan Penyakit Organ Intim ke Dokter Laki-Laki

April lalu, terdapat konten Tiktok dari dr. Kevin Samuel yang bikin banyak wanita bertanya-tanya kala memeriksakan diri ke dokter. Sebagai sesama dokter dan sesama manusia, saya turut menyesal atas kelakuan saudara sejawat saya itu. Tetapi, siapa coba yang bisa menghindar dari pikiran kotor seperti yang Mas Kevin upload di Tiktok-nya itu? 

Sayangnya perasaan menggebu-gebu dan gatal membuat konten yang bisa jadi perhatian publik lebih menjadi sebuah prioritas daripada perasaan publik akibat konten tersebut. Pun kelak jika kontennya menyinggung banyak orang, ya tinggal klarifikasi, seperti yang sudah Mas Kevin lakukan dulu. 

Tenang, saya tidak akan nge-roasting Mas Kevin kok, soalnya sudah banyak yang mewakili, utamanya Mas Tirta and the gang. Cukuplah suara kakak-kakak saya itu mengingatkan. 

Berhubung banyak warganet perempuan yang jadi takut memeriksakan keluhan organ intim ke dokter gara-gara ulah saudara saya itu. Ada baiknya saya memberikan saran supaya Anda sekalian sebagai perempuan merasa nyaman dan aman ketika berkunjung ke dokter laki-laki untuk memeriksakan area kemaluan. Dalam tulisan ini, saya menyebut pasien sebagai mitra, ya supaya lebih rileks dan mitra menjadi bagian dalam penyembuhan suatu penyakit, bukan hanya usaha dokternya semata. 

***

Pertama, jika Anda perempuan dan berkunjung ke dokter laki-laki, Anda wajib membawa suami (bagi yang sudah punya). Kalau belum ya monggo bawa adik, kakak, ibu, pokoknya siapa saja yang dekat dengan Anda, tidak harus sama-sama perempuan. 

Hal ini wajib Anda lakukan apalagi kalau sakit atau keluhan yang Anda derita terkait dengan area kewanitaan, seperti alat kelamin atau payudara. Ini akan memudahkan dokter untuk meminta izin melakukan pemeriksaan. Kelak, kami akan nyaman untuk bertanya ketersediaan Anda untuk diperiksa, sekalian ketersediaan suami. 

Baca Juga  Saya OTG (2) : Maaf, Saya Tetap Percaya Dokter

Bukannya apa, dokter laki-laki yang bertugas biasanya tidak mau memeriksa organ-organ kewanitaan tanpa ada teman. Nah, maka dari itu akan sangat memudahkan jika Anda bawa suami atau saudara dekat lain. Nanti dokternya bakal ijin betul-betul ke suami Anda kalau mau periksa. Pun kalau dokternya macam-macam ke Anda, Suami bisa langsung tancap gas buat gelut. Tapi tenang, kami sudah mendapat pendidikan supaya profesional kok. 

***

Dalam pendidikan mereka sehari-hari, dokter harus meminta izin atas semua hal untuk mitranya. Untuk tindakan yang lebih invasif macam operasi kecil seperti sunat, bahkan wajib ada pernyataan tertulis dari mitra sebagai bukti bahwa mitra setuju dan menjadi alat bukti perlindungan dari dokter. Jadi gaes, dokter itu cukup hati-hati kok atas yang mereka lakukan. Soalnya takut juga kalau kenapa-napa.

Nah, selain membuat Anda nyaman dan rileks, dengan membawa teman, dokter juga lebih merasa aman kalau ada yang mengawasi saat dia melakukan tindakan. Maksudnya, apa yang dilakukan dokter juga akan dinilai oleh teman Anda bahwa tindakan tersebut memang dilaksanakan sesuai prosedur dan semata-mata untuk memastikan kondisi pada mitra tersebut. 

Lha namanya dokter kan juga manusia, dia juga takut kalau dituduh yang enggak-enggak, sama kayak perasaan mitra yang takut diapa-apain. 

Nah, bagaimana kalau Anda tidak membawa suami atau teman dekat? Maka dokter secara otomatis akan memanggil perawat atau admin perempuan untuk menemani proses pemeriksaan Anda. Sekali lagi, kami juga memiliki ketakutan kok.  

***

Kedua, pilihlah dokter yang Anda rasa cocok, kecocokan ini akan memudahkan Anda untuk membina hubungan dengan dokter, begitupun sebaliknya. Jika hubungan yang terjalin bisa saling menguntungkan, maka dokter akan lebih nyaman untuk memeriksa dan mengatakan yang dia ketahui tentang keluhan Anda. Simpelnya, kalau Anda lebih nyaman dengan yang umurnya hampir sama dengan Anda, ya monggo datang ke sana, selaras dengan hal tersebut, kalau Anda nyaman dengan yang lebih tua, maka silahkan demikian.

Baca Juga  Sembuh dari Penyakit Berat dengan Jurus Sehat Rasulullah

Pun kalau dokter tersebut teman Anda sendiri dan Anda tidak nyaman, ya sudah pergi ke lain saja. Hal ini cuma tentang kenyamanan saja kok. Teman Anda yang dokter tersebut agaknya juga enggan kalau sampai tahu penyakit yang Anda derita, apalagi terkait organ intim. Tetapi kalau Anda sendiri sudah nyaman dan hal ini bukan menjadi masalah, ya tidak apa-apa. 

Nah, untuk penyakit lain yang bukan area sensitif, monggo tanya teman dokter Anda sampai mampus. Mereka itu memang dididik supaya bisa menjawab pertanyaan masyarakat, dari pertanyaan remeh temeh sampai pertanyaan yang kompleks, juga terkait urusan nyawa. Jika dibalasnya lama, harap maklum, mungkin sedang sibuk atau mungkin sedang lupa, jadi masih cari-cari di internet dulu, hehe. 

Tanya saja ya sesukanya, sia-sia nanti sekolah mereka kalau nggak kalian manfaatkan. Itung-itung daripada mereka kurang kerjaan dan bikin konten Tiktok yang tidak-tidak, bukan?

Bagikan
Post a Comment