f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
kaum perempuan

Dinamika Perempuan Terhadap Kesetaraan

Isu perempuan sampai saat ini masih menjadi permasalahan yang belum diselesaikan. Perempuan selalu di bawah strata laki-laki senantiasa menjadi objek lemah di mata sebagian besar kaum adam. Bukan hanya itu, kasus ketidakadilan menimpa banyak kaum perempuan seperti penindasan, ketidakadilan hak, dan korban kekerasaan rumah tangga. Selain itu, kesalahpahaman dalam memaknai ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits mengenai perempuan seringkali menjadi sebuah acuan untuk menyalahkan kaum perempuan.

Keterbatasan Perempuan

Harta, tahta dan wanita sebuah slogan yang sudah tak asing ini justru terdengar menyudutkan perempuan. Perempuan merupakan ladang fitnah bagi laki-laki, perempuan lebih baik di rumah. Kalimat-kalimat ini yang menjadi pembatas bagi perempuan untuk melakukan aktivitas yang sesuai keinginan mereka sendiri. Bahkan ada beberapa ormas Islam yang membatasi perempuan dalam berkegiatan. Sebenarnya kesalahan dari perempuan sendiri itu seperti apa? Sehingga ada skat-skat untuk melakukan aktivitas dan sampai saat  ini masih terjadi.

Dalam tulisan Alimatul Qibtiyah menyatakan bahwa dari berbagai kajian terdapat tiga aspek yang dinilai dari seorang perempuan. Topik yang menjadi pembicraan dan menjadi wacana masyarakat, yaitu mengenai tubuhnya, perannya, dan pemikirannya. Melihat tubuh seorang perempuan dari segi cantiknya, kesuburannya, pemuas hingga bisa dikatakan sebagai malapetaka. Mengenai perannya hanya sekedar bekerja di wilayah dapur, mengurus rumah, anak dan melayani suami. Sedangkan pemikirannya dianggap tidak setara dengan laki-laki, perempuan dianggap lebih memakai hati nurani dibandingkan dengan logikannya.

Penghargaan dan penhormatan kepada perempuan hanya sebatas pada kemampuannya dalam mengatur keuangan rumah tangga. Status sosial seorang perempuan selalu di belakang laki-laki, seperti status istri di belakang suami dan status anak putri di belakang ayahnya.

Hak dan Keadilan pada Perempuan Pekerja

Seringkali tidak mengindahkan hak-hak dan keadilan perempuan di taraf yang cukup mengkhawatirkan. Contoh, dalam buku Percayalah Peremuan Itu Lebih Gampang Masuk Syurga dalam setiap tahunnya, menurut Migrant Care Jakarta, Indonesia mengirim sekitar 1 juta buruh migran dan 80%  adalah perempuan.  Banyaknya kaum perempuan bekerja di luar negeri semakin banyak pula kasus kekerasan perempuan. Di antaranya mereka menjadi korban penyiksaan bahkan hukuman mati  bisa menimpa para pekerja perempuan. Terdapatnya kekerasan yang terjadi di luar negri terhadap perempuan menunjukkan lemahanya tindakan perlindungan Indonesia bagi para pekerja perempuan Indonesia yang bekerja di luar negeri.

Baca Juga  Beauty Privilege, Bagaimana Standar Cantik Muslimah Sebenarnya?
Perempuan Selalu Salah

Web-web prostitusi pun semakin berkembang dan acapkali yang disalahkan perempuan itu sendiri. Apakah ini benar-benar kesalahan perempuan?  Perempuan bekerja bukan hanya semata untuk menyenangkan diri nya sendiri, massa tidak pernah memahami hal ini. Kekurangan finansial menjadi salah satu faktor ekonomi yang membuat  perempuan harus bekerja di luar negeri atau mendaftar di web prostitusi karena pendapatan pada ranah tersebut sangat menggiurkan.

Kemudian permasalahan lainnya yaitu terdapat kasus-kasus perempuan di ranah sosial-agama seperti kasus jilbab bahkan cadar. Sampai saat ini masih terdapat beberapa perusahaan yang melarang karyawatinya menggunakan jilbab, bukan hanya itu adanya larangan bagi perempuan untuk bercadar ketika berada di lingkup pendidikan. Penggunaan jilbab itu suatu  kewajiban bagi perempuan muslim, jika masih ada saja peraturan yang tidak memperbolehkan merupakan suatu ketidakadilan dalam memberi kan hak dan kewajiban kepada perempuan.

Haruskah Mempoligami ?

Persoalan perempuan yang menjadi permasalahan kompleks yaitu poligami. Hal tersebut sangat sensitif untuk dibahas, karena terkait dengan rujukan yang ada di dalam Al-Qur’an dan Hadits. Pembahasan mengenai poligami ini menciptakan dua kubu yaitu kubu yang setuju akan hal poligami dan kubu yang tidak setuju. Sudah tentu alasan kubu yang setuju ini menyatakan bahwasanya mengikuti jejak rasul, sedangkan yang tidak setuju menyatakan hanya sekedar untuk melegitimasi hawa nafsu saja.

Persoalan poligami ini membutuhkan pengkajian lebih dalam terhadap ayat-ayat Al-Qur’an atau hadits Nabi. Mengapa Nabi Muhammad SAW melakukan poligami? Nabi SAW melakukan poligami bukan semata-mata karna hawa nafsunya melainkan perintah Allah agar semua perempuan itu baik dari budak maupun janda dapat dinikahkan. Selain itu, ketika Nabi Muhammad SAW masih bersama Siti Khadijah, beliau tidak mempoligami Khadijah.

Baca Juga  Bagaimana Caranya Meretas Diskriminasi terhadap Perempuan Disabilitas?
Sudut Pandang Islam terhadap Perempuan

Perempuan merupakan manusia yang sangat terhormat di Islam. Hal ini bukan sebuah bentuk pengisolasian perempuan, tetapi menyatakan perempuan itu istimewa. Dalam fitrahnya, perempuan dapat melakukan hal yang diinginkan tetapi masih berada di dalam jangkauan sesuai ketentuan kodrat.  Seperti halnya kaum adam, yang memiliki batasan dalam bertindak. Sehingga laki-laki dan perempuan itu tetap berada dalam satu keseteraan yang sama.

Dalam Islam, perempuan menjadi sosok yang begitu dimuliakan, di mana perempuan diabadikan dalam kitab suci Al-Qur’an. Sesungguhnya di dalam Islam sendiri tidak ada diskrimansi terhadap perempuan, melainkan hanya ada segelintir orang yang kurang paham dalam memahami isi kajian-kajian yang terdapat di dalam Al-Qur’an.

Semua Insan sudah tentu memiliki kesalahan baik dari kalangan laki-laki maupun perempuan, sehingga tidak perlu adanya perbandingan antara keduanya. Perempuan membutuhkan laki-laki dan laki-laki membutuhkan perempuan. Apa yang terjadi jika seorang lelaki tidak bersama perempuan begitupun sebaliknya. Isu-isu yang saat ini terjadi pada perempuan karena kurang pahamnya seseorang dalam memahami perempuan, perempuan bukan tempat fitnah, dia bebas melakukan apa saja keinginannya seperti lelaki tetapi masih di dalam batasannya .

Perlunya pendalaman dalam mempelajari perempuan dalam segi sejarah, kajian Al-Qur’an dan hadits atau yang berkitan dengan perempuan. Karena sejatinya perempuan dan laki-laki setara dalam hal apapun, bisa melakukan keinginannya. Bukan hanya memakai kata hati tetapi bagaimana cara mengelolanya, itulah hakikat seorang perempuan. Sehingga memerlukan perhatian terhadap hak-hak perempuan agar dapat memecahkan permasalahan yang terjadi saat ini.

Bagikan
Post a Comment