f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
arti bapak

Laki-Laki dan Perempuan Bisa Mengalami Puber Kedua

Istilah “puber” berasal dari kata “pubes” yang artinya rambut yang tumbuh di sekitar kemaluan. Kondisi ini dialami oleh anak berusia belasan tahun, baik laki-laki maupun perempuan. Sedangkan puber kedua adalah kondisi di mana terdapat kesamaan perilaku seperti yang dialami anak-anak yang memasuki masa puber, seperti lebih memperhatikan penampilan dibanding sebelumnya.

Pada praktiknya, puber kedua tidak hanya untuk menggambarkan tentang fase bersemangat memperhatikan penampilan diri dan menjalin relasi dengan lawan jenis di saat remaja. Istilah ini juga digunakan saat orang dewasa merasa kembali bersemangat memperhatikan penampilan diri dan muncul rasa ingin diperhatikan lebih besar oleh lawan jenis.

Puber Kedua Dialami Perempuan dan Laki-Laki

Istilah puber kedua awalnya melekat hanya pada salah satu gender saja yaitu pria. Namun dalam perkembangannya perempuan pun dapat mengalaminya. Dalam teori psikologi perkembangan, seorang tokoh psikologi perkembangan Hurlock mengatakan bahwa “Pada usia 40 tahun seharusnya tugas-tugas perkembangan di usia  ini dapat selesai dilakukan, di mana proses kematangan berpikir dan pendewasaan diri sudah seharusnya tuntas. Dilanjutkan kemudian dengan fase perkembangan 40-60 tahun masuk pada tahap masa dewasa madya, yang ditandai dengan menurunnya kemampuan fisik dan psikologis”.

Jika fase perkembangan di dewasa awal tidak tuntas, maka tugas-tugas perkenbangan yang tidak tuntas tersebut dapat mengganggu keseimbangan proses tugas perkembangan selanjutnya di usia yang seharusnya. Hal inilah yang memicu kerentanan munculnya keluhan-keluhan secara psikologis sebagaimana usia pubertas.

Puber kedua dialami oleh laki-laki maupun perempuan. Pada laki-laki biasanya terasa saat memasuki usia 40 tahun ke atas, dan pada perempuan biasanya mulai terasa di usia 35 tahun hingga ke atas. Gejala yang timbul pada laki-laki saat memasuki puber kedua adalah : enggan tampil tua. Mereka mulai memperhatikan penampilannya maupun keindahan tubuhnya. Rambutnya disemir ala anak muda, bergaya gaul, memodifikasi motornya dengan gaya funky, atau memodifikasi mobilnya dengan gaya tertentu misalnya dibuat ceper, dibuat penuh variasi, dan sebagainya.

Baca Juga  Tempe Mendoan dan Pencarianku (1)

Selain beberapa ciri di atas, ada beberapa ciri lainnya yang muncul, yaitu; mereka juga mulai senang kembali berpetualang. Mulai dari naik motor jarak jauh, mencari relasi baru di luar perkawinan, sampai keluar masuk diskotik. Di sisi lain secara positif dapat dilihat bahwa produktivitas hidup mereka meningkat. Banyak ditemui bahwa mereka semakin mahir bernegosiasi, semakin maju bisnisnya, maupun semakin memukau karirnya.

Sedangkan pada perempuan, gejala yang muncul dapat berupa : terganggu atau berhentinya proses menstruasi (terjadi proses pramenopause). Hal ini terjadi karena gonadotrop tidak diproduksi lagi oleh kelenjar hypophysc. Efek yang terjadi adalah pusing, lesu, dan kurang bergairah. Akibatnya kestabilan emosi sering terganggu. Timbunan lemak menyusut sehingga kulit mulai keriput, tidak mulus lagi dan menggelambir. Rambutpun mulai memutih. Keadaan ini akan berpengaruh pada kejiwaannya. Apalagi jika suami memandang hal itu sebagai suatu kemunduran.

Fenomena-Fenomena Puber Kedua

Namun seiring berkembangnya teknologi, gejala puber kedua tidak hanya ditandai secara internal karena faktor biologis semata. Gejala justru lebih banyak muncul karena adanya perkembangan teknologi kecanggihan mengakses kamera foto, teknologi dengan resolusi tinggi dan kemudahan berselfie. Semakin mudah mengakses foto diri, semakin mudah fasilitas mengupload ke sosial media dan makin bervariasinya aplikasi yang mendukung; maka makin banyak bermunculan gejala puber kedua yang berlangsung lebih cepat dibanding biasanya.

Maka usia rentang puber kedua bagi perempuan bukan lagi 40 tahun ke atas; akan tetapi dapat terjadi mulai dari usia 35 tahun di mana seorang perempuan yang setelah melahirkan ia merasa dapat kembali kepada BB normal dan merasa mendapat perhatian atas usahanya tersebut, dan dapat dipastikan bahwa fase puber kedua mulai terjadi.

Baca Juga  Asap Dapur Mengebul Urusan Siapa?

Dapat juga dijelaskan saat istri sedang megalami krisis kepercayaan diri sebagai akibat dari menurunya penampilan fisik; seringkali mempengarui psikis pria untuk tampil sebagai hero yang terkadang salah langkah dengan menolong perempuan lain yang berlanjut asyik hingga perselingkuhan. Sebaliknya sifat sensitif perempuan merasa kurang diperhatikan akibat kecantikannya memudar dan keidealan tubuh tidak lagi seperti impian sebelumnya; akibatnya ketika ada pria lain yang memberikan perhatian dan peluang untuk selingkuh pun terbuka. Menjadi suatu permasalahan jikalau kehidupan perkawinan dalam rumah tangga berjalan monoton, sementara kebutuhan untuk diperhatikan maisng-masing jauh lebih besar. Maka muncullah greget mencari perhatian di luar diri hingga terkadi perselingkuhan.

Tapi tidak juga hal tersebut lantas menjadi pembenaran bagi semua lho; atau kemudian hingga menggeneralisasi bahwa setiap perempuan ataupun pria yang telah memasuki usia matang, dan selalu menjaga penampilannya agar senantiasa rapi dan menarik, mereka itu pasti mengalami masa pubertas kedua. Justru mereka yang matang dalam kedewasaannya akan dapat melewati tahap perkembangan dengan sikap optimis; percaya diri terbuka pada perubahan asertif dan merasa bahagia dengan makna spiritual kebersyukuran.

Setiap Orang Akan Mengalami Puber Kedua

Setiap orang akan mengalami fase puber kedua ini. Karena itu perlu persiapan yang cukup matang untuk memasuki fase krisis ini. Puber kedua tidak hanya terjadi pada pasangan yang menikah seumuran saja, tetapi dapat pula terjadi pada mereka yang menikah dengan perbedaan usia. Di sinilah komitmen perkawinan kembali teruji. Komunikasi dan pengertian memegang peran yang sangat penting bagi pasangan yang mulai memasuki masa puber kedua ini.

Kondisi yang berbeda antara suami dan istri sering kali memicu konflik diantara mereka berdua. Suami semakin bersemangat dalam banyak hal, sedangkan istri semakin lesu dan kurang bergairah. Bila terjadi komunikasi yang baik di antara pasangan yang memasuki masa ini, maka masalah krisis kedua ini akan dapat diselesaikan dengan baik. Jika sudah diikhtiarkan tetap mengalami jalan buntu, Anda dapat meminta bantuan profesional seperti Psikolog untuk mendapatkan konseling dan bantuan dampingan terapi yang dibutuhkan.

Bagikan
Comments
  • Sujimat.

    Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh…syukron ustadzah…mencerahkan sekali…boleh diskusi, konsultasi mungkin lebih tepatnya ustadzah??

    Juli 17, 2020
Post a Comment