f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
manajemen makan

Manajemen Makan yang Baik Ala Rasulullah SAW

Apakah ada di antara kita yang tidak pernah makan selama hidup? Tentu, sebagai makhluk hidup kita butuh yang namanya makan sebagai upaya bertahan hidup. Dalam agama, Islam telah mengatur atau manajemen dalam urusan makan dengan baik dan bijaksana, bahkan telah mengatur urusan yang sederhana sampai pada urusan yang kompleks.

Semua hal diatur sedemikian rupa sehingga memberikan manfaat yang luar biasa pada awal dan akhirnya. Salah satu urusan yang sepintas tampak sederhana tapi mampu membawa pengaruh besar dalam kehidupan manusia, yaitu urusan makan. Dibutuhkan manajemen yang tepat untuk mengaturnya. Maka pentingnya menajemen  dalam makan; mulai waktu, sampai menu makan harus baik dan sehat sesuai yang dicontohkan Rasulullah Saw. Sebab akan mempengaruhi kepada manusia yang memakannya.

Ubahlah Cara Berpikir Anda Tentang Makanan

Rahmania, beberapa cara salah dalam manajemen makanan yang kita makan setiap hari, mungkin adalah penyebab mengapa  kita selalu gagal untuk memiliki tubuh yang sehat. Dari kebiasaan makan tengah malam, minum-minuman tidak jelas asalnya, sampai cemilan yang salah kita konsumsi, dapat menjadi salah satu faktor risiko utama untuk berbagai penyakit kronis. Termasuk penyakit jantung, kanker, diabetes, dan kondisi kesehatan lain yang terkait dengan obesitas. Maka penting dalam mengubah cara berpikir untuk lebih selektif dalam mengkonsumsi, jadi tidak asal makan yang penting kenyang.

Tips Pola Makan yang Baik Ala Rasullah Saw

Rahmania, berikut ini merupakan cara Rasulullah saw dalam mmangatur hidup sehatnya melalui pola waktu dan menu makanannya.

Pertama, Bangun Tidur Di Sepertiga Malam Terakhir Untuk Mendapatkan Kualitas Oksigen Terbaik.

Rasulullah sering melaksanakan qiyamul lail sebelum adzan subuh berkumandang. Para ahli kesehatan mengatakan, bahwa udara di sepertiga malam terakhir mengandung oksigen segar dan belum terkontaminasi dengan polusi. Sehingga akan memberikan manfaat besar ketika proses metabolisme makanan dalam tubuh. Asupan ini sangat berpengaruh terhadap vitalitas tubuh seseorang dan berfungsi sebagai sumber energi terbaik untuk aktivitas hariannya. Dapat kita bandingkan dengan seseorang yang telat bagun tidur, tentu dia akan mudah terserang penyakit malas sehingga aktivitasnya tidak optimal.

Baca Juga  Pencegahan Perundungan Secara Holistik-Komprehensif dalam Perspektif
Kedua, Menjaga Kebersihan Mulut dan Gigi.

Rasulullah saw sangat telaten menjaga kesehatan mulut dan giginya, karena mulut dan gigi merupakan pintu gerbang pertama yang dilewati oleh makanan. Apabila mulut dan gigi tidak dijaga kebersihannya, maka secara langsung makanan yang masuk ke dalam lambung akan terkontaminasi. Rasulullah  biasa menggunakan Siwak untuk membersihkan mulut dan giginya. Siwak sangat bermanfaat untuk menjaga kebersihan gusi dan gigi karena mengandung flour alami

Ketiga, Mengawali dengan Segelas Air Madu.

Rasulullah Saw membuka makannya di pagi hari, dengan segelas air dingin yang dicampur dengan sesendok madu asli. Campuran ini memiliki khasiat yang sangat baik. Seperti yang sudah kita ketahui bahwa madu merupakan as-syifaa (obat) bagi berbagai penyakit. Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh ahli kesehatan, madu berkhasiat untuk membersihkan lambung, mengobati sembelit, wasir, dan peradanagan. Madu juga mengandung mikronutrisi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.

Keempat, Sarapan Kurma di Waktu Pagi.

Ketika masuk waktu Dhuha (pagi menjelang siang), Rasulullah Saw selalu mengonsumsi tujuh buah butir kurma ajwa’ (matang). Rasulullah saw pernah bersabda, “Barang siapa yang makan tujuh butir kurma, maka akan terlindung dari racun”. Khasiat ketujuh kurma ini terbukti mampu menghalau racun dalam tubuh. Ketika perempuan Yahudi meracuni makanan Rasulullah dalam percobaan pembunuhan di Perang Khaibar, Rasulullah Saw selamat dari kematian. Memang, racun tersebut telah masuk ke tubuh Rasulullah, namun dapat dinetralisir oleh zat-zat anti toksik yang dikandung oleh buah kurma, akhirnya Rasulullah hanya mengalami sakit. Sementara itu, Bisyir ibnu al Barra’, salah seorang sahabat yang ikut memakan makanan yang sama, akhirnya meninggal dunia. Kemudian Rasulullah Saw mengatakan bahwa kurma adalah rahasianya.

Baca Juga  Uwais Al Qarni, Sang Penghuni Langit dan Kekasih Tuhan
Kelima, Malam Hari Cukup Mengkonsumsi Buah dan Sayuran.

Pada malam hari, menu utama makanan Rasulullah adalah buah dan sayur-sayuran. Secara umum, buah dan sayuran memiliki kandungan zat dan fungsi yang dapat menguatkan daya tahan tubuh dan melindunginya dari serangan penyakit. Kemudian Rasulullah Saw tidak langsung tidur setelah makan malam. Beliau melakukan aktivitas terlebih dahulu, agar makanan yang ia makan dapat tecerna dengan baik di dalam lambungnya. Aktivitas yang biasa beliau lakukan yaitu melaksanakan shalat sebelum tidur. Ini sesuai dengan sabda Rasulullah Saw. berikut.

“Cairkan makanan kalian dengan berdzikir kepada Allah Swt dan shalat, serta janganlah kalian langsung tidur setelah makan, kerena dapat membuat hati menjadi keras. ” (HR Abu Nu’aim dari Asyah r.a.)

Dari Pola makan Rasulullah Saw di atas, ternyata sangat sesuai dengan irama biologis tubuh. yaitu sesuai dengan siklus percernaan makanan yang telah ditetapkan oleh para dokter atau yang biasa disebut circadian rhytme (irama biologis). Ini menjadi bukti bahwa sumber ilmu kedokteran terkait asupan gizi berasal dari nilai-nilai Islam. Jadi, jelaslah sudah bahwa Islam itu ilmiah.

Bagikan
Post a Comment