f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
perubahan

Kartini, Perempuan dan Spirit Perubahan

Menjadi seorang perempuan bukanlah sebuah pilihan melainkan sebuah takdir yang patut untuk di syukuri oleh setiap perempuan di seluruh penjuru dunia. Terlebih lagi untuk perempuan-perempuan muslimah. Di abad ke 21 ini kehadiran perempuan bukan lagi menjadi hal yang tabu, perempuan sudah bisa mengeksplorasi diri sesuai dengan bakat dan minat yang ia miliki. Tentu hal ini tak lepas dari perjuangan para pahlawan yang telah memerjuangkan hak-hak perempuan untuk bisa ikut berkontribusi dalam perubahan dan membangun sebuah negara.

Keadaan yang sekarang patut untuk kita syukuri, terkait dengan keberadaan perempuan yang sekarang sudah bisa dibilang merdeka dari belenggu kekangan penjajahan Belanda. Coba kita runut ke belakang, di mana pada waktu itu perempuan tidak bisa se-merdeka yang sekarang; tidak bisa berpendidikan tinggi seperti yang sekarang; tidak bisa leluasa untuk mengeluarkan opini secara terbuka seperti sekarang ini. Suatu keadaan di mana waktu itu perempuan dianggap tak memiliki peran yang begitu penting sehingga perempuan hanya ditempatkan di rumah saja, dan anggapan orang dulu bahwa perempuan lebih dikenal dengan istilah “dapur, sumur, dan kasur”; yang hanya memperbolehkan perempuan mengurusi rumah tangganya. Sampai ahirnya munculah seorang pahlawan perempuan yang memerjuangkan hak-hak perempuan, yakni R.A. Kartini.

***

R.A. kartini, siapa yang tak kenal. Beliau seorang aktivis perempuan yang karenanyalah kita (perempuan) saat ini bisa mengambil peran yang  lebih dalam masyarakat; bisa berpendidikan tanpa adanya batasan seperti, ungkapan-ungkapan “udahlah perempuan enggak usah sekolah tinggi-tinggi buang-buang uang saja, toh nantinya cuma di dapur saja, ijazahnya engga terpakai”. Awalnya saya juga berfikir seperti itu, buat apa perempuan sekolah tinggi-tinggi toh nanti ujung-ujungnya hanya di dapur dan mengurusi anak. Namun, stereotipe itu sudah terpatahkan setelah menggali lebih dalam tentang sosok pahlawan perempuan R.A. Kartini.

Baca Juga  Spirit Habis Gelap Terbitlah Terang dalam Hari Raya

R.A. Kartini adalah salah satu pahlawan perempuan yang memperjuangkan hak-hak perempuan mengusahakan perubahan budaya yang cenderung patriarki. Salah satu quotes dari R.A. Kartini yang membuka hati dan pikiran saya bahwa perempuan harus berpendidikan tinggi karena dari perempuanlah akan lahir generasi penerus yang mampu memberikan perubahan bagi bangsa. R.A. Kartini mengatakan: “Dalam tangan anaklah terletak masa depan, dan dalam tangan ibulah tergenggam anak yang menjadi masa depan itu,” ini adalah salah satu quotes yang memiliki makna bahwa perempuan mari belajar; mari menuntut ilmu; jangan malas; mari menjadi perempuan yang cerdas yang tidak lagi hidup di zaman nenek moyangnya karena dari dirimulah nanti akan lahir generasi-generasi penerus bangsa.

***

R.A. Kartini yang kita ketahui lahir dari keturunan bangsawan lantas tak membuat jiwanya terpengaruh dengan kebangsawanannya dikarenakan dalam jiwa R.A. Kartini sudah tertanam kecintaan dan perhatiannya terhadap rakyat. Salah satu hal yang membuat saya tertarik dan mengidolakan salah satu tokoh pahlawan perempuan ini adalah kerendahan hati yang ia miliki serta tidak sombong karena berasal dari keturunan bangsawan. Hal ini dibuktikan dengan seringnya R.A. Kartini berkunjung ke desa-desa guna mengetahui secara langsung keadaan rakyatnya. Kita perempuan yang ada di Indonesia sudah sepatutnya mengenal dengan baik siapa R.A. Kartini. Karena melalui wasilahnya lah kita sekarang memiliki kesadaran akan pentingnya sebuah pendidikan untuk perempuan.

Saya tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada Indonesia jika R.A. Kartini tidak tegas dalam masalah pendidikan untuk perempuan waktu itu. Karena baik laki-laki atau perempuan sama-sama memiliki hak untuk mengenyam pendidikan yang tinggi. Imam Syafi’i pernah berkata, “Ta’allam falaisal mar’u yuuladu ‘aaliman.” Artinya adalah: “Belajarlah karena tidak ada orang yang terlahir dalam keadaan berilmu.”

Baca Juga  Lailatul Fithriyah: Penggagas Tahfizh Quran Tematik yang Melenggang ke Agama Islam Award Mewakili Jatim

Perkataan Imam Syafi’i ini seharusnya membuat kita semakin sadar bahwa pentingnya suatu ilmu untuk laki-laki dan juga perempuan. Terlebih lagi untuk seorang perempuan yang nantinya akan menjadi seorang istri, ibu, dan juga menantu. Ketiga peran itu tidak bisa kita jalani tanpa ilmu. Menjadi seorang ibu yang nantinya sebagai guru pertama dan utama untuk anak-anaknya nanti tidak akan bisa terwujud tanpa ilmu. Ingin menjadi seorang istri yang baik dan taat pada suami tidak akan bisa tanpa ilmu, menjadi menantu yang menghormati mertua tidak akan bisa tanpa ilmu.

***

Begitu pentingnya sebuah ilmu, oleh karena itu keadaan kita sebagai perempuan yang sudah merdeka sekarang ini tidak seharusnya kita sia-siakan, harus mampu kita manfaatkan dengan semaksimal mungkin. Kita sudah bisa bebas menuntut ilmu tanpa kekangan, kita sudah bebas menyuarakan isi hati tanpa hambatan, dan semua ini tak lepas dari peran pahlawan kita R.A. Kartini. Salah satu cara yang dapat kita lakukan untuk menghargai perjuangan-perjuangan pahlawan R.A. Kartini untuk perempuan adalah dengan memaksimalkan diri dalam menuntut ilmu, mempelajari hak-hak baru, giat dalam belajar, dan masih banyak lagi cara lain yang bisa kita lakukan untuk menghargai jasa beliau.

Sekali lagi, menjadi perempuan bukan sebuah pilihan melainkan sebuah takdir yang patut untuk kita syukuri. Karena perempuan juga merupakan salah satu agent of change (agen perubahan) suatu negara bahkan dunia. Tanpa adanya perempuan, kehidupan tidak akan seimbang. Jika dilihat pada rantai kehidupan, perempuan memiliki peran dan pengaruh yang sangat penting. Oleh karena itu kita sebagai perempuan Indonesia seharusnya tidak ada lagi kata malas dalam belajar dan menuntut ilmu. Karena kita perempuan memiliki peran yang sangat penting dalam tatanan kehidupan. Mari para perempuan Indonesia generasi penerus R.A Kartini untuk terus semangat dalam menuntut ilmu guna menaikkan kualitas dan kesadaran diri. Tetap semangat dan teruslah bermimpi menjadi generasi terbaik R.A Kartini yang dapat memberikan perubahan lebih baik kedepannya. Salah satu quotes lagi dari R.A Kartini “Teruslah bermimpi, teruslah bermimpi, bermimpilah selama engkau masih dapat bermimpi! Bila tidak bermimpi, apakah jadinya hidup! Kehidupan yang sebenarnya kejam.”

Bagikan
Comments
  • Jundi Arzaki

    Toppp. Tetap semangat…
    Karna membaca tanpa menulis ibarat ilmu yg tidak diamalkan

    Agustus 22, 2021
  • Intan Rosdiana

    Waaah siaap Terima kasih

    Agustus 23, 2021
Post a Comment