Cara Mengatasi Kecemasan pada Saat Kumat
“Depresi itu tidak kelihatan! Bukan juga hanya sekedar ’merasa agak sedih. Anda bisa mengalami depresi sekaligus merasa senang. Depresi itu misterius, bahkan bagi penderitanya, “Matt Haig-Reasons to Stay Alive.
***
Sejak April 2018, depresi sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari ku hingga saat ini. Bagi ku, menjadi orang yang memiliki gangguan stres paskatrauma tidaklah mudah. Apalagi di negara atau lingkungan yang pemahaman masyarakatnya mengenai kesehatan mental masih minim.
Awal-awal berbagi kisah, kebanyakan teman-teman bertanya “Bagaimana rasanya menjalani keseharian? Apa yang yang menyebabkan kecemasannya (panic attact) muncul? Apa yang kamu lakukan?”
Jadi kalau dari pengalaman saya…
Sehari-harinya, saya tampak seperti manusia biasa lainnya. Bisa tidur, makan, alhamdulillah masih bisa bersosialisasi, berpikir, olahraga, bekerja, dst. Dari luar semuanya tampak normal. Hanya saja, orang lain tidak bisa melihat betapa terbakarnya kepalaku. Mereka juga tidak bisa melihat besarnya bara api yang meliputiku.
Dari pengalaman saya, kebanyakan kecemasanku muncul karena teringat proses meninggalnya ayah saya. Saya tidak mengetahui bahwa saat itu adalah proses ‘sakaratul maut’ dan ayahku pun berpulang. Dalam hitungan detik, kebayangkan rasanya gimana?
Sejak saat itulah, saya selalu memikirkan kematian, hingga sekarang.
***
Kemudian bagaimana cara menghadapi atau menanggapi kecemasan pada saat muncul? Untuk mengurangi kecemasan yang muncul, sebelum mendapatkan anti-depresan, biasanya saya mempraktekkan teknik bernafas 4-7-8. Teknik ini saya peroleh dari psikolog di awal konsultasiku. Secara umum, teknik ini saya (kadang-kadang) membantu dalam menenangkan, merasa relaks dan membersihkan suara yang ada di batin maupun pikiran.
Teknik pernapasan 4-7-8 ini diperkenalkan oleh Dr. Andrew Weil. Berdasarkan informasi yang saya temukan di laman resminya, teknik ini dapat membantu dalam hal; mengurangi kecemasan, membantu seseorang tidur, mengelola ngidam, mengendalikan atau mengurangi respons kemarahan. Untuk detailnya sila kunjungi laman www.drweil.com.
Cara mengaplikasikan juga tidak susah. Pertama cari posisi yang paling nyaman. Selanjutnya pejamkan mata sembari letakkan ujung lidah diatas langit-langit. Kosongkan udara di paru-paru, lalu tarik nafas dari hidung dalam empat hitungan (detik), tahan nafas selama tujuh hitungan (detik), kemudian hembuskan nafas dari mulut selama delapan hitungan (detik), dengan mengerucutkan bibir dan membuat suara ’whooosshh’. Ketika selesai, jangan terburu-buru untuk membuka mata. Tunggu sampai kamu merasa nyaman ya. Ulangi siklusnya sebanyak empat kali.
Awal mula, seseorang mungkin saja merasa pusing setelah melakukan ini di awal putaran. Kalau pada saat duduk ternyata belum membuat kamu nyaman, kamu juga bisa mencoba teknik ini pada saat berbaring untuk mencegah pusing atau jatuh. Awal mula, di bulan pertama saya dianjurkan mengaplikasikan teknik ini sebanyak empat kali. Jika dirasa membantu, bisa tingkatkan di bulan selanjutnya menjadi delapan.
***
Kalau seandainya kamu tidak yakin dan menghitung sendiri merepotkan, kamu bisa mengunduh aplikasi bernafas 4-7-8 di perangkat IOS atau Google Play Store. Misalnya untuk IOS kamu bisa unduh aplikasi “Breath“. Dari lamannya disebutkan bahwa aplikasi ini dapat membantu penderita insomnia tertidur. Selain itu aplikasi ini juga dapat digunakan sebagai ’obat penenang alami’ untuk sistem saraf dalam ’memerangi’ stres atau kecemasan. Dengan aplikasi ini kamu cukup berlatih selama satu menit, dan bisa digunakan di mana saja.
Sedangkan di Google play Store kamu bisa cari unduh aplikasi ’Prana Breath.’ Berdasarkan laman resminya, aplikasi ini berfungsi untuk meningkatkan aktivitas otak, memori, perhatian, konsentrasi; meredakan kecemasan; mengembangkan ketahanan terhadap stres, mengembangkan ketahanan fisik; menghilangkan nafsu makan malam, sehingga membantu memiliki berat badan yang sehat; mengurangi frekuensi serangan dingin, migrain, dan asma; meningkatkan kekebalan pernapasan; meningkatkan waktu menahan vokal dan napas, sehingga bagus untuk penyanyi dan penyelam; melatih diafragma untuk melawan gejala refluks asam (GERD).
Rahmania, banyak banget kan manfaatnya teknik ini! Nah, selamat berlatih dan semoga membantu menanggulangi kecemasanmu, dan tetap jangan lupa untuk banyak berdoa juga ya.
Learning Self-Healing Enthusiastic

Pingback: Hey, Orang Tua, Jadilah Orang Dewasa yang Tumbuh Baik - Inspirasi Muslimah