f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
kesederhanaan

Menanamkan Nilai Kesederhanaan pada Anak Melalui Tradisi Idulfitri

Idulfitri merupakan momen kebahagiaan untuk umat Islam, juga memungkinkan untuk umat lainnya. Selain self-reward karena menjalani ibadah puasa sebulan penuh, Idulfitri juga menjadi momen untuk mempererat silaturahmi, saling berbagi, dan menanamkan nilai-nilai kesederhanaan kepada anak.

Namun dalam berkumpulnya suatu keluarga besar, maka idealnya, tak dapat abai dari nilai-nilai yang dapat kita contohkan pada anak. Salah satu nilai penting yang dapat kita contohkan melalui tradisi Idulfitri adalah kesederhanaan. Dengan memahami praktik kesederhanaan sejak dini, anak dapat tumbuh menjadi individu yang bersyukur, tidak berlebihan dalam gaya hidup, dan juga peduli terhadap orang lain.

Konsep Kesederhanaan

Konsep kesederhanaan dalam agama Islam memiliki dasar yang kuat dalam Al-Qur’an. Allah SWT memerintahkan umat Islam agar tidak berlebih-lebihan dalam segala hal. Termasuk dalam makanan, pakaian, dan harta benda pada momen Idulfitri. Berikut beberapa ayat Al-Qur’an yang menekankan pentingnya kesederhanaan.

Pertama, QS. Al-A’raf: 31 “Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.” Ayat yang bermakna bahwa pentingnya keseimbangan dalam menikmati rezeki yang Allah berikan. Kita boleh untuk menikmati makanan dan pakaian yang baik, tetapi tidak berlebihan.

Kedua, QS. Al-Furqan: 67 “Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, tetapi berada di tengah-tengah antara demikian“. Menekankan konsep moderasi dalam penggunaan harta. Kesederhanaan bukan berarti hidup dalam kekurangan, tetapi hidup dengan cukup dan tidak boros.

Dalam momen Idulfitri, anak-anak dapat diajarkan untuk merayakan dengan sederhana tanpa menghamburkan uang hanya untuk kemewahan yang berlebihan.

Ketiga, QS. Al-Isra’: 26-27 “Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu sangat ingkar kepada Tuhannya”. Bahwa perilaku boros menjadi sesuatu yang dicela dalam Islam. Mengajarkan anak untuk tidak berlebihan dalam membeli baju baru, makanan, atau hadiah Idulfitri dapat menjadi langkah kecil dalam menanamkan nilai kesederhanaan.

Baca Juga  Penghargaan untuk Kaum Perempuan

Dengan memahami ayat-ayat tersebut, anak-anak dapat diajarkan untuk menghayati bahwa kesederhanaan bukan hanya sikap sosial. Tetapi juga bagian dari perintah agama yang akan mendatangkan keberkahan dalam hidup mereka.

Organisasi yang Menekankan Kesederhanaan

Banyak organisasi Islam yang turut serta dalam mengedukasi umat tentang pentingnya kesederhanaan dalam kehidupan, termasuk perayaan Idulfitri. Salah satu organisasi yang berperan dalam hal ini adalah Muhammadiyah, yang sejak awal berdirinya menekankan nilai-nilai Islam yang berlandaskan moderasi dan kesederhanaan.

Dalam berbagai ceramah dan kegiatan sosialnya, Muhammadiyah selalu mengajak umat untuk tidak menghamburkan harta pada hal-hal yang tidak perlu. Mereka juga aktif dalam gerakan berbagi, seperti program zakat, infak, dan sedekah yang mengajarkan bahwa kelebihan rezeki lebih baik digunakan untuk membantu orang lain daripada dihabiskan untuk kemewahan pribadi.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada Selasa (25/3) dalam Silaturahmi Ramadan 1446 H dengan rekan-rekan media di Yogyakarta; menyampaikan bahwa momen Idulfitri, mudik, dan syawalan adalah momentum untuk menguatkan gaya hidup yang secukupnya alias hidup dengan sederhana.

Saat ini muncul kecenderungan untuk berkompetisi mencari kekuasaan dan kekayaan dengan gairah yang tak ada batasnya. Kekayaan tak pernah kenyang ketika harta dan rizki Tuhan itu dilimpahkan kepadanya. Begitu juga dengan kekuasaan.

“Dalam momen menjelang idulfitri ini mari kita isi ulang ruhani kita untuk merasakan nikmatnya menjadi orang biasa, orang yang cukup. Jadikan syawalan, idulfitri, pulang kampung itu area untuk men-charge ruhani setiap anak bangsa atau mereka yang punya posisi-posisi penting untuk menjadi orang biasa.” Jelasnya.

Dengan menekankan nilai kesederhanaan tersebut, anak – anak akan lebih memahami bahwa kesederhanaan bukan hanya tanggung jawab individu tetapi juga nilai yang harus masyarakat jaga lebih luas dalam aspek sosial.

Baca Juga  Menjadi Perfect Muslimah
Kesederhanaan dalam Paradigma Pengasuhan Anak

Dalam konsep pengasuhan anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPA), kesederhanaan sangat selaras dengan prinsip-prinsip utama dalam membesarkan anak. Komponen penting dalam paradigma pengasuhan pada lima komponen pertama adalah ayah, makanan, kesehatan, kasih sayang, Ibu.

Empat komponen selanjutnya yaitu tempat tinggal, keamanan, pendapatan, nenek. Tiga komponen setelahnya keluarga, rekreasi, kakek. Dua komponen berikutnya pendidikan ndan pakaian, terakhir mainan.

Bahkan dalam paradigma tersebut, mainan menjadi komponen terakhir jika komponen sebelumnya terpenuhi. Ini menegaskan bahwa dalam memberikan fasilitas terhadap juga tidak perlu berlebihan. Sehingga menitikberatkan pada aspek kualitas, dan bukan kuantitas.

Dalam merayakan Idulfitri, orang tua bisa mengajarkan anak-anak bahwa kebahagiaan tidak hanya datang dari baju baru atau makanan mewah. Tetapi dari rasa syukur dan kebersamaan dalam keluarga. Pendekatan ini sejalan dengan ajaran Islam yang menekankan bahwa yang paling berharga bukanlah apa yang kita miliki secara materi, tetapi bagaimana kita menggunakannya dengan bijak.

Selain itu, dalam konteks pendidikan, mengajarkan kesederhanaan sejak dini dapat membantu anak mengembangkan sikap empati dan kepedulian terhadap orang lain. Dengan memahami bahwa tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama dalam merayakan Idulfitri, anak-anak akan tumbuh menjadi individu yang lebih menghargai dan peduli terhadap sesama.

Contoh Tradisi Idulfitri dengan Kesederhanaan

Selain pemahaman teologis dan penerapan dalam pengasuhan, kesederhanaan juga bisa kita contohkan melalui praktik nyata dalam perayaan Idulfitri. Beberapa contoh yang bisa kita lakukan dalam keluarga antara lain makan secukupnya; yaitu dengan mengambil makanan secukupnya dan tidak membuang-buang makanan, sesuai dengan ajaran Islam tentang tidak berlebihan dalam konsumsi.

Selanjutnyamemilih pakaian yang layak, bukan harus baru. Sebab konteks indah bermakna kebersihan dan kerapihan lebih utama daripada sekadar memakai pakaian baru. Kemudian berbagi dengan yang kurang mampu – Melibatkan anak dalam kegiatan menunaikan zakat.

Baca Juga  Al-Qur’an dan Hak Asasi Perempuan

Lainnya, sikap yang mengutamakan kebersamaan. menghabiskan waktu bersama keluarga dan kerabat dengan silaturahmi atau berbincang bersama lebih utama, daripada menghabiskan uang untuk hiburan mewah.

Dengan beberapa contoh tersebut, anak-anak tidak hanya memahami konsep kesederhanaan secara teori tetapi juga melihat langsung bagaimana kesederhanaan dapat kita diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Bagikan
Post a Comment