f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
Hakikat Manusia

Hakikat Manusia dalam Islam Sebagai Makhluk

Hakikat manusia secara fitrah digambarkan sebagai potensi dasar manusia sekaligus menjadi karakter personalitas dari eksistensi manusia. Dalam hal lain manusia merupakan makhluk yang kompleks, mengapa? Karena manusia sendiri sudah pasti berbeda dengan ciptaan Allah lainnya; yang bahkan antar sesama manusia pun kita berbeda walaupun kembar sekalipun.

Ketika kita berbicara tentang betapa kompleksnya manusia, ada banyak aspek yang secara tidak langsung kita singgung, dari mulai watak, sifat, cara berfikir, tingat emosi dan lainnya. Kemudian kebutuhan manusia pun bergaman, mulai dari kebutuhan secara lahir maupun batin, namun ada satu yang paling mendasar, yaitu Allah.

Kita butuh dan akan selalu membutuhkannya dalam segala kondisi. Dalam kompleksnya manusia tadi, istilah al-basyar, al-insan, bani adam dan al-nas pun melekat dalam diri manusia sebagai makhluk Allah.

Manusia sebagai kausa material terdiri atas 2 substansi, yaitu (1) substansi jasad atau materi, yang bahan dasarnya adalah dari materi yang merupakan bagian dari alam semesta ciptaan Allah Swt. Dan dalam pertumbuhan dan perkembangannya tunduk dan mengikuti sunatullah (aturan, ketentuan hukum Allah yang berlaku di alam semesta); (2) substansi immateri non jasadi yaitu penghembusan / peniupan ruh (ciptaan-Nya) ke dalam diri manusia sehingga manusia merupakan benda organik yang mempunyai hakikat kemanusiaan serta mempunyai berbagai alat potensial dan fitrah.

Pengertian Hakikat Manusia

Menurut Bahasa, hakikat berarti kebenaran atau sesuatu yang sebenar-benarnya dari segala sesuatu. Dapat kita katakan pula bahwa hakikat manusia adalah kebenaran atas diri itu sendiri sebagai makhluk yang diciptakan oleh Allah Swt. Secara umum ada beberapa hakikat manusia yang harus kita pahami, yaitu :

  1. Makhluk yang memiliki tenaga dalam yang dapat menggerakan hidupnya untuk memenuhi kebutuhannya.
  2. Individu yang memiliki sifat rasional yang bertanggung-jawab atas tingkah laku intelektual dan sosial.
  3. Seseorang yang mampu mengarahkan dirinya ke tujuan positif, mampu mengatur dan mengontrol dirinya dan mampu menentukan nasibnya.
  4. Individu yang mudah terpengaruh oleh lingkungan terutama dalam bidang social.
Baca Juga  Apakah Al-Qur'an Menilai Manusia Setara?

Manusia berbeda dengan binatang, karena manusia memiliki nilai yang lebih luhur daripada binatang dan manusia memiliki kehendak bebas dalam hidupnya.  Kendati demikian, sejatinya kita tetaplah butuh pegangan/pedoman agar kehendak bebas yang kita miliki tersebut terarah ke jalur yang positif. Karenanya pemahaman beragama juga selalu berpegang teguh pada setiap nilai-nilai yang tekandung dalam al-Qur’an merupakan kunci dasar.

Manusia Sebagai Hamba Allah

Sebagai hamba Allah, manusia wajib mengabdi dan taat kepada Allah selaku pencipta karena adalah hak Allah untuk disembah dan tidak disekutukan.  Seperti yang Allah perintahkan dalam surah Al-Bayyinah ; “Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam menjalankan agama yang lurus …,” (QS:98:5). Lalu dalam surah Adz-Dzariyat Allah menjelaskan : “Tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka menyembah Aku.” (QS51:56). Dengan demikian manusia sebagai hamba Allah akan menjadi manusai yang taat, patuh dan mampu melakoni perannya sebagia hamba yag hanya akan mengharapkan ridha Allah SWT semata.

Manusia sebagai al-Nas

Di dalam Al-Qur’an, manus disebut sebagai Al-nas. Konsep ini mengacu pada lingkup manusia dalam bermasyarakat, yang memang fitrahnya manusia adalah makhluk sosial. Dalam menjalaiani kehidupan, tentu kita membutuhkan pasangan, membutuhkan orang tua, juga teman agar kita bisa saling membantu, mengingatkan, juga melengkapi satu sama lain.

Dalam surah an-Nisa Allah berfirman : “ Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan istrinya, dan dari pada keduanya Allah memperkembangbiakan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah dengan (mempergunakan) Namanya saling meminta satu sama lain dan peliharalah hubungan silahturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS:4:1).

Baca Juga  Jangan Ge-er Jadi Ibu Zaman Sekarang!
Manusia sebagai Makhkuk Biologis (al-Basyar)

Manusia adalah makhluk jasmaniah yang secara umum terikat kepada kaidah umum. Makhluk biologis berkembang biak, mengalami fase pertumbuhan dan perkembangan, serta memerlukan makanan, sampai pada akhirnya mengalami kematian.  Dalam al-Qur’an surah al-Mu’minun : “Dan sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dari sari pati tanah. Lalu kami jadikan jadikan segumpal darah, lalu menjadi segumpal daging, dan segumpal daging itu kemudian kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian kami jadikan dia makhluk berbentuk lain, maka Maha Sucilah Allah yang paling baik.” (QS: 23: 12-14)

Tujuan Hidup Manusia sebagai Hamba Allah

Alllah menciptakan manusia bukan tanpa sebab, Dia menciptakan manusia sebagai makhluk paling sempurna yang memiliki akal dan pikiran. Seringkali kita bertanya, “untuk apa kita hidup?” Beberapa dari kita mungkin berfikir bahwa tujuan hidup adalah untuk menjadi kaya, mengejar kesuksesan duniawi, dan juga ada yang mengatakan tujuan hidup adalah untuk membahagiakan orang tua.

Namun agaknya, semakin dewasa kita semakin kita sadar bahwa mengejar semua kesuksesan itu tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Semakin dewasa pula, semakin kita biasa dengan semua hal gagal juga rasa kecewa yang sering kali menimpa kita. Namun fakta yang sering kali luput adalah kita lupa bahwa ada satu hal yang bisa memutus semua kegagalan dan rasa kecewa dalam sekejap, ia adalah kematian. Kematian adalah hal yang nyata dan benar adanya, tidak ada sesiapapun yang dapat menunda bahkan memajukannya.

Lalu, apa tujuan hidup ini apabila ternyata ujungnya adalahh kematian? Dalam surah adz-Dzariyat Allah berfirman ; “dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah kepadaKu” (Q.S Adz-Dzariyat : 56) ayat tersebut telah mengisyaratkan kepada kita bahwa, tujuan kita hidup di dunia ini adalah semata-mata hanya untuk beribadah kepada Allah SWT.

Bagikan
Post tags:
Post a Comment