Membentuk Pola Makan Anak Sejak dalam Kandungan
Setiap orang tua tentu mendambakan anak yang memiliki pola makan teratur. Namun sayangnya, keinginan orang tua ini tidak selalu berjalan mulus. Berbagai masalah terkait kebiasaan makan anak seringkali muncul dan membuat orang tua (khususnya ibu) stress.
Salah satu masalah yang sering muncul antara lain adalah anak hanya menyukai makanan jenis tertentu sehingga asupan makanan tidak bervariasi. Sebagai contoh, anak hanya suka mie, tidak suka nasi, tidak suka buah, sayur, dan lain-lain. Masalah lain yang juga membuat orang tua bingung adalah anak harus dipaksa untuk mau makan.
Kadangkala, orang tua harus mengeluarkan jurus “drama” atau juga “tipuan maut” untuk menakut-nakuti anak agar anak mau makan; seperti “Ayo makan!, kalau tidak makan nanti digigit tikus lho!”, “Ayo makan, kalau tidak makan nanti ibu marah lho!”.
Tahukan Ayah Bunda? Sebenarnya, kondisi-kondisi tersebut dapat dicegah oleh seluruh orang tua, bahkan pencegahan ini dapat dilakukan sejak anak masih dalam kandungan.
Apa yang dimakan seorang ibu hamil akan berpengaruh terhadap janin yang dikandungnya. Setiap jenis nutrisi yang dikonsumsi akan berperan pada pertumbuhan dan perkembangan janin, khususnya perkembangan otak. Menariknya, setiap jenis makanan yang ibu konsumsi selama hamil hingga menyusui) juga akan turut membentuk pola makan anak nanti setelah dia lahir.
Penelitian Menella, et al. (2001) yang dimuat dalam Jurnal Pediatric menyimpulkan bahwa setiap makanan yang dikonsumsi ibu hamil akan berpengaruh terhadap kesukaan anak nantinya.
Seorang ibu yang pada saat hamil dan menyusui mengkonsumsi jus wortel, ternyata pada saat anak masuk fase makan MP-ASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu), dia lebih mudah menerima makanan yang mengandung komponen wortel dibanding anak yang lahir dari ibu yang tidak mengkonsumsi wortel pada saat hamil dan menyusui.
Hal ini terjadi karena komponen zat kimia wortel yang dikonsumsi ibu selama hamil dan menyususi akan masuk ke dalam air ketuban dan ASI. Lebih lanjut, air ketuban ini akan dikecap dan dikenali oleh bayi.
Semakin sering ibu mengkonsumsi wortel, semakin sering bayi mengenal zat kimia wortel dalam air ketuban atau ASI ibu. Hal ini berdampak pada mudahnya bayi menerima makanan yang mengandung komponen wortel kelak pada saat mulai mengkonsumsi MP-ASI.
Hasil penelitian ini secara tidak langsung memberikan isyarat bahwa jika seorang ibu ingin agar anaknya kelak dapat menerima semua jenis makanan, maka seorang ibu harus membiasakan makan beraneka ragam jenis makanan sejak hamil dan menyusui. Konsumsi aneka sayur, buah dan aneka sumber protein baik nabati atau hewani secara cukup dan seimbang.
Ibu tidak perlu berpantang makanan secara ketat, karena selain berdampak pada kurangnya asupan nutrisi yang diperoleh ibu, berpantang makanan juga akan berdampak pada pola makan anak nantinya.
Bisa jadi anak akan menolak jenis makanan yang dipantang oleh ibu ketika dia hamil. Sebagai contoh, jika selama hamil dan menyusui ibu tidak pernah makan ikan laut sama sekali. Maka bisa jadi ketika anak besar nanti dia juga tidak akan menyukai ikan laut. Tentu hal ini kurang baik bagi anak sebagaimana kita tahu bahwa ikan laut mengandung zat gizi penting yang bermanfaat bagi tubuh.
Selain beraneka ragam, seorang ibu sebisa mungkin juga menghindari (minimal mengurangi) makanan yang mengandung zat kimia seperti penyedap (MSG), pengawet, pewarna, dll. Hal ini penitng untuk melatih bayi agar bayi terbiasa dengan makanan sehat.
Jadi, jika seorang ibu ingin agar anaknya kelak memiliki pola makan yang baik dan dapat menerima semua jenis makanan, maka seorang ibu hamil harus membiasakan makan beraneka jenis makanan sejak hamil dan menyusui. Sebaliknya, jika selama hamil ibu pilah-pilih makanan, tidak mau mengkonsumsi aneka ragam makanan, maka jangan salahkan anak jika ketika besar kelak dia menjadi anak yang cenderung susah menerima aneka jenis makanan.
Hm, anak ibu susah makan? Atau hanya tertarik pada jenis-jenis tertentu saja? Yuk ingat-ingat kembali bagaimana kebiasaan makan ibu pada saat hamil. Siapa tahu kebiasaan makan anak ibu sekarang dipengaruhi oleh kebiasaan makan ibu pada saat hamil dan menyusui.
Penulis adalah seorang bidan dan mengajar di Prodi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
