Pentingnya Hormon Rasa Senang
Rasa senang adalah perasaan yang timbul dari keadaan seseorang yang memiliki rasa tenang, tentram, tanpa kecemasan dan tanpa kecewa. Kesenangan ini terbentuk dari adanya neurontransmitter tertentu dalam tubuh. Neurontransmitter merupakan suatu senyawa organik endogenus yang berfungsi mengangkut sinyal-sinyal dari sel saraf ke sel target. Neurontrasmitter juga dapat membedakan fungsi dari jaringan-jaringan otak. Seseorang yang sedang merasa senang, kelenjar pituitarinya yang berukuran kecil dalam otak akan menghasilkan hormon endorfin yang nantinya akan dialirkan ke seluruh tubuh.
Teori Haruyama di tahun 2012 dalam buku berjudul The Miracle of Endorphin menyebutkan tubuh memiliki obat alami untuk bertahan dari rasa nyeri yaitu neuropeptida endorgenic morphin (endorfin). Hormon ini bertindak seperti 200 lebih besar daripada morphine. Hormon endorfin merupakan senyawa neuropeptida opioid lokal yang berfungsi membuat seseorang merasa senang, mengurangi nyeri, nyaman dan bersemangat. Selain itu endorfin juga berguna untuk menstabilkan emosi seseorang sehingga orang tersebut menjadi lebih rileks. Saat seseorang merasa senang maka hal tersebut juga akan mempengaruhi imunitas atau kekebalan tubuh individu.
Dalam penelitian, endorfin digunakan dalam proses persalinan. Dikutip dari Jurnal berjudul Pengaruh Endorphin Massage terhadap Intensitas Nyeri Kala I Persalinan Normal Ibu Primipara Di BPS S dan B Demak pada tahun 2011 oleh Mahasiswi Prodi D3 Kebidanan Universitas Muhammadiyah Semarang; terapi non farmakologis untuk mengurangi rasa sakit saat bersalin dengan memberikan rangsangan massage agar implus yang bergerak cepat dari reseptor perifer mencapai pintu gerbang terlebih dahulu daripada implus nyeri. Diperoleh hasil terdapat pengaruh yaitu mengurangi rasa sakit endorfin massage terhadap nyeri kala I persalinan normal.
Adapun dalam penelitian lain yaitu Analisis Hubungan Tertawa terhadap Kadar Endorfin Berkaitan dengan Fungsi Imunitas Tubuh oleh Farah Nur Adiba dari Prodi Kedokteran Universitas Sebelas Maret; diperoleh hasil dari pendekatan yang telah dilakukan sebelumnya yaitu analisis hubungan tertawa terhadap hormon endorfin berkaitan dengan fungsi imunitas tubuh didapatkan bahwasanya tertawa dapat meningkatkan sekresi dari hormon endorfin.
Ketika seorang individu mengalam stres hormon ini akan turun dan hormon Nor- Adrenaline akan meningkat yang dapat menyebabkan denyut jantung lebih cepat, gangguan pernapasan dan meningkatkan nyeri otot. Selanjutnya apabila seseorang tidak mengalami stres maka hormon endorfin akan terbentuk dengan baik hal ini sesuai sehingga dapat menjadi obat pereda rasa sakit. Maka dari itu stres perlu dihindari untuk mengurangi resiko buruk yang mungkin terjadi. Berikut adalah cara memicu hormon endorfin :
1. Olahraga
Olahraga sendiri dapat dilakukan dengan rutin 2-3 kali per minggu dengan waktu yang konstan. Diawali dengan pemanasan, gerakan inti dan pendinginan untuk mengurangi risiko cidera saat melakukan latihan.
2. Mengungkapkan Perasaan kepada Orang Lain
Individu yang sering memendam perasaan yang sebenarnya harus diutarakan akan beresiko pada peningkatan stres. Seseorang akan cenderung memiliki permasalahan yang sulit terpecahkan, karena tidak ada orang lain yang membantunya bertukar pikiran.
3. Konsumsi Makanan yang Seimbang
Manusia memerlukan asupan untuk memperoleh energi, untuk itu seseorang perlu memperhatikan zat yang masuk dalam tubuh. Nutrisi seperti karbohidrat, lemak, protein, mineral dan vitamin yang terkandung dalam isi piringnya tiap hari. Kementerian Kesehatan Indonesia sudah menjabarkan mengenai Program Isi Piringku yang terdiri dari 2/3 dari setengah piring berisi makanan pokok contohnya nasi, kentang dan gandum. 2/3 dari setengah piring berisi sayuran, 1/3 dari setengah piring berisi lauk-pauk dari protein hewani misalnya daging dan protein nabati seperti tempe, 1/3 dari setengah piring buah seperti melon, jeruk, buah naga dan mangga.
4. Mendengarkan musik
Musik dapat menjadi media seseorang dalam berekspresi dan meredakan emosi negatif dalam dirinya. Dikutip dalam penelitian berjudul Mendengarkan Musik dan Stres dalam Kehidupan Sehari-hari oleh Mahasiswi prodi Psikologi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Jenis musik yang sesuai untuk menenangkan adalah musik dengan tempo lamban sekitar 60 beat/menit, contohnya musik klasik, new age, dan musik religius (Chlan,1998).
5. Sugesti Positif
Sugesti positif merupakan memikiran pada seorang individu yang berpengaruh positif. Seperti meyakinkan diri untuk dapat menyelesaikan sesuatu dengan benar dan tepat. Seseorang dapat juga melakukan meditasi agar lebih fokus dan melatih konsentrasi seseorang.
6. Akupuntur
Akupuntur dilakukan dengan menusukkan jarum halus pada titik-titik tertentu pada kulit tubuh individu. Hal tersebut dapat merangsang pelepasan hormon endorfin.
7. Mengonsumsi Cokelat
Mengonsumsi cokelat dari bubuk kakao dapat meningkatkan produksi hormon endorfin. Seseorang lebih direkomendasikan untuk mengonsumsi cokelat hitam.
8. Berendam Air Panas
Berendam dalam air panas dapat melancarkan peredaran darah dan mengurangi risiko seseorang mengalami hipertensi/tekanan darah tinggi yang beresiko pada denyut jantung
Setelah menyimak penjabaran di atas seseorang diharapkan tidak mengalami kekurangan hormon endorfin karena stres, gangguan pernapasan, gangguan jantung dan kurangnya stimulan untuk menghasilkan hormon endorfin. Hormon endorfin dianggap lebih aman dan efektif dibandingkan penyuntikan hormon-hormon yang tidak secara alami diproduksi oleh tubuh.
