Rapor Pendidikan 2025: Inovasi dan Dampaknya
Pada Selasa, 18 Maret, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan Rapor Pendidikan 2025 dalam acara Taklimat Media di Jakarta. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menekankan bahwa Rapor Pendidikan ini berfungsi sebagai peta kualitas pendidikan yang komprehensif.
Peta Mutu Pendidikan
Abdul Mu’ti berharap Rapor Pendidikan dapat menjadi alat evaluasi yang berguna untuk meningkatkan mutu layanan pendidikan di berbagai bidang. “Dengan adanya Rapor Pendidikan ini, kita bisa mendapatkan gambaran yang jelas tentang kualitas pendidikan, yang nantinya bisa menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan di masa depan,” ujarnya.
Masukan untuk Pemerintah Daerah
Rapor Pendidikan juga diharapkan menjadi referensi penting bagi pemerintah daerah dalam memenuhi standar pelayanan minimal pendidikan, yang merupakan bagian dari rencana strategis pendidikan nasional.
Sumber Data Utama
Toni Toharudin, Pelaksana Tugas Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, menjelaskan bahwa Rapor Pendidikan adalah sumber data utama untuk penjaminan mutu pendidikan. Data ini mencakup evaluasi internal dan eksternal, yang bertujuan untuk meningkatkan dan meratakan mutu layanan pendidikan di seluruh Indonesia.
Peningkatan Kompetensi
Rapor Pendidikan 2025 menunjukkan peningkatan signifikan dalam kompetensi literasi dan numerasi siswa. Proporsi siswa yang mencapai kompetensi minimum literasi meningkat dari 59,49% pada 2022 menjadi 70,03% pada 2024. Sementara itu, kompetensi numerasi naik dari 45,24% pada 2022 menjadi 67,94% pada 2024.
Perbaikan Kualitas Pembelajaran
Selain itu, terdapat peningkatan dalam kualitas pembelajaran, refleksi, dan perbaikan oleh guru, serta kepemimpinan instruksional kepala sekolah. Faktor-faktor ini dinilai berpotensi besar dalam meningkatkan capaian belajar dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih kondusif.
Kebanggaan Lokal
Kurniawan, Kepala SDN Cilengo di Kabupaten Sukabumi, merasa bangga karena indikator Rapor Pendidikan 2025 untuk sekolahnya menunjukkan hasil yang positif. “Setelah melakukan identifikasi, refleksi, dan perbaikan sesuai rekomendasi, semua indikator berubah menjadi hijau,” katanya.
Tiga Pembaruan Utama
- Indikator PAUD yang Lebih Detail: Rapor Pendidikan kini menyajikan indikator yang lebih rinci untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), termasuk visi dan misi, pengelolaan kurikulum, dan dukungan refleksi pendidik.
- Indikator Akar Masalah Prioritas: Pemerintah daerah kini memiliki indikator tambahan untuk mengidentifikasi tantangan pendidikan, seperti pemenuhan gizi dan karakter peserta didik.
- Integrasi dengan Rumah Pendidikan: Rapor Pendidikan kini menjadi bagian dari Rumah Pendidikan, memudahkan akses data bagi satuan pendidikan dan pemerintah daerah.
Akses dan Pemanfaatan
Satuan Pendidikan dapat mengakses Rapor Pendidikan melalui fitur “Ruang Sekolah” di laman Rumah Pendidikan, sementara pemerintah daerah dapat menggunakan fitur “Ruang Pemerintah”. Dengan pembaruan ini, diharapkan Rapor Pendidikan dapat mendukung pemerintah daerah dan satuan pendidikan dalam mengidentifikasi masalah, melakukan refleksi, dan menyusun perbaikan program berbasis data.
Kini, saatnya semua pemangku kepentingan memanfaatkan Rapor Pendidikan untuk mewujudkan pendidikan berkualitas bagi semua.

“Mencerahkan pemikiran, menggerakan nurani, membentuk perempuan Islam yang progresif dan berdaya”
