f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
perempuan

Sejatinya Perempuan Memang Hebat

Kalau saya ibaratkan, wanita atau perempuan itu laksana mutiara indah yang terjaga dalam sebuah cangkang kerang langka. Ia amat berharga dan nilainya tiada tara. Siapa pun tidak boleh sembarangan menyentuhnya demi menjaga nilai dan kualitas keindahannya. Tidak boleh bermain-main dengan perasaannya apalagi kehormatannya. Dan wanita mana pun yang tetap terjaga dan menjaga kualitasnya maka ia sejatinya berada pada kulminasi kasta kehidupan. Sejak semula, Tuhan memang menciptakan wanita terdepan dalam banyak hal. Kita bisa melihatnya melalui prestasi pada institusi sekolah. Kaum wanita belakangan ini cukup mendominasi. Pada beberapa lapangan pekerjaan pun banyak yang mencari kaum wanita, ini menandakan bahwa mereka sebetulnya telah lama menandingi pria. Persepsi yang salah apabila dipandang sebelah mata.

Ya memang begitu seharusnya, perempuan harus menjadi hebat, berpendidikan tinggi, terhormat dan terus mengembangkan potensinya. Tidak sekedar duduk diam di rumah menunggu takdir dengan pasrah. Menjadi wanita harus berani bersuara, tampil dan senantiasa meng-upgrade diri. Sebab, pendidikan dari wanita yang hebat mampu melahirkan generasi yang hebat. Sedangkan seorang laki-laki, sehebat apa pun dia tak akan mampu melahirkan sosok hebat sebanyak yang bisa di lakukan oleh kaum wanita.

Perempuan dalam Prasasti Gandasuli

Perlu diingat, bahwa kata perempuan yang kita gunakan saat ini berasal dari prasasti Gandasuli, Kedu, yang tertulis di dalamnya, “namac Ciwaya, om mahajana di sahingalas partapaan tuha nguda laki wini mandagar, wuattantaparawis, dharma gatinda dang karayan partapaan Ratnamahecwara sida Busa-Plar namanda dang karayan laki BusuIti namanda dang karayan wini atyanta dharmestha sida dua. Ayanda (da) ng karayan laki parpuanta Yantakabbi namanda ayanda dang karayan wini parpuanta Panuahan namanda …” (Hormat Dewa Syiwa, Om, rakyat di sebatas hutan pertapaan tua, muda, laki-bini, (telah) mendengar (lah kamu) tentang kewajibanmu semua; (bahwa) ibadat (lah) tabiatnya sang berkuasa pertapaan Ratnamaheswara; beliau Busur-Pelar namanya sang berkuasa lelaki, Busu-Iti namanya sang berkuasa isteri. Terlampau tetap (taat) ibadatnya beliau (ber) dua. Ayahanda sang berkuasa isteri (ialah) yang dipertuan Panuahan namanya …).

Baca Juga  MAARIF Institute Gelar Diseminasi Publik dan Luncurkan Buku Kisah Inspiratif Pemimpin Pesantren

Pada prasasti ini Kata “parpuanta” diserap menjadi kata perempuan dalam bahasa Indonesia yang berarti “yang dipertuan” atau “yang dihormati” (empu berarti gelar kehormatan yang berarti tuan). Secara etimologi “empu-puan “berarti perempuan yang dihormati, yang mempunyai identitas dan otonomi terhadap dirinya sendiri. Secara kontekstual, kata perempuan mengangkat harkat dan martabatnya sebagai manusia sejati. Oleh karena itu sangat miris apabila melihat perempuan-perempuan merasa bahwa ia berada di jalan buntu, berputus asa hingga enggan berkarya. Semakin bertambah perih pula Tuhan apabila mendapati mereka merendahkan diri dengan menjatuhkan kehormatannya. Padahal posisi perempuan itu tinggi, tidak bisa di ganggu gugat. Jika ada yang menindas maka Allah melalui syariatnya akan menghukumnya dengan Iqobun Syadidun (siksa yang keras).

Perempuan Heroik Dalam Islam

Jangan menjadi perempuan lemah, namun jadilah perempuan yang berpikir kritis, penuh aksi dan berani bersuara. Sebagaimana sosok-sosok hebat seperti Maryam, Asiyah, Sumayah, Aisyah dan Ummu Salamah. Al-Hakim pernah meriwayatkan dari Ummu Salamah, ia berkata: “Kalian mengajak laki-laki berperang dan tidak menyertakan perempuan, lelaki karenanya dapat mati syahid, dan berikanlah kami setengah warisan saja ya Rasulullah (Karena orang Arab pra Islam tidak memberikan hak waris sama sekali)”. Kritik Ummu Salamah pun berbuah hasil hingga peristiwa ini menjadi Asbabun Nuzul ayat-ayat yang menyertakan nama perempuan:

“Dan sesungguhnya aku tidak akan menyia-nyiakan amal perbuatan seseorang, baik laki-laki maupun perempuan “

“Sesungguhnya orang-orang Islam laki-laki dan perempuan…”.

Tidak hanya sampai di situ batas heroik seorang perempuan. Apakah kamu tahu siapakah manusia yang pertama kali syahid dalam Islam? Benar, ia adalah seorang perempuan, Sumaiyah namanya. Ibu dari Ammar bin Yassir yang meninggal karena keteguhannya memegang tauhid tatkala siksaan pedih terlontar dari kaum kafir Quraisy kepadanya. Ada pula Nusaibah yang berhasil mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai seorang hero. Tanpanya, sangat mungkin Rasulullah bakal menerima lebih banyak luka fatal di perang Uhud. Nusaibah menjadi sahabat yang paling cekatan dan terdepan melindungi Nabi saat para sahabat lain meninggalkan beliau. 12 luka di tubuhnya menjadi bukti pengorbanannya ketika menjadi perisai bagi Nabi. Atau Khaulah binti Azur, sang Black Rider, yang berhasil menumpas seluruh musuh di Perang Yarmuk ketika pasukan Islam merasa pesimis dan terpojok.

Baca Juga  Lies Marcoes: Peta Gerakan Perempuan di Kalangan Masyarakat Kota

Demikianlah perempuan-perempuan yang berani mengambil risiko demi membela kebenaran. Oleh karena itu jadilah perempuan hebat, bukan jadi perempuan yang klemar-klemer. Karena sikap klemar-klemer, lemah, putus asa, pasrah dan malas pada hakikatnya adalah gerbang utama menuju kesulitan. Pertahankan kedudukan tinggimu demi terwujudnya generasi emas masa depan.

Editor: Nur Laila Oktavianingrum

Bagikan
Post a Comment