f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
haji dalam

Makna Ibadah Haji dalam kehidupan

Haji adalah rukun Islam yang kelima yang sifatnya wajib bagi umat muslim yang mampu secara materi, fisik maupun waktu. Menunaikan haji berbeda dengan travelling; haji bukan untuk bermegah-megahan, tapi sebagai bentuk refleksi ketaatan seorang hamba kepada Tuhannya, dengan penyertaan klimaksnya cinta, harapan, dan rasa takut kepada Allah Swt.

Ibadah haji adalah ibadah yang di dalamnya mengandung banyak aspek yang saling berkaitan; baik itu kemampuan fisik, materi; kesempatan waktu dan tempat pelaksanaan. Ibadah Haji sangat berbeda dengan ibadah-ibadah lainnya, khususnya waktu dan tempat pelaksanaan.

Untuk melaksanakan ibadah sholat wajib atau puasa, kita hanya terikat waktu tanpa terikat tempat pelaksanaan. Berbeda dengan haji, walaupun seseorang sudah melakukan semua rangkaian ibadah haji; tetapi jika tidak melakukan wukuf di Padang Arafah pada waktu dan tempat yang telah ditentukan; maka ibadah hajinya batal. sebab wukuf adalah salah satu rukun Haji.

Memulai dengan Niat

Niat merupakan langkah awal seorang hamba dalam melakukan suatu amalan. Misalnya, apabila niat haji karena mengharap pujian manusia, maka ia hanya akan mendapat kesia-siaan. Tetapi apabila melaksanakan haji karena memenuhi undangan Allah dan ikhlas lillahi ta’ala, maka ia akan mendapatkan pahala dan balasan yang sangat besar dari Allah.

Rasulullah Sholallohu alaihi wa salam bersabda: “Sesungguhnya amalan itu tergantung niatnya dan seseorang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan” (HR Bukhari & Muslim).

Tawaf

Tawaf Mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali ini tidak hanya dilakukan oleh jamaah haji melainkan juga oleh jamaah umrah. Pelaksanaan tawaf ini mengajarkan kita bahwa semua yang ada di alam semesta tunduk dan sujud dengan satu perintah sebagaimana dalam firmanNya,

Baca Juga  Kondisi Psikologis Akibat Penundaan Ibadah Haji

Apakah kamu tidak mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia? Dan banyak di antara manusia yang telah ditetapkan azab atasnya. Dan barang siapa yang dihinakan Allah, maka tidak seorang pun yang memuliakannya. Sesungguhnya Allah berbuat apa yang Dia kehendaki.” (QS al-Sajadah/22:18).

Sa’i

Inilah yang sudah diajarkan oleh Siti Hajar, di mana pada saat itu ia tinggal di padang pasir tandus yang tak berpenghuni;dan dalam kondisi harus menyapih sang anak, ia berlari dari bukit Safa dan Marwah hanya untuk satu tujuan yaitu mencari sumber air.

Apakah ia mendapati sumber air di kedua bukit tersebut? tidak! Justru ia mendapatinya dikaki anaknya yang masih bayi. Berlari-lari kecil dari bukit Safa ke Marwah sebanyak tujuh kali. Adalah lambang kesungguhan dan usaha kita sebagai manusia yang di utus Allah sebagai khalifah di muka bumi ini yang diperintahkan hanya untuk mengabdi padaNya. Jangan pernah menyerah dari semua usaha yang kita lakukan, karena hasil akan sesuai dengan pemberian Allah pada hambaNya di waktu yang tepat. Jangan pernah putus asa, selalu berdoa dan ikhlas pada takdir Allah.

Wukuf

Wukuf Inilah satu-satunya rangkaian ibadah haji yang tidak memerlukan banyak aktivitas, bahkan hanya dengan berdiam diri. Sebagaimana kita bahas di awal, wukuf adalah salah satu rukun dalam ibadah haji yang di laksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah di Padang Arafah.

Pada waktu tersebut jamaah haji berkumpul untuk mengikuti puncak pelaksanaan ibadah. Rasulullah Sholallohu ‘alaihi wa salam bersabda: “ Haji adalah (wukuf) di Arafah.” (HR. Bukhari dan Muslim). Wukuf mengandung tiga makna penting yaitu zawal, wukuf dan arafa. Zawal bermakna pergeseran dari terang ke gelap sebagaimana ketika matahari terbenam pada petang hari.

Baca Juga  Sejumput Asa di Haji yang Tertunda

Maksudnya manusia terbenam menuju alam akhiratnya, menuju gelap namun kegelapan ini sesungguhnya terang karena hakikat hidup itu adalah di akhirat. Jamaah haji harus memaknai hidup ini bergerak dari alam dunia kealam akhirat. Makna kedua adalah wukuf, artinya kebulatan tekad untuk memutus semua keburukan dalam hati, pikiran, dan tindakan. Sedangkan arafa artinya sadar dan tahu akan hakikat hidup bahwa dunia adalah jembatan menuju kehidupan yang kekal di akhirat.

Melempar Jumroh

Lontar Jumroh Ula, Wustho, dan Aqobah adalah tiga rangkaian dalam melempar jumroh. Ula adalah simbol ketika Siti Hajar melempar setan setelah hampir tergoda untuk mencegah nabi Ibrahim untuk melakukan penyembelihan atas nabi Ismail. Wustho adalah simbol ketika nabi Ibrahim dan Ismail melakukan perlawan atas bujuk rayunya agar tidak melaksanakan perintah Allah; dan Aqobah adah simbol ketika nabi Ibrahim hendak melakukan prosesi penyembelihan Nabi Ismail.

Lontar jumroh adalah ajaran keteladan dari nabi Ibrahim, nabi Ismail dan Siti Hajar untuk kita; agar senantiasa membenci, menampakkan kemarahan dan melakukan perlawanan atas semua usaha setan yang selalu dan tak pernah putus dalam membujuk, mengajak dan ingkar kepada Allah.

Tahallul Adalah simbol bahwa semua rangkaian ibadah sudah terlaksana dan semua yang dilarang sudah menjadi halal kembali untuk dikerjakan. Makna tahalul, yaitu sebagai  tindakan untuk mensucikan kepala; di mana kepala adalah tempat seseorang untuk berpikir dan mengambil tindakan. Banyaknya dosa yang diperbuat manusia juga awalnya dimulai dari pemikiran dari kepala.

Bagikan
Post a Comment