Menjalani kehidupan, tidaklah selamanya berjalan mulus dan lancar, adakalanya masalah datang menghampiri. Hal tersebut merupakan suatu sunatullah bagi setiap manusia. Seorang pekerja yang tertekan dengan pekerjaannya. Pasangan suami istri dengan masalah rumah tangganya. Seorang ibu yang lelah dengan segala tugas, tanggung jawab, dan pekerjaannya di rumah. Seorang yang tidak mempunyai uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, keluarga yang terinfeksi Covid-19 dan terdampak pandemi, serta masalah-masalah lainnya. Saat situasi yang sedang dijalani terasa cukup berat, bukan tidak mungkin seseorang akan mengalami jenuh, penat, stres, bahkan depresi.
Mungkin kita pun pernah mengalaminya, bukan? Jika sudah merasakan keluhan psikologis, kita tentu perlu suatu metode healing untuk menghilangkan penat dan agar diri ini tetap waras. Banyak orang berpikir bahwa yang diperlukan saat dirinya stres adalah refreshing, ada yang memilih dengan mengambil ‘me time’, tidur sepuasnya, mendengarkan lagu, liburan, atau shopping. Namun, sebetulnya kegiatan-kegiatan refreshing tersebut hanyalah kebahagiaan yang sementara, hanya menghilangkan rasa penat dan stres kita sebentar saja. Bahkan metode healing yang tidak tepat seperti itu, biasanya menimbulkan masalah baru.
Orang yang sedang stres, tentu perlu suatu obat mujarab untuk mengobatinya. Apakah ada obat mujarab tersebut? Jawabannya ada, yaitu kembalikan segala sesuatu kepada Allah, kembalikanlah kepada Al-Qur’an. Bukankah Al-Qur’an itu adalah asy-syifa (obat)? Obat yang paling manjur, yang tidak semu, yang tahan lama karena Ia mengobati sampai ke dalam jiwa kita, bukan hanya mengobati permukaan tubuh saja. Maukah Anda tahu apa obat jika kita sedang stres? Para ulama memberikan lima resep obat bagi kita yang sedang dilanda penat dan stres, yaitu sebagai berikut.
Membaca Al-Qur’an
Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (Q.S. Ar-Ra’d, 13: 28)
Saat kita sedang stres maka hati pun menjadi tidak tenang, pasti banyak yang kita pikirkan. Oleh karenanya, ayat ini begitu cocok sebagai obat bagi orang yang sedang stres. Ayat ini dengan jelas menerangkan bahwa yang bisa membuat hati menjadi tenteram adalah dengan mengingat Allah, yaitu berzikir kepada Allah. Membaca Al-Qur’an adalah salah satu cara berzikir kepada Allah. Jadi, saat kita sedang merasa stres, harus rajin membaca Al-Qur’an, bacalah beserta artinya, dan lebih bagus jika disertai tadabur maknanya.
Jika kita ingin sembuh dari stres maka jangan sampai tertinggal membaca Al-Qur’an. Ibarat orang yang sedang sakit maag maka sakitnya akan membaik jika meminum obat maag. Jika obatnya tidak kita minum maka sakit maag tersebut tidak akan kunjung sembuh. Begitupun dengan membaca Al-Qur’an. Jangan sampai ada alasan sibuk atau tidak sempat membaca Al-Qur’an karena justru ini adalah obatnya. Jika stres yang kita rasakan tidak kunjung hilang, bisa jadi karena kita tidak meminum obatnya, yaitu meninggalkan membaca Al-Qur’an.
Berpuasa
Para ulama menganjurkan untuk sering mengosongkan perut sebagai obat untuk stres. Beberapa orang berpikiran bahwa jika dirinya stres maka dia jadi banyak makan dan banyak ngemil. Sebenarnya ini adalah suatu pemikiran yang salah. Justru ketika stres, jangan banyak makan, dan lebih baik kita shaum (berpuasa). Saat kita stres, kita harus dapat mengendalikan hawa nafsu kita. Shaum hakikatnya adalah mengendalikan hawa nafsu, tidak hanya urusan perut, tetapi dengan shaum kita diajarkan untuk mengendalikan hawa nafsu kita secara keseluruhan.
Qiyamul Lail
Obat selanjutnya adalah dengan melaksanakan salat malam atau qiyamul lail. Bangunlah di sepertiga malam terakhir dan tahajudlah! Waktu inilah yang paling utama. Nabi bersabda, di sepertiga malam terakhir Allah turun ke langit dunia untuk mengabulkan doa hamba-hambanya. Saat tahajud kita bisa berdoa, meminta jalan keluar, meminta kepada Allah agar segala masalah dapat diselesaikan. Bersujudlah kepada Allah untuk meminta pertolongan-Nya. Saat sedang stres, kebutuhan kita akan tahajud jauh lebih besar dari pada saat keadaan kita sedang baik-baik saja.
Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:
“Dan orang-orang yang menghabiskan waktu malam untuk beribadah kepada Tuhan mereka dengan bersujud dan berdiri.” (Q.S. Al-Furqan, 25: 64)
Beristigfar di Waktu Sahur
Saat stres melanda, kita akan merasa lemah, tidak berdaya, dan akhirnya sadar bahwa Allah-lah yang Maha Besar, Maha kuasa, Maha Kuat, dan Maha Penyayang. Ketika stres adalah waktu yang tepat untuk kita bersikap tadharru, yaitu merendahkan diri di hadapan Allah. Salah satu cara tadharru adalah dengan beristigfar atas segala kesalahan dan kelalaian kita. Orang yang tadharru adalah orang yang memohon ampunan di waktu sahur seperti pada ayat berikut.
Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:
“Dan pada akhir malam mereka memohon ampunan (kepada Allah).” (Q.S. Az-Zariyat, 51: 18)
Waktu sahur adalah waktu sebelum Subuh, sekitar tiga puluh sampai sepuluh menit sebelum Subuh. Waktu sahur ada di sepertiga akhir malam. Seperti kita tahu, waktu ini adalah waktu yang paling utama untuk salat dan berdoa. Di waktu sahur ini, kita dianjurkan untuk banyak memohon ampun kepada Allah. Inilah obat keempat yang dapat menghilangkan stres, yaitu dengan banyak beristigfar di waktu sahur.
Bersama dengan Orang Saleh
Memiliki me time saat merasa stres memang perlu. Namun, kita juga perlu orang lain untuk menemani kita. Lalu, siapakah yang bisa membantu meringankan kepenatan kita? Ya, orang salehlah jawabannya. Saat anda merasa stres maka datanglah, dekatilah, bergaulah, dan curhatlah kepada orang saleh. Orang yang saleh akan senantiasa mendengarkan dan menasihati kita untuk mengingat Allah. Jika kita mendatangi orang yang tidak saleh, mereka tidak akan mendekatkan kita kepada Allah, bahkan mungkin akan mendekatkan kita pada maksiat. Naudzubillah.
Nah, itulah lima obat yang para ulama anjurkan bagi orang yang sedang mengalami stres. Kelima obat ini akan bekerja mengobati stres jika semuanya dilakukan. Ibaratnya, jika obat untuk penyakit jantung ada lima macam maka semua obat tersebut harus diminum. Jika ada salah satu obat yang tidak diminum tentunya akan berpengaruh dalam proses penyembuhannya.
Wallahu’alam bishawab.
Dinukil dari Kajian Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri dari Kitab Dzammu Qoswatil Qolbi karya Imam Ibnu Rojab al-Hambali

masyaAllah blog ini jadi favorit aku banget kak, setiap minggu aku sempetin baca dan ketagihan terus buat ngeswipe2 karya2nya, relate sam sebagian yg aku rasain