Memahamkan Anak tentang Menjaga Rahasia
Manusia Memikul Amanah yang Allah Tawarkan
Memiliki sifat amanah, merupakan sesuatu yang mendasar yang harus tertanam di dalam setiap pribadi muslim dan muslimah. Pasalnya pada dasarnya keberadaan kita di dunia ini adalah sebuah amanah yang Allah Ta’ala berikan kepada manusia. Allah berfirman:
إِنَّا عَرَضْنَا الْأَمَانَةَ عَلَى السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَالْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَنْ يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْإِنْسَانُ إِنَّهُ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا
“Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanah kepada langit, bumi dan gunung-gunung; tetapi semuanya enggan memikul amanah itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya (berat), lalu dipikulah amanah itu oleh manusia. Sungguh manusia itu sangat dzalim dan sangat bodoh.” (Q.S al-Ahzab: 72)
Betapa berat dan khawatirnya langit, bumi dan gunung-gunung ketika ditawari untuk memikul amanah yang Allah tawarkan menunjukkan bahwa memikul amanah tersebut tidaklah mudah. Dan amanah yang dimaksud, menurut Ibnu Abbas dalam Tafsir Ibnu Katsir yaitu (الْفَرَائِضُ) “berupa kewajiban-kewajiban”. Allah menawarkannya kepada langit, bumi dan gunung, jika mereka menunaikannya Allah akan memberikan mereka pahala, dan jika mereka mengabaikannya Allah akan memberikan adzab kepada mereka. (Lihat Tafsir al-Quran al-‘Adzim karya Ibnu Katsir, jilid: 6, hlm: 490). Mereka enggan menerima bukan karena mereka ingin durhaka kepada Rabb mereka melainkan karena mereka takut tidak bisa mengembannya.
Pentingnya Menjaga Rahasia
Mengutip dari rumaysho.com tentang perkataan Syaikh Ibnu Taimiyah rahimahullah tentang dua sebab manusia kesulitan dalam memikul amanah yang Allah bebankan yaitu 1). Zalim, 2). Tidak memiliki ilmu. Zalim dan tidak memiliki ilmu adalah dua sifat yang berdekatan. Orang yang bodoh tidak tahu dirinya zalim. Sedangkan orang zalim adalah orang yang hakikatnya itu bodoh yang menghalanginya untuk meraih ilmu. Maka agar kita terhindar dari sikap tidak amanah, dalam pembahasan kali ini tentang menjaga rahasia; kita harus mempunyai pengetahuan tentang pentingnya menjaga rahasia.
Firman Allah di dalam Q.S al-Isra: 34;
وَأَوْفُوا بِالْعَهْدِ إِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْئُولًا
“Dan penuhilah janji, karena sesungguhnya janji itu akan dipertanyakan.”
Bahwa sebuah janji akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah Ta’ala.
Tanda-tanda orang munafik diantaranya adalah apabila dia berjanji dia tidak menepati janjinya. Apabila seseorang diamanahi menyimpan suatu rahasia kemudian dia berjanji untuk menyimpannya akan tetapi dia menyalahinya maka telah terdapat tanda kemunafikan pada orang tersebut.
Dari Abu Hurairah, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Diantara tanda kemunafikan ada tiga: jika berbicara dia berdusta, jika berjanji dia tidak menepati, dan jika diberi amanah dia berkhianat.” (HR Muslim no. 59)
Di dalam hadis yang lain disebutkan; apabila seseorang mendengar cerita suatu peristiwa dari orang lain, maka cerita tersebut adalah sebuah amanah bagi orang yang mendengarkan.
Dari Jabir bin Abdillah, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apabila seseorang menceritakan suatu peristiwa kemudian dia berpaling, maka cerita itu menjadi amanah.” (HR. Abu Dawudno. 4867)
Memberikan Pemahaman kepada Anak tentang Keharusan Menjaga Rahasia
Berikut ini teladan Rasulullah tentang suatu rahasia yang disampaikan kepada seorang anak, melatihnya untuk terbiasa menunaikan amanah; menjaga rahasia tidak menyebarluaskannya,
Anas bin Malik berkata: “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah membisikkan suatu perkara rahasia kepadaku, maka hal itu aku tidak akan kuceritakan kepada siapapun. Dan sungguh Ummu Sulaim pun pernah bertanya tentang rahasia tersebut, namun aku tidak menceritakannya.” (HR. Bukhari no. 6289)
Yang dimaksud dengan menjaga rahasia, yaitu meninggalkan dari menyebarluaskannya. (Lihat Fathul Baari bi Syarhil-Bukhari, jilid: 11, hlm 82)
Syaikh al-Munajjid di dalam bukunya; Seni Interaksi Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, memberikan komentar mengenai hadits di atas. Beliau berkomentar; “Beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam membiasakan mereka agar bertanggung jawab sejak usia dini, dikarenakan mereka adalah generasi masa depan.”
Kemudian Muhammad Nur Abdullah Hafizh Suwaid di dalam bukunya Prophetic Parenting: Cara Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam Mendidik Anak menjelaskan mengenai menumbuhkan rasa percaya diri anak, yang di antara cara untuk menumbuhkan rasa percaya diri anak adalah dengan membiasakannya menyimpan rahasia. Beliau menjelaskan, “Ketika seorang anak belajar menjaga rahasia dan tidak membocorkannya, pada saat yang sama keinginannya tumbuh menjadi semakin kuat, sehingga rasa percaya dirinya menjadi semakin besar.” Kemudian beliau juga menjelaskan bahwa menjaga rahasia adalah refleksi kebaikan anak di masa sekarang dan masa mendatang, menjaga keselamatan keluarga, menjaga pembangunan masyarakat dan juga tentang tertatanya lidah.
Setelah mengetahui tentang pentingnya menjaga rahasia dan bagaimana teladan Rasulullah yang memberikan pelajaran kepada seorang anak tentang menjaga rahasia dan juga dampak positif yang akan terjadi kepada anak; maka kita selaku orang tua harus memberikan keteladanan yang baik dan memberikan kesempatan kepada anak untuk menyimpan rahasia sebagai refleksi kebaikan anak di masa sekarang dan yang akan datang.
Namun selain mengajarkan anak tentang keharusan menjaga rahasia, mengutip dari kiddos.id; sebelumnya kita juga harus memberikan pemahaman kepada anak, tegaskan kepada anak bahwa tidak ada yang perlu dirahasiakan antara orangtua dengan dirinya, terlebih tidak ada rahasia di dalam rumah. Diskusikan dengan anak secara berkala tentang macam rahasia; rahasia baik berisi informasi menyenangkan dan rahasia buruk berisi informasi negatif. Katakan kepada anak bahwa terkadang seseorang akan memintanya untuk merahasiakan sesuatu yang buruk yang telah diperbuat orang tersebut (dengan memberikan contoh yang spesifik kepada anak); jika hal tersebut terjadi katakan kepadanya bahwa dia bisa tetap mengatakannya kepada kita selaku orangtua atau kepada anggota keluarga lainnya. Hal tersebut bertujuan agar anak tetap terbuka kepada kita dan kita selaku orang tua dapat memberikan bimbingan kepada anak tentang persoalan yang dia hadapi.
Seorang ibu rumah tangga, tinggal di Kp. Tegalparung Desa Ciburuy Kec. Bayongbong Kab. Garut Jawa Barat. Facebook: Rida Rahmi Instagram: @ridarahmi
