f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
menjual

Karakter Seseorang Tercermin dari Tanaman Hias Koleksinya

Zaman dulu, penjajah mengirim telik sandi yang menyamar macam rakyat biasa hanya untuk tahu sifat dan kebiasaan para pahlawan kita, Pangeran Diponegoro misalnya. Telik sandi itu pura-pura fans-nya pangeran, lalu ikut nimbrungi rangorang yang ngobrolin sang Pangeran. Gimana Pangeran makan, kapan biasanya beliau pergi, jam berapa pulang, di mana, sedang apa, dengan siapa?? Eh…monmaap kok jadi lirik lagu

Zaman sekarang mah caranya bisa macem-macem. Yang paling banyak dipake adalah story medsosnya. Mau Facebook, Instagram atau Twitter. Apa saja yang dibahas, apa yang dishare, ngelike apa, lagi di mana, sedang apa, sama siapa…. Hooopppp!

Tapi tahukah Anda…. Bahwa tanaman hias yang dikoleksi seseorang, bisa digunakan juga untuk menilai pribadi orang tersebut?

Dari melihat koleksi tanaman hias seseorang, kita bisa tahu pribadinya. Ini berguna sekali bagi para HRD perusahaan yang sedang mencari karyawan, mahasiswa yang sedang bimbingan tesis atau skripsi, jomblowan/jomblowati yang sedang pedekate dan tentu saja para calon mantu agar tidak menemui tragedy salah memahami mertua.

Anggrek

Kalau dosen pembimbingmu adalah kolektor anggrek, maka bersyukurlah. Beliau ini pasti orangnya teliti, sabar, ga mutungan meskipun kamu disuruh A ngerjain B dan tlaten. Ga ada orang ga sabaran yang mau ngoleksi anggrek. Tanaman ini dikenal sebagai tanaman yang susah-susah gampang. Dia juga tanaman yang manja. Ga mau terlalu kepanasan, tapi kalau ga kena sinar matahari ya busuk. Nyebelin kan?

Udah gitu, untuk bisa menikmati bunganya, si kolektor harus menunggu paling cepet 3 bulan. Disiram ga sering-sering, tapi harus dengan cairan bermutu minimal ya leri (air cucian beras) atau pupuk cair. Hyuh…kalau bukan orang yang telaten, ga mungkin beli tanaman kok ribet banget perawatannya dan lama banget baru bisa dinikmati.

Baca Juga  Review Film Buya HAMKA Vol.1; Aman dari Spoiler

Bisa dibayangkan tentu kalau kamu jadi anak bimbingannya dosen itu. Beliau akan sabar sekali membimbingmu menulis tiap bab dalam skripsimu. Beliau punya keyakinan kalaupun kamu sekarang masih susah paham, hanya menunggu waktu kamu akan berhasil membuat beliau bangga dan bahagia, persis kayak bunga anggreknya.

Portulaca alias Krokot

Bapak Ibu HRD, mungkin pertanyaan ini bisa diajukan saat melakukan wawancara. Kiranya, tanaman hias apa yang menjadi favorit pelamar pekerjaan? Jika jawabannya adalah Portulaca alias krokot, sudahlah tidak usah diteruskan wawancaranya, langsung terima saja. Calon karyawan ini bakalan punya sifat yang mirip-mirip dengan tanaman kesukaannya. Dia sederhana, ga neko-neko, tapi menawan. Tidak perlu perawatan yang njlimet. Adaptif di mana saja berada. Bahkan ada yang bilang, tanaman krokot itu dilempar aja hidup. Apalagi yang Bapak Ibu cari selain karyawan yang seperti ini?

Karyawan yang sederhana ga mencolok melebihi atasannya, dan bisa cepat beradaptasi dengan segala pekerjaan meskipun ga nyambung sama kuliahnya. Dibayar tinggi dia bersyukur, dibayar agak kurang tinggi dia bersabar. Diperlakukan bagaimanapun dia tetap menyenangkan dipandang. Sangat krokotwan dan krokotwati sekali.

Tillandsia

Kalau kamu tidak tahu apa itu Tillandsia, ga usah syedih, banyak temennya. Tanaman ini memang digariskan oleh Tuhan untuk tidak banyak dikenal. Harganya mahal. Satu tunas kecil elik keriting gitu aja harganya ratusan ribu. Eksotis, eksentrik, sayangnya gak ekonomis. Kalau bribikanmu suka banget atau bahkan mengkoleksi tanaman ini, maka pertama-tama sujud syukurlah. Sebab dia berarti uangnya turah-turah. Kalau ga turah, ngapain beli tanaman yang nylekutis dan aneh, harga mahal pula. Kan mending buat ditabung dan nyicil rumah apa membangun helipad to ya.

Baca Juga  Relevankah Diksi Pelakor?

Orang yang suka mengkoleksi Tillandsia juga cenderung ga mau repot, dan ga suka kotor apalagi becek. Tanaman ini memang tidak untuk ditanam di tanah saudaraku yang sejak tadi bingung apa itu Tillandsia tapi ga googling juga… Tanaman ini masuk kategori air plant, alias tanaman udara. Dia cukup digantungkan, atau diletakkan di atas ranting kering. Sesekali disemprot air kalau cuaca sedang kering dan panas.

Maka kamu kalau ngajak jalan dia ya jangan ke sawah atau ke kebon. Ga cocok diajak makan ke restoran sawah. Lebih cocok ke pameran yang di dalam gedung dan restoran di mall atau hotel. Atau ya paling ga ke museumlah.

Keladi hias

Tanaman ini benar-benar menemukan momentumnya saat Corona. Dia yang selama ini tak dianggap, tumbuh di pinggir kali, diinjak-injak, bahkan dibuang-buang kalau kebanyakan numbuh di kebon, tiba-tiba dicari banyak orang. Dicuri oleh para oknum pemburu tanaman hias tak bertanggungjawab.

Dan biasanya, penyuka keladi hias ini para bunda-bunda. Tanaman ini tak hanya sekedar punya kharisma pada warna daunnya, yang lebih penting dia memberikan memori daun keladi. Zaman ketika para Bunda tersebut masih ingusan, tanaman ini selalu menjadi menu favorit saat main masak-masakan. Satu daun bisa mewakili warna cabe, sayur dan wortel.

Jika calon mertuamu penyuka keladi hias, maka bliau adalah tipe penggenggam masa lalu. Baiknya, bliau tidak akan melupakan sejarah. Semua akan beliau ingat apalagi yang memberikan kesan memori mendalam. Cuma hati-hati saja, karena kepandaiannya mengingat sejarah, maka jika kamu berbuat kesalahan sekecil saffron dibelah tujuhbelas pun, bliau akan tetap ingat. Ngeri….

Nah kalau calon mertuamu punya semua jenis tanaman di atas??

Baca Juga  Pentingnya Menanamkan Pendidikan Karakter pada Anak

Ya Alhamdulillah no ya…. Beliau berarti penyabar, penyayang, menghargai proses, gampang beradaptasi dengan mu nanti, dan akan sangat menghargai semua kebaikanmu. Dan yang lebih penting lagi, beliau horang kayaaah….lha punya semua je, piyi ti iki…..

Bagikan
Comments
  • Rita Prasetyowati

    Mantaps mbak Aeni👍🥰

    Februari 10, 2021
Post a Comment