f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
zakat

Generasi Millenial dan Digitalisasi Zakat

Wabah virus Corona atau Covid-19 yang saat ini menjadi pandemi hampir di seluruh dunia termasuk Indonesia, membuat otoritas agama harus memutar otak guna mengatur pengelolaan zakat yang meminimalkan pengumpulan zakat melalui kontak fisik, tatap muka secara langsung dan membuka gerai di tempat keramaian.

Seiring dengan pergantian zaman dan perkembangan teknologi, perubahan menjadi suatu keniscayaan. Dari sisi telaah filantropi Islam, berdampak juga pada pertumbuhan dan perkembangan muzakki. Muzakki semakin bertambah dan beragam. Demografi Muzakki kini ada di kalangan milenial, baik yang sudah mapan ataupun kalangan menengah secara ekonomi. Uniknya, mereka mempunyai pemikiran yang terbuka dan reaktif terhadap perubahan yang terjadi.

عَلِّمُوْا أَوْلاَدَكُمْ عَلٰى غَيْرِ شَاكِلَتِكُمْ فَإِنَّهُمْ مَخْلُوْقُوْنَ لِزَمَانٍ غَيْرِ زَمَانِكُمْ

 “Didiklah anak-anakmu karena mereka diciptakan di zaman yang berbeda dengan zamanmu”  (al-Milal wa al-Niḥal 1404, juz 2: 82).

إِنَّ اللهَ يَبْعَثُ لِهَذِهِ الْأُمَّةِ عَلَى رَأْسِ كُلِّ مِائَةِ سَنَةٍ مَنْ يُجَدِّدُ لَهَا دِينَهَا

“Sesungguhnya Allah akan menurunkan (orang) setiap permulaan 100 tahun seseorang kepada Umat yang akan (Tajdid) mengembalikan kegemilangan Agama mereka” (HR. Abu Daud).

Perbedaan tantangan pemuda (generasi milenial) dulu dengan sekarang secara universal tantangannya sama. Yang membedakan adalah kemasan teknologi yang berbeda. Milenial secara langsung atau tidak langsung dapat menguatkan, meningkatkan dan menumbuhkan penghimpunan potensi zakat di Indonesia karena zakat bisa menjadi lifestyle bagi generasi milenial.

Yuswohady mengatakan Zakat bisa menjadi lifestyle dan giving-lifestyle, dengan cara mengabungkan antara sesuatu yang keren dengan identitas Islam menjadi the new cool, (republika.co.id). Sementara bagi generasi milenial, sesuatu yang digital adalah sesuatu yang keren.

Zakat Digital

Zakat Digital adalah performa zakat dalam berbagai media digital dan medsos untuk memudahkan pengenalan ke masyarakat luas.

Baca Juga  Hari Kartini: Refleksi Pejuang Ekologis
Tujuan Zakat Digital
  • Mengenalkan zakat secara mudah pada generasi milenial untuk selanjutnya menjadikan kesadaran para muzakki generasi milenial.
  • Memperbanyak pengusaha milenial yang juga komitmen menjadi muzakki atau donatur sehingga perolehannya naik di Indonesia.
Potensi Generasi Millenial

Milenial adalah kelompok demografi setelah Generasi X. Tidak ada batas waktu yang pasti untuk awal dan akhir dari kelompok ini. Para ahli dan peneliti biasanya menggunakan awal 1980-an sebagai awal kelahiran kelompok ini dan pertengahan tahun 1990-an hingga awal 2000-an sebagai akhir kelahiran.

Generasi milenial adalah sumber daya manusia dengan potensi yang luar biasa dan sangat kita perlukan pada masa ini, di mana teknologi komunikasi menjadi yang terdepan. Dua hal yang menjadi role model yang cukup menonjol dari mereka adalah saling terhubung dan tak terbatas. Keberadaan internet, wi-fi, laptop dan smartphone memungkinkan mereka saling terhubung dan memiliki perspektif global. Selain itu mereka juga punya pendekatan berbeda dalam berkomunikasi.

Melihat data penggunaan internet bagi millenial pada tahun 2015, pengguna internet di Indonesia telah mencapai 47,9% dari populasi atau sebanyak 93,4 juta orang. Dan terdapat prediksi akan mengalami peningkatan hingga 140 juta pengguna di tahun 2020. Sedangkan berdasarkan data 2017, pengguna ponsel telah mencapai 142% dari total populasi sebanyak 262 juta orang. Dengan asumsi satu orang menggunakan dua hingga tiga kartu telpon seluler (katadata.coi.d).

Teknologi juga membuat para generasi internet tersebut mengandalkan media sosial sebagai tempat mendapatkan informasi. Saat ini, media sosial (Instagram, Facebook, Telegram, Tik Tok, Zoom Meeting, Google Meeting) telah menjadi platform pelaporan dan sumber berita utama bagi generasi millenial. Ini peluang untuk penerapan digitalisasli zakat bagi kaum millenial.

Baca Juga  Digital Parenting: Menanamkan Adab dan Batasan di Era Layar

Digitalisasi zakat kita anggap perlu karena minimal tiga hal berikut;  Pertama, Era Disrupsi (hampir semua lini kehidupan menggunakan digital). Kedua, Generasi milenial terbesar sekitar berjumlah 33,75%. Dibandingkan dengan jumlah generasi lain, saat ini presentase milenial di Indonesia merupakan jumlah terbesar (33,75%), diikuti dengan jumlah generasi Z (29,23%), generasi X (25,74%), dan yang paling sedikit adalah generasi baby boomers dan veteran (11,27%). Ketiga, Perolehan zakat yang belum maksimal.

Konten Positif Zakat Digital

Media massa dalam situasi pandemi Covid-19 ini mengalami beberapa hal. Namun fungsi dasar media massa tetap harus berjalan sebagaimana mestinya. Yakni sebagai saluran untuk mensosialisasikan berbagai hal-hal baru dan aktual kepada masyarakat secara luas dan masif, yakni bagaimana caranya supaya masyarakat bisa ikut aktif mendonasikan atau menyalurkan dana zakat, infaq dan sedekah melalui lembaga-lembaga zakat yang terverifikasi dan terpercaya dan memiliki program-program yang bagus serta bermanfaat untuk masyarakat yang luas.

Peran media dalam menyampaikan informasi mengenai zakat memang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, terutama bagi para Muzakki (pemberi zakat). Media berperan untuk mendorong dan memperkuat Muzakki dalam membayar zakat dengan membuat beberapa content marketing yang bertujuan untuk membangun relasi yang kuat dengan para Muzakki.

Maka dari itu, konten yang dibuat harus relevan agar tercipta perasaan butuh dari Muzakki yang akhirnya memiliki kedekatan emosi dengan konten yang dibuat. Adapun konten positif zakat digital; nabi dan kepedulian sosial, para sahabat yang mementingkan orang lain daripada dirinya sendiri, ketentuan zakat, infaq dan shodaqah, motivasi dan hikmah shodaqah, UU Zakat No. 23 Tahun 2011 dan UU Zakat No 38 Tahun 1999, dan lain-lain.

Hikmah dan Manfaat Zakat dalam Membangun Generasi Milenial

Adapun hikmah zakat, di antaranya; Perwujudan Iman Kepada Allah SWT, Sebagai amal bersama (Muzzaki dan Mustahik), Zakat sebagai sumber dana bagi pembangunan, Meningkatkan kesejahteraan umat. Dengan capaian dapat membangun generasi milenial yang sadar zakat akan meningkatkan keimanan, etos kerja, dan produktivitas generasi milenial, serta mewujudkan kesejahteraan bangsa.

Bagikan
Post a Comment