Memilih Sekolah Anak-Anak Yang Kita Sayangi
Zaman yang semakin maju dalam dunia pendidikan di sekolah saat ini sangat membutuhkan kemampuan intelektual, kreatifitas, kecepatan beradaptasi dengan perubahan teknologi serta lingkungan yang berkembang setiap saat.
Sebagai contoh perubahan itu saat ini dalam hitungan detik peristiwa dari belahan bumi manapun dapat di ketahui dengan cepat.
Perubahan tersebut tentu dapat menjadi kejutan bagi putra-putri kita jika tidak di tanamkan fondasi mental dan agama yang kuat. Didikan kemampuan untuk dapat bertahan hidup, mencintai dirinya sendiri, serta senantiasa mensyukuri anugerah kehidupan yang telah diberikan oleh Allah.
Oleh karena itu maka benar bahwa dasar pendidikan agama yang kuat harus di mulai dari keluarga. Namun kita tahu bahwa tidak semua orang tua mempunyai bekal yang cukup juga untuk mengajarkan agama islam pada keluarga dan anak-anaknya.
Di sinilah pentingnya pemilihan sekolah yang dapat melengkapi kekurangan orang tua dalam menanamkan nilai-nilai yang baik sebagai fondasi hidupnya nanti.
Kemampuan Teknologi dan Efek Sampingnya
Gadget yang dapat mengakses dengan mudah aneka game online, youtube berbagai akses media sosial menjadi tantangan yang cukup berat dalam mendidik generasi saat ini. Karena jika mereka terlena dengan genggaman tangannya itu akan menjadi candu dan sulit untuk ditinggalkan.
Selain itu pergaulan bebas remaja yang semakin sulit untuk dikendalikan karena penurunan nilai dan norma serta budaya sebagai dampak kemajuan zaman saat ini. Ada lagi bahaya Narkoba dan obat-obat terlarang yang juga menjadi ancaman generasi muda sekarang.
Memang benar ada juga sisi positif dari kemajuan teknologi yang berkembang pesat tersebut, antara lain adanya akses informasi apapun yang ingin di ketahui bisa dengan cepat kita dapatkan dari genggaman tangan. Jika kita orang tua mampu mengarahkan anak-anak kita tentu sangat bermanfaat bagi hidupnya nanti.
Namun demikian, miris sekali melihat di sekitar kita anak-anak yang terlena dengan gadget. Bahkan sampai mereka sudah menginjak usia yang seharusnya bisa mandiri secara finansial untuk dirinya sendiri.
Terutama di kota-kota besar namun masih terlena di kamar dengan game online dan belum juga tergerak untuk membantu orang tua dalam mencari nafkah sekedar untuk hidup.
Pendidikan seperti apa yang harus diberikan?
Bagaimana peran dunia pendidikan di Negara kita dalam membentuk mental anak-anak kita. Di sinilah peran kita orang tua untuk dapat mengarahkan tujuan hidup anak-anak. Sekolah formal itu penting sebagai sarana mendapatkan ilmu dasar berupa pengetahuan umum baik eksakta maupun sosial.
Jika orang tua memilih sekolah negeri untuk anak-anaknya, ini baik sekali karena akan menyiapkannya dengan bekal ilmu yang dapat mendidiknya untuk mendapatkan penghidupan dunia. Namun jangan lupa untuk mengimbanginya dengan pendidikan agama islam selama di rumah.
Caranya bisa dengan di ajarkan sendiri atau bisa juga dengan mengundang guru agama yang tepat atau bisa juga dengan memasukkannya ke sekolah agama di sore hari.
Sekolah Islam Sebagai Alternatif?
Selanjutnya jika pilihannya memasukkan anak ke sekolah-sekolah islam terpadu yang sekarang sangat banyak bermunculan, pertimbangkanlah faktor biaya. Karena Sekolah Islam Terpadu tentu biayanya relatif mahal. Namun dalam segi keilmuan sebenarnya mereka mengajarkan kurikulum sekolah negeri dengan penambahan pelajaran bahasa arab, baca Al-Qur’an dan hafalan.
Memilih sekolah islam terpadu sedikit meringankan beban pengajaran agama pada orang tua, namun tetap harus didampingi dan diarahkan dengan jalan agama yang benar.
Koreksi jika ada ajaran yang terlalu ekstrim misalnya jika ada yang mengajarkan tentang jihad, tugas orang tua adalah meluruskan konsep-konsep yang sekiranya melenceng.
Jika pilihan orang tua untuk memasukkan ke pesantren ini adalah pilihan yang baik. Namun sebelumnya dilihat dahulu pesantren tersebut menerapkan kurikulum Dinas Pendidikan atau Kementerian Agama. Karena saat ini juga banyak pesantren-pesantren modern yang menerapkan kurikulum Dinas Pendidikan.
Di pesantren, anak-anak di didik ilmu agama secara terus-menerus dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi. Mereka juga akan belajar beradaptasi dan bergaul dengan berbagai jenis sifat anak-anak dan dari berbagai suku. Untuk membangun mental dan karakter pesantren cukup baik sebagai pilihan pendidikan.
Namun demikian salah satu kekurangan pesantren adalah anak-anak tidak terbiasa dengan dunia luar dengan segala keriuhannya. Karena itu menjadi tantangan sendiri untuk lulusan pesantren dalam persaingan mendapatkan pekerjaan dan uang.
Belum lagi banyak juga lulusan pesantren yang mengalami kejutan di dunia luar sehingga tersesat dalam pergaulannya. Selain itu yang perlu juga untuk diperkuat lagi adalah komunikasi antara orang tua dan anak sehingga anak tidak merasa kehilangan kasih sayang karena hidup jauh dari mereka.
Seputar Madrasah
Satu lagi pilihan sekolah untuk putra-putri kita adalah memasukkannya ke madrasah dari mulai Ibtidaiyyah, Tsanawiyah hingga Aliyah. Pilihan ini juga baik dan pendidikan yang di dapatkan anak-anak seimbang antara kurikulum sekolah umum dengan agama.
Kurukulum yang ada di madrasah menggunakan kurikulum Kementerian Agama dan ajarannya sudah di sesuaikan dengan ajaran yang benar dan lurus karena telah melalui kajian oleh guru-guru agama yang berkualitas.
Namun demikian bukan berarti madrasah tidak mempunyai kekurangan. Saat ini Madrasah masih menjadi kelas nomor dua pilihan para orang tua untuk memasukkan anaknya sekolah.
Karena itu anak-anak yang masuk ke madrasah kebanyakan adalah anak-anak yang tidak di terima oleh sekolah negeri. Dengan sumber daya yang seperti itu, tentu saja sulit untuk menjadikan madrasah menjadi sekolah unggulan.
Itulah berbagai pertimbangan untuk memasukkan anak-anak ke sekolah. Tugas kita orang tua adalah menyiapkan mereka menjadi generasi yang mampu menghadapi tantangan hidupnya nanti.
Siapkan anak-anak dengan bekal ilmu agama dan ilmu dunia untuk bisa bekerja dan berusaha sehingga mendapatkan penghidupan yang layak. Jangan lupa ajarkan kasih sayang dan cinta kasih dalam keluarga sehingga mereka mampu menjadi penerus generasi yang dapat di andalkan dan penuh tanggung jawab.
Editor : Amanat Solikah

Seksi Gizi Dinkes Provinsi Bengkulu (2012-sekarang), Penanggung jawab program gizi masyarakat Dinkes provinsi Bengkulu.
