f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
sabar dan ikhlas

Menanamkan Sabar dan Ikhlas dalam Diri

Rahmania, sudahkah di antara kita menerapkan sikap sabar dan ikhlas hari ini?

Sifat sabar maupun ikhlas hanyalah merupakan sebuah kata. Namun kedua kata tersebut, di dalam kehidupan, sering terlupakan atau terabaikan oleh kita. Kenapa demikian? Jika kita renungi, dalam kehidupan sehari-hari, tanpa kita sadari, segala persoalan yang kita hadapi telah membuat kita lupa bagaimana untuk tetap bersikap sabar dan juga ikhlas.

Memaknai Kesabaran

Kesabaran sendiri merupakan bagaimana kita dalam menahan emosi dan juga keinginan. Dalam artian pertahanan diri kita dalam situasi sulit yang sedang kita alami dengan tidak mengeluh. Hal ini juga merupakan bentuk kemampuan kita dalam mengendalikan diri.

Sabar juga dipandang sebagai sikap yang memiliki nilai tinggi serta mencerminkan jiwa yang kokoh bagi orang yang sabar tersebut. Pentingnya sabar sendiri merupakan salah satu tingkatan maqamat (kedudukan seorang hamba di hadapan Allah) yang pasti dilalui setiap manusia yang beriman. Karna setiap manusia yang berjuang di jalan Allah akan melalui jalan tersebut dengan sabar dan ikhlas.

Dalam kehidupan sehari-hari, sabar mempunyai artian yang cukup luas. Sikap tersebut tidak hanya dilakukan ketika kita sedang ditimpa musibah saja; tetapi apapun kegiatan kita, baik dalam pekerjaan maupun yang lainnya, harus kita jalani dengan penuh kesabaran.

Meski demikian, sabar dalam menghadapi suatu permasalahan hidup merupakan hal yang mendominasi. Oleh karenanya senjata yang paling ampuh adalah kesabaran.

Saking pentingnya sikap sabar dalam kehidupan tiap manusia, Allah Swt menyebutkannya dalam Al-Qur’an sebanyak 70 kali dan ada ungkapan yang diperuntukkan bagi mereka yang sabar sebanyak 16 kali. Salah satunya pada Q.S. Al-Baqarah ayat (155-157).

Yang artinya: “Dan sungguh akan Kami uji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang bersabar (155), Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un (Sesungguhnya kami milik Allah, dan kepadanya kami akan kembali)” (156). Mereka itulah yang memperoleh ampunan dan rahmat dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk(157).” (Q.S Al-Baqarah: 155-157)

Baca Juga  Belajar Menjadi Penulis Seperti Bapak (Part II)
Memaknai Ikhlas

Sementara itu, makna dari ikhlas sendiri merupakan saat kita menerima sesuatu dengan kelapangan hati, terlepas hal baik maupun buruk yang sedang kita alami.

Sedangkan dalam Islam, ikhlas  berarti kesucian dalam hati kita untuk terus beramal dan beribadah kepada Allah. Seperti contoh kita selalu ikhlas dalam membantu sesama. Itulah yang menjadikan kita semakin dekat dengan Allah karna sifat tersebut merupakan salah satu sifat yang disukai Allah Swt.

Pada umumnya kita semua bisa lebih sabar dan senang di saat kita Allah menguji kita dengan hal yang menyenangkan. Tapi saat kita Allah menguji dengan ujian yang tidak menyenangkan seperti ujian kesulitan, ujian kehilangan atau musiba; maka kebanyakan dari kita, akan merasa begitu sulit menerimanya dan sulit untuk bisa sabar.

Ujian kehilangan, kemiskinan, penyakit, dan lain sebagainya merupakan perkara yang biasa dihadapi oleh manusia yang hidup didunia ini.

Sabar dan ikhlas akan sangat sulit dilakukan apabila kita tidak mampu menyadari, bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini pada hakikatnya adalah ujian. Harta yang kita miliki, karir yang bagus, rumah dan mobil serta kebahagiaan yang kita miliki, anak dan keluarga. Itu semua adalah ujian dari Allah dan sekaligus merupakan titipan Allah.

Lantas, pantaskah kita kufur dan lupa untuk bersyukur dengan semua itu?

Kita harus memahami dengan sebaik-baiknya, bahwa Allahlah pemilik yang sebenar-benarnya atas segala sesuatu yang kita miliki di dunia ini.

Dengan menyadari bahwa semua yang kita miliki sebenarnya adalah milik Allah dan titipan Allah, maka begitu Allah mengambilnya dari kita, InsyaAllah kita akan lebih mudah merelakannya. Karena kita menyadari, bahwa semua itu adalah milik Allah dan titipan Allah.

Baca Juga  Menuju Usia ke-23 Tahun

Dan yang namanya titipan, suatu saat nanti memang pasti akan kembali pada pemiliknya, kapanpun pemiliknya menghendaki.

Jadi, jangan menjadi stres, terpukul dan merasa kehilangan yang sangat berat, apabila kemarin kita masih punya mobil, sekarang sudah tidak lagi. Jangan stres dan bersedih hati apalagi sampai meratapi nasib, apabila bulan kemarin usaha kita masih sukses, sedangkan sekarang kita mengalami penurunan.

Maka dari itu penting untuk menanamkan sabar serta ikhlas dalam diri kita. Karena sesungguhnya dengan adanya musibah, maka seorang hamba akan mendapatkan pengampunan dari Allah Swt.

Ada beberapa hal dapat kita lakukan untuk menanamkan sabar dan ikhlas yang InsyaAllah membuat kita semua bisa dalam menghadapi ujianNya paling berat sekalipun. Apa saja itu?

1. Kita harus percaya pada jaminan Allah. Seperti tercantum dalam (QS Al Baqarah [2]: 286), yang artinya: ”Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”.  Allah Swt Maha tahu apa yang tidak diketahui makhluknya, sehingga cobaan yang diberikan pada kita meski terasa berat pasti dapat kita lalui.

2. Kita harus selalu punya prasangka baik kepada Allah Swt dan jangan pernah sekalipun meragukan dan mempertanyakan ketetapan dan ketentuan Allah.  Kita harus bisa sabar dan ikhlas terhadap apapun ketetapan-Nya. Karna pasti ada hikmah yang baik dibalik semua itu dan Allah memiliki rencana yang baik untuk setiap makhluknya.

3. Tanyakan pada diri sendiri saat mengalami suatu musibah. Apa manfaat yang kita dapatkan dengan cara emosi? Apakah dengan begitu, menghadirkan kenyamanan serta menyelesaikan masalah? Atau malah merugi? Jadi lebih baik kita terima dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.

Bila kita bisa sabar dan ikhlas menerimanya, maka InsyaAllah tidak akan terasa berat lagi. Percayalah, dan ingat. “Dalam sabar dan ikhlas terkandung ridha Allah Swt.”

Baca Juga  Belajar dari Bapak

Karena itu, marilah kita senantiasa untuk selalu sabar dan ikhlas dalam segala keadaan. Yakinlah bahwa janji Allah pasti benar. Dan percayalah, sabar dan ikhlas akan membuahkan kedamaian dan kebahagiaan dalam hidup serta senantiasa mendekatkan kita kepada Allah Swt.

Nama : Yully Nur Afifah

Bagikan
Post a Comment