f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
Lailatul Fithriyah

Lailatul Fithriyah: Penggagas Tahfizh Quran Tematik yang Melenggang ke Agama Islam Award Mewakili Jatim

Tak asing kiranya kita mendengar istilah tafsir tematik. Tafsir yang pembahasannya per-tema. Namun, tahfiz Al-Quran masih jarang terdengar di telinga. Karena metode tahfiz klasikal membiasakan para penghafal Al-Quran menghafal ayat secara berurutan. Lailatul Fithriyah Azzakiyah, SHU, M.Pd.I., kerap dipanggil Mbak Ela, menggagas metode tahfiz Al-Quran secara tematik. Memulai dari tema kisah yang mudah diingat dan disuka.

Tahfiz Quran Tematik (TQT) dengan jargon, “Insya Allah hafal dan paham” dibuat per-tema. Penggagas mengumpulkan ayat-ayat yang berkaitan dengan tema tertentu. Dimulai dari kisah-kisah yang sering didengar seperti kisah nabi, orang-orang saleh, binatang, kejadian alam, hingga sains dan teknologi. Sehingga peserta program tidak hanya sekadar menghafal, namun dibarengi dengan pemahaman makna ayat yang dihafal. Itulah kiranya yang menjadikan metode ini mudah diterima dan disukai semua kalangan usia. Dari usia dini hingga lansia.

Program TQT telah diterapkan di beberapa sekolah seperti MTS Khadijah Malang, SD ‘Aisyiyah Kota Malang, dan Paud Dinnov Kediri. Mbak Ela pun mengampu kelas Ngaji Kitab Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur, perkumpulan ibu-ibu di sekitar Dau Malang, hingga program TQT internasional via daring yang diikuti oleh peserta berbagai negara.

Program yang telah mengantongi Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) sejak 2016 ini memiliki filosofi mulai dari yang mudah, mulai dari yang disuka, dan mulai dari yang dekat. TQT juga mengadopsi teori pendidikan modern seperti multiple intelligences, teori belahan otak, dan super memory system. Sedangkan target yang dicapai dari program ini adalah memahami kandungan surat, paham arti dan makna ayat, pengayaan kosakata Bahasa Arab, dan ada kesan dan motivasi yang dibangun bersama peserta.

Melenggang ke Agama Islam Award Tingkat Nasional

Program TQT sebagai metode pemberantasan buta makna Al-Quran ini berhasil mengantarkan Mbak Ela menuju Penyuluh Agama Islam Award 2024 tingkat nasional. Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur pada Kamis, (23/5/2024), menetapkan delapan penyuluh agama se-Jatim yang lolos dan siap dikirim ke tingkat nasional.

Baca Juga  Rabiah Al-Adawiyah, Sufi Perempuan dalam Teologi Patriaki

Delapan orang tersebut adalah Lailatul Fithriyah Azzakiyah (Kabupaten Malang), Moh. Mahin (Kabupaten Probolinggo), Ni’matul Khoiriyah (Kabupaten Tulungagung), Bambang Utomo (Kabupaten Bojonegoro), S. Imroatul Ulfiyah (Kota Mojokerto), Arif Samroni (Kabupaten Blitar), Habibur Rohman (Kabupaten Lamongan), dan Marsidi (Kabupaten Malang).

Setelah Mbak Ela lolos seleksi berkas seperti portofolio penyuluhan selama dua tahun terakhir, video dan karya tulis ilmiah, diambillah tiga besar kabupaten yang presentasi di hadapan juri. Tahapan tes wawancara terakhir Penyuluh Agama Islam Award 2024 ini dilaksanakan di Hotel Southern Surabaya (22-23/5/2024).

“Terima kasih kepada Kementerian Agama sebagai penyelenggara PAI Award. Ini menjadi apresiasi sangat berharga bagi para penyuluh di kecamatan yang konsisten melakukan pemberdayaan pada masyarakat akar rumput. Pada keluarga besar Kementerian Agama Provinsi Jatim, Kabupaten Malang dan Kecamatan Dau juga saya haturkan terima kasih setinggi-tingginya atas support, doa, kesempatan dan kepercayaan yang diberikan kepada saya hingga berada di titik ini,” harap Mbak Ela.

Syarif Hidayatullah, pegawai Kemenag Kota Batu, pun turut mendukung Lailatul Fithriyah dalam ajang ini, “Program yang diusung Mbak Ela ini unik dan setahu saya baru beliau yang mengembangkan. Itulah mungkin salah satu yang menjadikan beliau terpilih mewakili Jatim ke tingkat nasional,” ungkapnya. (Erfin)

Bagikan
Post a Comment