f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
memori baik

“Memori Baik”: Kita Yang Menua, Mereka Yang Bertumbuh

Melalui lini masa media sosial, beberapa teman membagikan tautan Youtube mengenai lagu terbaru dari Sheila on Seven dengan judul “Memori Baik”. Dengan segera saya langsung memencet tautan tersebut dan kemudian memutar lagu tersebut yang dirilis pada 25 November 2024. Lagu itu kemudian menjadi daftar penting saat saya bekerja untuk menyelesaikan sebuah tulisan ataupun mengedit draft. Lagu itu saya putar terus-menerus tanpa saya peduli mengenai liriknya. Namun, pelan-pelan, saat jeda menulis, saya kembali mencoba mencerna liriknya lebih dalam. Tanpa sadar, berkali-kali air mata saya tumpah saat mendengarkan lebih dalam.

Memang, lagu ini bercerita mengenai perjalanan personel Sheila on Seven; usia muda, membangun karier musik, menikah, memiliki buah hati, lalu memiliki tanggungjawab sebagai kepala rumah tangga sebagaimana itu tercemin dari klip videonya. Siklus hidup ini tentu saja memiliki resonansi kepada banyak orang. Hal ini membuat orang-orang yang mendengarkan, termasuk saya merasa memiliki keterkaitan.

Album foto berdebu
Memori membawaku kembali
Di saat muda pula bodoh
Indah penuh cerita
Senyum bahagia
Di setiap lembarnya
Kusimpan hingga kumenua
Walau s’lalu abaikan
Semua yang ditulis bintang
Ternyata, semua
Bertumbuh pada akhirnya

Dengan kata lain, lagu ini memantulkan refleksi individu bagi orang yang mendengarkan, tidak terkecuali saya. Apalagi, musisi dari Jogja ini menjadi bagian teman perjalanan saya mengarungi kehidupan, termasuk juga cinta monyet saat dahulu tinggal selama 14 tahun di di Jogja. Seperti personel Sheila on Seven, saya juga bertumbuh menjadi dewasa, memiliki pekerjaan, menikah, membangun keluarga, memilliki anak, dan tiba-tiba tampak menua dengan uban di kepala serta beberapa keluhan penyakit.

Keterkaitan personal ini semakin kuat ketika saya menyaksikan Duta duet nyanyi bersama puterinya Aishameglio dalam lagu terbaru tersebut secara langsung yang direkam oleh sebuah kanal di Youtube. Tidak hanya Duta yang merasa tersentuh dan sesekali tampak tidak bisa menahan haru, Aishameglio tampaknya juga sesekali menangis ketika bernyanyi. Memang, momen itu sangat sentimentil bagi hubungan bapak dan anak yang sama-sama saling bertumbuh. Bedanya, Duta semakin menua dengan sejumlah keluhan penyakitnya sehingga harus kontrol kesehatan untuk terhindar dari sesuatu yang tidak diinginkan. Aishameglio bertumbuh dewasa dan kelak menentukan nasib hidupnya sendiri, membangun siklus kehidupan baru di luar Ayah dan bundanya.

Baca Juga  Mari Menua dengan Gembira

Sebenarnya, sebagaimana diakui oleh Erros, lagu ini diciptakan pada tahun 2018. Namun, hal itu disimpan selama 7 tahun. Ada alasan pribadi mengapa kemudian diendapkan begitu lama, yakni, Erros ingin yang menjadi penyerta penyanyi (backing vocal) lagu ini adalah Aisha. Dengan kata lain, kurun waktu tersebut merupakan bagian dari menunggu Agar Aisha bisa secara resmi menjadi backing vocal lagu tersebut. Meskipun Ia sebenarnya sudah menjadi penyerta dalam konser Sheila On Seven.

Terkait dengan Aisha, menyaksikan Sheila on Seven dan hubungan bapak dan anak tersebut di tengah lirik lagu yang sangat kuat membuat saya menatap kembali wajah anak pertama saya; Naudy Alesha Aquina (Kakak Alesha). Kakak Alesha terus bertumbuh menjadi remaja, memiliki identitas dirinya yang mulai kokoh sekaligus kerapkali bisa mengimbangi saya dan Nurdiana Wijaya Ana (Nana) saat kami bercakap-cakap. Sementara itu, Arziki, adiknya, sudah mulai memiki sikap untuk memilih sendiri terhadap apa yang diinginkan. Yang paling kentara adalah saat Ia memilih untuk potong rambut di Barbershop yang ia tunjuk, alih-alih mengikuti saran bundanya. Tidak hanya itu, Arziki kerapkali sudah menggunakan minyak rambut dan berkaca sebelum berangkat ke sekolah. Melihat perubahan anak-anak tersebut, saya dan Nana hanya tersenyum dan tertawa saja.

Melangkah dengan pilihan yang kau punya
Kami di sini kirim rindu yang sama
Tak mudah
Karena tak mudah… jalannya

Lebih jauh, terkait dengan kakak Alesha,  saya dan Nana, sesekali, melihat tinggi badannya yang mulai sama dan mungkin melebihi Nana dalam waktu yang tidak lama.  Dalam satu percakapan, Kakak Alesha pernah kaget ketika usia kami begitu jauh dibandingkan dengannya. Ucapan Kakak Alesha yang saya masih ingat, “Loh, Kakak pikir Ayah dan Bunda ini usianya sekitar 30-tahunan ternyata udah 40-an ya?”. Mendengarkan itu saya dan Nana hanya tertawa.

Baca Juga  Dari Lovely Runner Bermuara ke Teologi Al-Ashr

  Seperti bintang tertutup awan
 Cerita kita s’lalu di sana
 Seperti terang menuju malam
 Cerita kita sambut hati yang indah

Namun, pengalaman yang tersambung ini bukan hanya saya saja. Dalam kolom komentar di akun Youtube milik Sheila on Seven yang menyetel lagu terbaru tersebut, tidak sedikit mereka yang merasa memiliki resonansi yang sama seiring dengan bertambahnya usia mereka. Ya, Sheila on Seven ini merupakan musisi yang turut menemani mereka yang terlahir di atas kelahiran usia 1980-1990-an yang biasa disebut dengan generasi milenial. Rentang waktu yang cukup panjang tentu saja menyimpan banyak ingatan, baik itu bahagia, sedih, maupun campuran di antara keduanya di tengah proses regenerasi yang membuatnya menjadi lebih matang, dewasa, dan menua.

Di sini, medium foto, baik itu yang tersimpan dalam album cetak, folder di telepon genggam atuapun dalam koleksi di Facebook dan Instagram menjadi penanda waktu untuk mundur ke belakang, sambil menapaki kepastian saat ini, serta menatap masa depan yang semoga akan terus baik-baik saja.

Semoga doa yang tersampaikan
Jadi cahaya jalan di depan
Kau yang terbaik
Memori baik

Dengan kata lain, lagu Memori Baik seakan menjadi daftar situs ingatan setiap individu di tengah menguatnya pelbagai platform media sosial yang bisa menyimpan semua kenangan dalam bentuk foto dan video. Dengan kemudahan proses penyimpanan tersebut, setiap ingatan bisa diaktivasi sekaligus diseleksi mana yang baik dan buruk. Meskipun demikian, satu hal yang tidak bisa diseleksi, apalagi dicegah, yakni proses bertumbuh sebagai bagian dari siklus kehidupan. Lagu ini persis mengingat kita akan hal tersebut. Karena itu, terlepas dari persoalan kompleksitas hidup yang kita alami, memupuk memori yang baik kepada orang-orang terdekat di sekitar kita menjadi bagian yang penting. Ini dilakukan kelak bisa dikenang bahwa “kau yang terbaik”, alih-alih menjadi figur yang membawa trauma, diwariskan sepanjang hidup di tengah period usia manusia yang begitu pendek.

Baca Juga  Look Both Ways: Kisah Jalan Hidup yang Saling Bertentangan

Segenap cinta yang kau berikan

Tak akan hilang ditelan zaman

Kau yang terbaik

Memori baik

Sebagai penutup tulisan, terkait siklus kehidupan, saya teringat dengan ungkapan seorang Penyair dari Jogja, Mathori Al-Elwa, dalam penggalan puisinya yang berjudul Suluk (1990).

memetik pelajaran dari daun-daun
hidup tumbuh berguguran
bersama waktu, matahari dan rindu

Bagikan
Post a Comment