f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
insecure

Kadangkala Tak Mengapa Untuk Tak Baik-Baik Saja

Tulisan ini terinspirasi dari sebuah lagu yang berjudul Pelukku Untuk Pelikmu dari bang Fiersa Besari. Penulis sangat senang sekali mendengarkan lagu ini beberapa hari belakangan. Lirik-lirik tersebut sangat sarat makna dan memberikan efek positif pada pikiran-pikiran manusia yang suka overthinker serta tidak percaya diri atau istilah nge-trend nya itu insecure.

Penulis rasa semua orang pasti pernah merasakan perasaan ini. Baik kita yang masih sekolah ataupun yang sudah masuk dunia pekerjaan. Setiap orang punya rasa insecure-nya masing-masing. Entah insecure karena kegagalan, cemas, atau gelisah tentang kehidupannya di masa depan.

Berbicara tentang insecure dalam dunia psikolog adalah tindakan dari adanya emosi apabila kita menilai diri kita menjadi inferior dari orang lain. Atau bisa juga memiliki arti sebagai perasaan tidak aman setiap orang dalam hidupnya. Lalu kapan sih rasa insecure itu muncul? Nah, biasanya rasa itu muncul ketika merasa diri ini kekurangan, malu, bersalah, bahkan sampai rasa tidak mampu melakukan sesuatu. Ketika rasa ini tidak terkendali dalam diri, maka akan semakin memicu rasa ketidakpercayaan diri yang begitu tinggi.

***

Akibat lain jika si insecure ini ada dalam diri seseorang, maka seseorang tersebut akan menjadi takut bila berinteraksi dengan orang lain. Sebagian dari mereka akan berpikiran “apakah nanti mereka mau menerima kondisiku, kalau mereka tidak menerima aku gimana ya” Pokoknya orang yang insecure ini bakal negatif thinking terus deh isi pikirannya.

Insecure ini tentu ada kaitannya dengan kondisi gangguan mental ringan. Mungkin orang yang mengalami insecure ini sering mendapat pengabaian oleh lingkungan. Akibatnya dia kemudian tidak berani bercerita dengan orang-orang di lingkungan sekitarnya, dan lebih banyak memendam. Atau bisa juga sih ada trauma masa lalu yang masih membekas dalam batinnya.

Baca Juga  Mencintai Diri Sendiri Tanpa Terjebak Narsisme

Selain itu insecure ini juga muncul karena setiap usaha yang jarang mendapat apresiasi oleh lingkungan. Untuk itu, jangan terlalu memenuhi ekspektasi orang lain, nanti kamu tersiksa sendiri. Semua hanya urusan dunia, jadi let it flow aja.

***

Media sosial juga menjadi salah satu penyumbang untuk seseorang merasa insecure. Sekarang apa-apa yang kita lihat di media sosial sering kita jadikan tolak ukur pada diri kita. Misalnya selesai nonton feed atau instastory di instagram terus bergumam dalam hati: ihh mbaknya cantik banget ya, ihh mbaknya bodygoals banget ya, dan masih banyak lagi.

Atau bisa juga nih insecure karena memperhatikan jumlah likes and followers kita yang sedikit. Nah, dengan melihat hal-hal tersebut akhirnya dicompare ke diri sendiri yang malah justru jatuhnya seperti menyakiti diri sendiri.

Seperti dalam lagu ini, ada lirik yang berbunyi: kita adalah manusia, wajar jika tak sempurna. Pada lirik ini kita belajar untuk bersyukur teman-teman. Jadi kita memang tidak bisa menjadi sempurna. Namun kita adalah sebaik-baiknya makhluk ciptaan Tuhan. Kita hanya perlu mensyukuri segala nikmat yang Tuhan berikan kepada kita. Nikmat yang paling tinggi adalah nikmat sehat. Jadi tidak masalah mau kita gemuk, mau kita kurus, berkulit hitam, yang penting sehat guys. Karena kalau sehat kita bisa pergi jalan-jalan sesuka hati.

Sebenarnya wajar-wajar saja bila merasa tidak aman atau insecure dalam diri, asalkan perasaan tersebut tidak berlarut-larut. Karena kalau sampai berlarut-larut itu akan menjadi masalah besar dalam kehidupan.

***

Untuk mengatasi rasa insecure tersebut kita bisa mulai dengan mencintai diri sendiri atau mengembangkan passion dalam diri. Penting banget untuk kamu mencintai diri sendiri, mengenal diri sendiri. Karena tak jarang sampai sekarang banyak dari kita yang belum paham apa sih kelebihan dan kekurangan diri kita. Apa sih yang aku suka dan apa yang ngga aku suka, terus bertanya sama diri sendiri bahwa kamu nyaman atau tidak diperlakukan seperti ini. Jadi perlu banget untuk kita self talk atau ngobrol sama diri sendiri.

Baca Juga  Mari Berkenalan dengan Bipolar Disorder

Kemudian, kita jangan terlalu keras untuk membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Proses bertumbuh dan berkembang seseorang itu berbeda-beda. Terima saja diri kita yang seperti ini dan nikmatilah hidup dengan suka cita. Selanjutnya, carilah support system yang bisa menerima dirimu apa adanya dan mendukung kamu.

Lingkungan yang positif akan memberikan dampak positif juga pada dirimu untuk bertumbuh, berkembang, dan berproses lebih baik lagi, karena mereka akan selalu menguatkan dirimu. Lalu, berceritalah dengan orang yang kamu percaya atas apa yang kamu rasakan dalam dirimu entah itu rasa kecewa, kesal, benci, atau apapun itu.

Semua itu agar kamu tidak merasa bahwa kamu sendirian, bahwa banyak teman yang siap menjadi pendengar keluh-kesahmu. Dan yang terakhir yaitu ubahlah insecure mu menjadi bersyukur. Senyumlah dan syukuri hidupmu, badai pasti akan berlalu, percayalah Tuhan tidak akan membebani hambanya di luar batas kemampuan hambanya.

***

Mari kita nyanyikan bersama bagian reff dari lagu Pelukku Untuk Pelikmu:

Kadangkala tak mengapa, untuk tak baik-baik saja

Kita hanyalah manusia, wajar jika tak sempurna

Saat kau merasa gundah, lihat hatimu percayalah

Segala sesuatu yang pelik bisa diringankan dengan peluk

Mari kita peluk diri kita sendiri, dan mintalah maaf kepadanya karena sudah terlalu keras dengan diri sendiri, Love Your Self.

Bagikan
Post a Comment