Salmah Orbayinah : Isu Strategis Menjadi Landasan Program ‘Aisyiyah
Muktamar ‘Aisyiyah ke-48, yang bersamaan dengan Muktamar Muhammadiyah, baru saja selesai digelar di Surakarta, 18-20 November 2022. Muktamar ini sekaligus menandai ‘Aisyiyah sebagai organisasi sayap perempuan Muhammadiyah yang sudah berumur 1 abad lebih mempunyai berbagai pengalaman.
“Bahwa ‘Aisyiyah mempunyai pengalaman yang panjang dalam melakukan peran kebangsaan antara yaitu mempromosikan perdamaian, meningkatkan kesejahteraan perempuan dalam berbagai bidang kehidupan, meningkatkan kualitas SDM melalui Pendidikan PAUD sampai perguruan tinggi, dan meningkatkan layanan Kesehatan”.
Hal tersebut diungkap oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah saat menyampaikan pidato pada penutupan Muktamar ke-48 Muhammadiyah & ‘Aisyiyah (21/11/2022).
Oleh karenanya, Bayin menyebut bahwa beberapa agenda yang di bahas setelah Muktamar adalah isu strategis yang kemudian akan menjadi landasan program ‘Aisyiyah lima tahun ke depan dari pusat sampai di tingkat ranting.
Perhatian ‘Aisyiyah terhadap Isu-isu penting
Muktamar ‘Aisyiyah telah merumuskan dan menetapkan isu strategis yang direkomendasikan ‘Aisyiyah kepada semua pihak untuk memberi perhatian pada isu penting antara lain :
1. Perdamaian pemilu yang berkeadaban
Soal pemilihan umum. Dua tahun lagi, tepatnya 14 Februari 2024 pemungutan suara pada Pemilu 2024 akan dilakukan. Maka dari itu perlu adanya perdamaian pemilu yang berkeadaban menuju demokrasi yang substantif. Diharapkan berjalan dengan damai yang tidak sekadar melalui prosedur tetapi substantif yang akan menghasilkan pemimpin yang berpihak kepada rakyat.
2. Kedaulatan pangan
Terlebih ketika pangan telah mengalami ancaman berupa krisis pangan yang telah menjalar ke beberapa negara, khususnya bagi negara berkembang termasuk Indonesia. Maka perlu menguatkan kedaulatan pangan bagi keluarga, dan masyarakat. Di samping itu perempuan adalah agen yang penting sekali untuk menguatkan kedaulatan pangan.
3. Ketahanan keluarga
Perlu di ketahui ketahanan keluarga ini menjadi basis kemajuan peradaban bangsa. Karena keluarga merupakan pilar pertama dan utama dalam membangun bangsa dan merupakan unit terkecil yang menentukan peradaban bangsa. Sebagaimana menurut ‘Aisyiyah, isu ketahanan keluarga menjadi sangat penting sekali terutama pada perempuan yang ikut andil dalam membangun suatu keluarga.
4. Climate change
Salah satu isu kedepan adalah perubahan iklim. Perubahan iklim (climate change) saat ini telah menjadi salah satu ancaman global dan serius bagi keamanan manusia (human security).
Pihak-pihak yang paling merasakan dampak perubahan iklim tersebut adalah perempuan. Dan daripada itu perempuan bisa menjadi agen yang sangat potensial untuk mencegah dampak perubahan iklim
5. Penuruan stunting
Isu stunting harus menjadi perjuangan semua pihak, lebih-lebih pada kaum perempuan. Dan sekaligus menegaskan bahwa ‘Aisyiyah sebagai gerakan perempuan Islam yang Berkemajuan memiliki perhatian khusus pada masalah anak dan perempuan.
Isu ini menjadi penting karena Indonesia masih di hadapkan pada problem tingginya angka stunting. Berdasarkan hasil riset studi status gizi balita, prevalensi stunting di Indonesia masih 27,67 persen.
Angka prevalensi stunting tersebut masih di atas ambang batas standar WHO yaitu 20%. Padahal, pemerintah telah menetapkan target penurunan angka stunting pada tahun 2024 mencapai 14%.
Harapan pemerintah dan semua pihak akan memberikan perhatian dan komitmen terhadap penanganan isu-isu tersebut
Risalah Perempuan Berkemajuan
Dalam Muktamar ini Aisyiyah telah menghasilkan risalah perempuan berkemajuan sebagai rujukan atas nilai posisi, sikap peran, dan komitmen perempuan berkemajuan.
Risalah perempuan berkemajuan ini menegaskan posisi kader-kader ‘Aisyiyah untuk berperan dan berkomitmen terhadap berbagai problem yang dihadapi berlandaskan pada nilai-nilai islam berkemajuan.
Kekuatan Aisyiyah adalah organisasi yang terstruktur sampai di tingkat ranting ataupun desa dan ini menjadi potensi yang sangat besar bagi Aisyiyah untuk memberikan kontribusi dalam pembangunan bangsa ini.
Melalui Muktamar ke-48 ‘Aisyiyah akan terus memberikan kontribusi kepada bangsa baik dari segi keumatan dan kemanusiaan universal dengan menyejahterakan dan memajukan perempuan.
Kolaborasi dan Sinergi Menuju Indonesia yang Berkemajuan
Bahwa sejak kehadirannya, ‘Aisyiyah telah memberikan kontribusi yang sangat besar untuk menyelesaikan berbagai persoalan bangsa. Dan ke depan di abad kedua ini ‘Aisyiyah akan terus menguatkan peran-peran nya dalam banyak bidang
‘Aisyiyah yakin untuk menyelesaikan berbagai macam persoalan yang dihadapi oleh bangsa ini kuncinya adalah kolaborasi dan sekaligus mendapatkan dukungan untuk bersinergi dalam program-program ‘Aisyiyah menuju Indonesia yang berkemajuan.
Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah bermaksud menerangi umat untuk berislam dengan benar seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw.

Mahasiswa tingkat akhir Jurusan Pendidikan Geografi Universitas Muhammadiyah Purwokerto.
