Bukan Zamannya Loh Jadi Perempuan Pasif, Be Productive Yuk!
Menurut data dari Dukcapil Kemendagri pada Tahun 2020, jumlah penduduk perempuan di Indonesia mencapai 132.761.248 jiwa. Kebayang nggak sih? Sebanyak apa jika dikumpulkan menjadi satu. Dari ratusan juta perempuan di Indonesia bahkan di dunia ini, pasti ingin menjadi perempuan yang sukses dan menginspirasi. Apapun itu backgroundnya.
Menjadi menginspirasi adalah dambaan setiap manusia, tak terkecuali seorang perempuan. Entah itu sebagai seorang pelajar, ibu rumah tangga, pegawai kantoran, bahkan buruh perempuan.
Kalau jaman dahulu, pasti tidak mudah untuk mewujudkan figur atau sosok perempuan inspirator yang bisa menjadi role model untuk golongan perempuan di muka bumi ini. Sistem patriarki yang masih sangat kental tempo dulu, membuat perempuan sulit untuk bergerak dan mencurahkan keinginannya; bahkan hanya untuk menimba ilmu hingga perguruan tinggi.
Stigma masyarakat yang mendarah daging, bahwa sosok lelaki memiliki kuasa untuk mengatur perempuan; mulai dari pendidikan hingga pekerjaan sangat merugikan perempuan.
Masyarakat mendapat doktrin bahwa perempuan harus bisa mengerjakan pekerjaan rumah, tidak perlu sekolah tinggi–tinggi, dan wajib untuk melayani suaminya.
Inilah yang membuat ruang gerak perempuan menjadi sempit dan terbatas. Namun, semakin berkembangnya zaman dan pola pikir manusia, sekarang telah muncul gerakan feminisme yang bertujuan untuk mewujudkan kesetaraan gender antara perempuan dan laki–laki.
Apa Sih Gerakan Feminisme Itu ?
Feminisme adalah gerakan dan ideologi yang memperjuangkan kesetaraan bagi kaum perempuan dalam bidang politik, budaya, ekonomi, ruang pribadi bahkan ruang publik. Tapi gerakan ini sering disalahartikan sebagai gerakan untuk menebar kebencian pada kaum laki-laki.
Padahal sebenarnya gerakan ini dilakukan untuk menyetarakan posisi antara kaum pria dan kaum perempuan; yang seringkali mendapatkan diskriminasi dalam bidang tertentu umumnya pekerjaan dan pendidikan.
Tapi, semakin ke sini, para perempuan hebat mulai bermunculan. Membuktikan bahwa perempuan juga layak untuk melakukan hal-hal yang dilakukan laki-laki; perempuan dapat memiliki posisi yang setara dengan laki – laki. Contohnya sosok Ibu Megawati Soekarno Putri yang berhasil menjadiPpresiden perempuan pertama di Indonesia.
Meskipun seringkali, perempuan masih merasa tidak yakin dan ragu – ragu untuk mengarahkan dirinya maju dan mengambil langkah. Sebenarnya, kita tidak harus mengambil langkah yang besar dan riskan untuk meningkatkan kualitas diri kita; kita bisa memulainya dari gerakan kecil namun berdampak besar pagi perempuan lainnya.
Small Action Big Impact
Sudah bukan jamannya kita sebagai perempuan yang dibekali berbagai keahilan berdiam diri di dalam rumah; dan tidak melakukan apapun. Era sekarang, ada beragam kegiatan yang bisa kita lakukan, sekalipun kita hanya di rumah saja. Berikut ini, contoh macam – macam kegiatan yang bisa kita lakukan sebagai perempuan produktif
Pertama, mengembangkan hobi tentu saja mengasyikan
Hobi merupakan kegiatan yang kita lakukan tanpa ada paksaan karena kita menyukainya. Ada berbagai macam hobi yang dimiliki oleh manusia di muka bumi ini. Di antaranya menggambar, menyanyi, menulis, dan masih banyak lagi sebagainya.
Kerena wabah Covid-19 yang belum usai, terkadang kita merasa jenuh jika harus berdiam diri dan melakukan pekerjaan di rumah dalam jangka waktu yang cukup lama. Maka kita dapat mencoba mengembangkan hobi yang kita miliki, terus mengasahnya, siapa tahu hal itu dapat memberikan keuntungan bagi diri kita bahkan orang lain.
Semisal kita memiliki hobi memasak. Kita bisa mencoba resep – resep baru atau bahkan membuat resep masakan yang sebelumnya belum pernah ada. Jika memang merasa skill memasak kita sudah mumpuni dan memiliki modal untuk berwirausaha, tak ada salahnya untuk membuka bisnis kecil – kecilan. Jadi, selain menjalankan hobi, melakukannya dengan riang, kita juga dapat menghasilkan keuntungan.
Kedua, mengikuti kegiatan volunteer untuk kemanusiaan
Maraknya bencana yang akhir – akhir ini terjadi di Indonesia, membuat banyak orang mengalami kerugian dalam bentuk fisik maupun psikis. Banyak orang yang berbondong – bondong mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban para korban bencana. Mulai dari bantuan dana hingga tenaga.
Menjadi volunteer bukan hanya membantu antar sesama, namun menjadi kegiatan mulia sebagai sesama makhluk sosial yang saling membutuhkan.
Ketiga, melakukan pekerjaan rumah
Walaupun pekerjaan rumah dianggap mudah dan sepele, namun dengan melakukan pekerjaan di rumah seperti menyapu, mencuci piring, menyiram tanaman dan sebagainya dapat menjadikan kita perempuan yang rajin dan produktif.
Apalagi kalau kita seorang anak, tak ada salahnya kita membantu pekerjaan orang tua; sekaligus belajar merasakan menjadi orang tua. Hal ini jika dapat menjadi kebiasaan yang baik bagi kita. Kita jadi tidak bergantung terhadap orang lain. Dan tentu saja, akan membuat orang tua kita senang.
Anggota Al Birru Organizer Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Yogyakarta
