f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
overthinking

Enam Cara Mengatasi Overthinking

Kalau ditanya, siapa sih yang pengen overthinking, pasti jawabannya adalah tidak ada. Namun sayangnya meskipun demikian, overthinking sering kali bikin surprise dan datang tiba-tiba, tanpa membutuhkan usaha sama sekali. Semacam tidak ada pilihan, maju mundur kena dan terjebak. Sayangnya bukan maju mundur cantik ya Rahmania.

Ketika mengalami overthinking, awalnya saya tidak tahu harus bagaimana. Kepala terasa penuh. Sangking bingungnya, kadang saya berandai-andai, kalau saja otak bisa diambil, dikeluarkan dan ditaruh dulu di dalam kulkas. Untuk mengademkan pikiran yang sudah kusut. Sayangnya itu tidak bisa pemirsa.

Saya pun kemudian mulai mencari tahu melalui buku, literatur, dan seminar. Dari situ saya dapati bahwa ada kok strategi yang bisa kita lakukan secara mandiri untuk mengatasi overthinking. Strategi ini terdiri dari lima tahapan, pertama SADARI. Strategi ini di memiliki 5 komponen yang perlu diamati dan dikenali, diantaranya:

  1. Situasi atau peristiwa. Amati dan kenali situasi tersebut, apakah situasi itu nyata atau hanya hasil imajinasi saja;
  2. Perasaan, dan emosi. Coba perhatikan dengan seksama apa perasaan yang paling dominan;
  3. Respon Fisiologis yang muncul. Bagaimana sensasi tubuh yang muncul ketika overthinking itu terjadi;
  4. Pikiran. Apa yang muncul dalam pikiran setelah merasakan sesuatu. Amati mana yang paling kuat dan sering muncul.
  5. Perilaku. Seperti apa perilaku yang muncul setelah merasakan dan memikirkan sesuatu tersebut.
Mengembangkan Pikiran Realistis

Strategi yang kedua adalah mengembangkan pikiran realistis dengan cara “cek respon”. Hal ini lebih mengenai teknik bertanya kepada diri sendiri. Misalnya:

  • Apakah itu benar?
  • Pernahkah saya mengalami pengalaman yang membuktikan saya benar?
  • Ketika saya merasakan perasaan tersebut, apa yang membuat saya menjadi lebih baik?
  • Apakah ada manfaatnya jika saya memikirkan hal tersebut?
Baca Juga  Obat di Kala Stres Melanda

Strategi ketiga adalah berlatih MINDFUL. Here and Now, di sini dan saat ini. Bisa saja anda berlatih mindful pernafasan, mindful aktivitas-duduk, berjalan, mindful eating, dst.

Strategi keempat, membuat strategi atau rencana kerja. Sesuaikan dengan apa yang dapat anda kontrol. Misalnya sesuaikan respon anda ketika memikirkan sesuatu. Selain itu tanyakan pada diri ada juga apa yang anda lakukan. Respon ini merupakan hal yang internal. Sehingga apapun respon yang kita berikan tentu menjadi kontrol penuh dari anda sendiri.

Strategi kelima, DO SELF-CARE. Kadang kala kita sering lupa bahwa diri kita juga butuh yang namanya self-care, baik fisik, psikologis, sosial, dan spiritual. Self-care secara fisik bisa saja berupa berolahraga, makan makanan bergizi, tidur yang cukup, dst. Sementara self-care psikologis dapat berupa meditasi. Lalu untuk self-care social anda bisa melakukan kegiatan hangout bersama kerabat, keluarga, teman, dst. Terakhir adalah self-care spiritual, seperti beribadah, bersyukur, dst.

Strategi terakhir adalah berhenti untuk membandingkan diri anda dengan orang lain. Karena bagaimanapun juga semua makhluk ciptaan TUHAN spesial dan punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Itulah strategi yang dapat digunakan untuk mengatasi overthinking. Jika sudah dilakukan, namun belum mengurangi gejalanya, jangan ragu untuk berkonsultasi kepada tenaga professional ya Rahmania.

Bagikan
Comments
  • Overthinking makes us overwhelming😁

    Februari 25, 2021
Post a Comment