f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
jihad konstitusi

Jihad Konstitusi sebagai Spirit Perlawanan (2)

Urgensi Jihad Konstitusi di Indonesia

Permasalahan ummat yang semakin hari semakin ganas, membuat agama Islam harus hadir untuk memberikan solusi alterntif dan gerakan revolusioner; seperti ketika Islam pertama kali datang di Mekkah saat itu.

Aktivitas jihad (bukan hanya perang) oleh Muhammad Saw beserta sahabat kala itu dapat mengalahkan musuh besar. Meskipun berbeda dimensi waktu dan tempat serta permasalahan, aktivitas jihad harus terus dilakukan sebagai bagian dari ajaran agama Islam.

Problematika ummat yang kian hari menumpuk hingga mencekik kehidupan mengharuskan ummat Islam untuk melakukan aktivitas jihad di segala sektor kehidupan.

Dalam konteks negara Indonesia, salah satu bentuk permasalahan ummat yang kerap kita temukan adalah aktivitas bernegara antara hubungan negara dengan masyarakat; yang pada beberapa kesempatan, masyarakat sering menjadi korban penindasan oleh aktivitas negara melalui kebijakannya yang destruktif.

Seperti di antaranya, masyarakat mengalami kemiskinan struktural akibat kebijakan yang tidak memihak kaum miskin. Dan yang lebih parahnya lagi, negara dengan sengaja memelihara elit-elit negara yang merampas kekayaan negara dengan eksploitasi secara besar-besaran terhadap tanah dan sumber daya alam yang tidak mengindahkan penolakan dari masyarakat yang terdampak.

Aktivitas jihad perlu hadir dalam ranah ini. Yaitu menggugat kebijakan negara yang mengeluarkan peraturan atau hukum; namun alih-alih bukan memberikan rasa keadilan. Tetapi justru masyarakat mendapatkan penindasan secara struktural.

Maka teroboson yang perlu kita ambil sebagai perlawanan kemungkaran ini adalah aktivitas jihad konstitusi.

Spirit Jihad Konstitusi

Sebagaimana dulu, Islam datang dengan mendobrak hukum jahiliyah; saat itu di mekkah dengan menolak status quo. Muhammadiyah salah satu ormas di Indonesia, ikut mengutip spirit kelahiran itu dengan menyuarakan sekaligus memberikan tanda perlawanan terhadap proses pengambilan kebijakan dan peraturan-peraturan yang tidak berpihak kepada masyarakat dengan narasi jihad konstitusi.

Baca Juga  Dilema Ibu Hamil Bekerja di Masa Pandemi

Semangat jihad konstitusi berangkat dari kritik terhadap pemangku kebijakan yang keluar dari jalur keadilan. Jihad Konstitusi ini juga merupakan pengingat atas cita-cita luhur bangsa yang kerap terlupakan oleh pemangku kebijakan karena hasrat dan kepnetingan.

Dalam beberapa kasus yang digugat melalui Judicial Review oleh Muhammadiyah, produk Undang-undang yang dikeluarkan, sarat akan kepentingan segelintir kelompok dan memberikan dampak buruk begitu besar kepada masyarakat.

Jihad Konstitusi sebagai aktivitas jihad kontemporer merupakan sebuah terobosan baru dalam mengimplementasikan nilai-nilai ajaran Islam. Sebagai sebuah hal yang yang mendasar dalam kehidupan bernegara, hukum atau kebijakan yang diputuskan oleh pemangku kebijakan harus diawasi dan dipantau secara keseluruhan. Mengingat kebijakan tersebut dapat mempengaruhi kelangsungan hidup dari masyarakat.

Gustav Radbruch menyampaikan bahwa setidak-tidaknya hukum memiliki 3 ciri utama yaitu kepastian hukum, kemanfaatan, dan keadilan. Selama tidak terpenuhinya ciri tersebut, maka produk hukum tersebut tidak layak untuk disahkan atau dijalankan.

Dalam beberapa kasus terlihat hukum tidak memiliki daya kuat di tengah maraknya kejahatan yang dilakukan secara struktural oleh pejabat negara. Bahkan hukum sudah tidak mampu memberikan jaminan sosial kepada masyarakat, tetapi hukum menjelma sebagai alat legitimasi kejahatan dan kepentingan pejabat negara.

Hal ini ada yang menuding bahwa sistem politik negara mampu mengontrol secara keseluruhan aktivitas hukum yang berjalan di Indonesia. Secara normatifnya, tidak ada yang salah dengan negara mengeluarkan hukum; namun beda persoalan ketika hukum sudah tidak lagi memberikan rasa keadilan.

Jihad Konstitusi sebagai Spirit Perlawanan

Banyak yang menilai bahwa paradigma hukum yang digunakan saat ini adalah peneyebab porak-porandaknya hukum saat ini yaitu paradigma positivisme. Bagi pegiat hukum kritis (Critical legal studies) memberikan kritikan yang tajam unutuk aktivitas penegakan hukum positivisme.

Baca Juga  Keluarga adalah Segala Tempat

Salah satu kritikan fundamental bagi pegiat hukum positivisme adalah keterbatasan jangkauan dimensi hukum positif yang hanya sebatas teks. Mereka menafikkan adanya realtias sosial dan kepekaan sosial yang saling berkilat-kelindan dalam perilaku.

Maka tak heran, dalam hukum positif, pegiat hukum positivisme tidak tanggung-tanggung untuk menghukum dengan berat; seseorang yang sangat miskin dan kelaparan yang mencuri. Begitu juga dengan tanggung jawab sosial yang menempatkan hukum di atas nurani manusia.

Aktivitas politik juga berkontribusi atas rusaknya hukum saat ini. Konflik kepentingan antara pejabat negara, semakin menegaskan ketidakmampuan hukum dalam memberikan jaminan sosial. Beberapa kasus korupsi yang tidak selesai adalah bukti nyata bahwa hukum sama sekali bukan panglima tertinggi.

Kemudian, tarik ulur kepentingan, hingga pasal selundupan sering dijumpai hanya untuk menambah kekayaan pejabat negara. Walhasil produk hukum yang dihasilkan dari aktivitas politik yang kotor hanyalah hukum yang bersifat destruktif.

Maka Jihad Konstitusi bukan hanya sebatas pengawasan dan penolakan terhadap pengambilan kebijakan dan perlawanan di meja Judicial Review; tetapi ikut juga mengkritisi lebih jauh serta mempertanyakan ulang pardigma hukum yang akan menjadi landasan pengambilan  keputusan.

Paradigma positivisme sudah tidak relevan lagi sebagai pegangan dalam aktivitas penegakan hukum; malahan hanya memeberikan kisah yang pilu dalam penegakan hukum di Indonesa.

Gagasan jihad Konstitusi dengan spirit keagamaan harus lebih meluaskan spektrumnya lagi, yaitu bagaimana memastikan sistem hukum yang ada di Indonesia; agar mampu mewujudkan Indonesia sebagai negara Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghofur.

Naskah sebelumnya ….. https://rahma.id/jihad-konstitusi-sebagai-spirit-perlawanan-1/

Bagikan
Post a Comment