f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
diri al-qur'an

Jati Diri Seorang Muslim adalah Al-Qur’an

Al-Qur’an adalah wahyu yang diturunkan kepada Rasulullah Muhammad Saw sekitar 14 Abad yang lalu; yang merupakan panduan hidup tentang masa lalu, masa kini, dan masa yang akan dating. Sekaligus memberi petunjuk kepada kaum muslimin.

Al-Qur’an tidak pernah berubah isinya, walaupun hanya satu huruf, atau bahkan satu titik; diturunkan untuk memberikan petunjuk dan kebenaran. Bahkan, Allah sudah menetapkan bahwa tidak ada seorangpun yang dapat mengubahnya. Karena kitab suci ini adalah kitab suci yang sudah terpelihara, terjaga dan terjamin kebenarannya oleh Allah. Seperti firman Allah, yang artinya:

Sesungguhnya kami telah menurunkan Al-Qur’an, dan sesungguhnya kami benar-benar memeliharanya” (QS Al- Hijr:9)

Ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah memberikan jaminan tentang kesucian dan kemurnian Al-Qur’an selama-lamanya. Namun, firman tersebut kini seakan-akan telah terabaikan oleh sebagian umat di dunia.

Beberapa penolakan atau pemungkiran terhadap keaslian Al-Qur’an itu ditunjukkan oleh kaum Yahudi. Di dalamnya juga menjelaskan bagaimana kaum Yahudi mengubah-ubah kitab suci mereka; sehingga tidak bisa kita ketahui lagi mana wahyu yang asli dan mana yang merupakan tambahan mereka. Akibatnya mereka juga menyesatkan kaum lainnya yang mengikuti mereka.

Dalam surat Al-Baqarah Ayat 41-42 menyebutkan tentang peringatan Allah agar kaum Yahudi jangan menjadi kaum pertama yang sangat mengingkari Al-Qur’an. Ayat ini berisi tentang firman Allah yang memberi teguran kepada Yahudi tentang perbuatan semena-mena terhadap kitab Taurat dengan menambah bahkan merubahnya.

Tentu saja, kaum Yahudi sangat tertohok dengan ayat-ayat Al-Qur’an yang menunjuk tajam ke arah kecurangan mereka. Mereka menyimpan dendam yang terus terpendam dan berusaha keras untuk merusak islam dengan mengurangi pengaruh Islam yang ada di dunia; seperti yang telah dilakukan pada negara Palestina, terdapat lisan-lisan yang dirahmati oleh Allah, untuk menghafal ayat Al-Qur’an seperti yang dibawa oleh Rasulullah kepada kaum muslimin dan para sahabatnya; juga memahami kandungan ayat Al-Qur’an untuk menjamin kebenaran adanya Al-Qur’an. Kaum Yahudi mencoba menyingkirkan Palestina, dan tidak peduli sama sekali terhadap generasi pelindung Al-Qur’an di sana.

Baca Juga  Cinta sebagai Agama

Selain itu, pada beberapa kasus, kaum Yahudi juga membuat tafsir Al-Qur’an ala Yahudi dengan membuang makna teks dan menggunakan aspek konteks yang difungsikan sebagai penebar kebencian. Yahudi juga memperbolehkan muslimah untuk berhubungan dengan lebih dari satu orang laki-laki. Padahal, cara penafsiran seperti itu benar-benar mengikuti penafsiran bible Yahudi.

Karena problem itulah kaum Yahudi-Kristen tidak dapat menafsirkan secara tekstual, sebab memang tidak ada teks yang bisa dipegang.  Masalah teks Bibel itu sangat berbeda dengan Al-Qur’an, sehingga cara penafsirannya pun sangat berbeda dengan Al-Qur’an. Karena itu, hukum-hukum Al-Qur’an bersifat universal. Tetapi sebagai teks wahyu, makna kata-kata dalam teks Al-Qur’an adalah terjaga dari zaman ke zaman.

Hal lainnya yang menjadi langkah kaum Yahudi untuk menghancurkan agama Islam dan Al-Qur’an adalah dengan mencegah rakyat Palestina dari segala bentuk perlawanan terhadap hemegoni bangsa; Yahudi merebut wilayah dan masjid Al-Aqsa. Penutupan pintu-pintu masjid Al-Aqsa bagi para jama’ah Palestina, perusakan tempat suci yang biasa dimanfaatkan untuk tempat beribadah kaum muslimin dan tempat untuk menghafal Al-Qur’an dengan mengganti simbol-simbol Yahudi di dalam masjid Al-Aqsa merupakan upaya rezim zionis untuk Yahudisasi kiblat pertama umat Islam ini.

Penghianatan kaum Yahudi terhadap Al-Quran dan Islam telah di nashkan dalam Al-Qur’an.  Maka dari itu, seiring dengan perkembangan zaman dan IPTEK manusia semakin berkembang, khususnya umat muslim juga berupaya untuk menjaga dan mempertahankan kemurnian dan kemuliaan Al-Qur’an dengan berbagai cara.

Salah satunya dengan cara mendirikan Pondok Pesantren yang berbasis Tahfidzul Quran, untuk mencegah tenggelamnya Al-Qur’an yang sedikit demi sedikit telah di ubah oleh kaum Yahudi. Selain itu juga menciptakan aplikasi Al-Qur’an dalam media social; untuk mempermudah kaum muslimin membaca Al-Qur’an dan mencetuskan program One Day One Juz agar kaum muslimin lebih giat dalam membaca Al-Qur’an.

Baca Juga  Poligami (4): Poligami Tidak Harus Kaya

Menjaga dan melestarikan Al-Qur’an adalah tanggung jawab semua muslimin di dunia. Karena Al-Qur’an adalah sebuah harta yang tak ternilai harganya, keberadaanya dalam hidup manusia adalah sebuah keberuntungan.

Oleh karena itu wajib hukumnya kita untuk menjaganya. Tapi kita harus ingat cara yang kita gunakan untuk menjaganya juga harus tepat. Yaitu dengan terus membacanya dan mengamalkan apa yang ada di dalamnya, itu salah satu cara paling efektif yang dapat kita lakukan untuk menjaga kemurnian dan eksistensinya dalam kehidupan muslim di dunia.

Sejak pertama kali diturunkan kemuka bumi, setiap ayat yang adalah merupakan gambaran tentang sesuatu yang dianjurkan dan ataupun larangan bagi semua kaum muslimin. Seorang muslimin tidak dikatakan muslim yang beriman, apabila dalam setiap tingkah lakunya dalam kehidupan sehari-hari belum mencerminkan akhlak yang dianjurkan dalam Al-Qur’an. Tapi pada kenyatannya masih banyak muslim di dunia ini yang akhlaknya jauh dari Al-Qur’an.

Keadaan inilah yang mulai sekarang perlunya perubahan. Dan perubahan tidak hanya oleh individu saja. Namun harus semua warga muslim di dunia ini. Kita harus ingat betapa gencarnya kaum zionis menghancurkan identitas muslim; yang pada akhirnya akan membutakan kita pada yang hak dan batil.

Mulai saat ini kita harus membuka mata dan hati kita, tentang identitas dan aturan hidup yang wajib kita jalani. Karena hidup itu, tidak hanya sendiri tapi juga bermasyarakat dan hidup itu tidak hanya di dunia tapi juga di akhirat.

Melestarikan identitas muslim itu bukan hanya kewajiban tapi keharusan untuk setiap muslim. Oleh karena itu mulailah lestarikan Identitas Muslim, dan perubahan itu tidak bisa hanya saat ini. Tetapi untuk selamanya dan dalam kehidupan pribadi ataupun dalam masyarakat.

Bagikan
Post a Comment