f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
kecemasan

Internet of Things konsep pengganti Peran Pendidik!?

Tentu bisa. Hal ini sudah terbukti karena sekarang kita semua juga bisa merasakannya. Internet of things atau internet untuk segalanya merupakan konsep konektivitas yang sangat memudahkan manusia untuk berbagi data, informasi, dan lain-lain. Dengan adanya Internet of things semuanya terasa mudah. Kita bisa menemukan jawaban dari berbagai pertanyaan yang ada. Kita bisa mengetahui sesuatu tanpa harus bertanya kepada seseorang. Hampir semua orang mengakses internet untuk mencari informasi setiap hari. Internet of things benar-benar telah masuk sangat jauh ke dalam semua sektor kehidupan manusia.

Pada tahun 2021, Indonesia mencatat penggunaan internet sebeasar 73,7 persen dari 202,6 juta jumlah penduduk. Melansir dari Kompas Tecno mengatakan rata-rata pemakaian internet yaitu selama 8 jam 52 menit. Hal ini tidak lepas dari urusan pekerjaan, hiburan, termasuk pendidikan dan yang lainnya. Jumlah ini sangat fantastis, jika kita berpikir dari 24 jam dalam sehari, selama 8 jam 52 menit orang mengabiskan waktunya dengan internet.

Pandemi yang tak kunjung selesai juga merupakan faktor terbesar dalam tingginya persentase penggunaan internet, sehinga dampak Internet of thing sangat terasa sekali. Bagaimana tidak? Semua hal beralih menjadi kegiatan online dan kegiatan offline menjadi terbatas. Penggunaan internet yang awalnya tidak terlalu banyak karena masih banyaknya interaksi dengan sekitar menjadi berbalik. Interaksi sosial dengan manusia menjadi sedikit dan penggunaan internet semakin meningkat.

Akibat adanya pandemic, Internet of things sudah merasuk dan menjadi sebuah rutinitas yang tidak bisa terelakan. Para pekerja menghabiskan waktunya di rumah dan menatap layar internet melalui platform video call untuk berinteraksi dengan pekerja lainnya. Para pendidik pun juga demikian dalam melakukan proses belajar mengajar dengan muridnya. Murid juga hanya menatap pengajarnya melalui internet selama proses pembelajaran. Dalam hal ini apakah keberadaan Internet of things sangat berperan?

Baca Juga  Mengeluh itu Hebat!
Pendidik adalah Manusia Mulia

Tergantung bagaimana cara kita melihat fenomena tersebut dan dari sudut pandang yang mana. Peran seorang pendidik sangat penting, yaitu sebagai pemberi pengetahuan dan contoh atau teladan. Tidak hanya menyampaikan ilmu saja, tapi mereka juga berperan sebagai penguat karakter yang membimbing dan mengarahkan pelajar ke hal-hal yang lebih baik. Dalam hal ini saya memakai istilah pendidik, karena saya ingin membicarakan tentang semua orang yang tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, melainkan juga mendidik dalam kebaikan.

Para pendidik memiliki posisi yang sangat mulia, sebagaimana hadist Rasulullah dalam Lubab al-Hadits oleh Imam Jalaluddin al-Suyuthi yang bersabda, “Barangsiapa memuliakan orang berilmu, maka sungguh ia telah memuliakan aku. Barangsiapa memulikan aku, maka sungguh ia telah memuliakan Allah. Barangsiapa memuliakan Allah, maka tempatnya di surga”. Lalu bagaimana kemuliaan ini dapat disaingkan dengan konsep Internet of things yang menjadikan internet segala-galanya?

Jika melihat dari sudut pandang pendidik sebagai pemberi ilmu pengetahuan, mungkin mereka dapat tergantikan dengan adanya peran internet. Melihat juga bagaimana kondisi sekarang yang mengharuskan kita untuk membatasi diri demi mencegah penyebaran covid. Ilmu pengetahuan juga tidak ada batasnya. Hal yang wajar jika kita ingin mencari tahu ilmu pengetahuan yang lebih luas melalui berbagai platform internet.

Penguatan Karakter

Mengingat juga bahwa setiap manusia itu tidak sempurna dalam hal kecerdasan dan pengetahuan. Maka, kita juga membutuhkan sebuah platform penunjang untuk mengetahui perbagai ilmu pengetahuan yang lebih luas lagi. Kita dapat memanfaatkan Online course atau Youtube yang masih menggunakan peran pendidik dalam menjelaskan materi. Kita juga dapat browsing dan membaca materi di internet yang tidak melibatkan pendidik secara langsung. Namun, semua itu tidak bisa menggantikan posisi pendidik dari sudut pandang seorang penguat karakter.

Baca Juga  Peran Mas Menteri, Guru Honorer, dan Tayangan TVRI

Bagaimana bisa menguatkan karakter dengan hanya mendengarkan materi, membaca, tanpa adanya teladan secara langsung? Hal inilah yang hilang dari konsep Internet of things. Manusia memiliki perasaan yang dapat digunakan untuk berinteraksi, serta karakter yang baik yang bisa dicontohkan dalam proses pengajaran. Semua konsep kecanggihan industri 4.0 termasuk Internet of things tidak bisa menggantikan perasaan dalam diri manusia. Mereka mungkin memiliki kecanggihan dalam melayani manusia, tapi untuk mencontohkan kebaikan dan menguatkan karakter, mereka tidak bisa.

Hal inilah yang paling spesial dari sebuah penciptaan manusia. Dikuatkan oleh firman Allah dalam QS: At-Tin ayat 4 yang bersabda, “Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya”. Sungguh sebuah perasaan dan karakter yang baik merupakan anugerah yang luar biasa. Anugerah yang diciptakan untuk saling menyebarkan manfaat.

****

Perasaan lembut dan karakter yang baik merupakan anugerah Tuhan yang sangat manusia butuhkan dalam proses pendidikan. Anugerah yang tidak dapat terganikan dengan teknologi apapun dan tidak ada teknologi apapun yang dapat mengalahkan anugerah dari Allah yang maha kuasa. Sebenarnya proses belajar mengajar melalui berbagai platform di internet tidak melibatkan perasaan yang dapat terasa secara langsung. Dalam proses ini hanya terjadi penyaluran ilmu pengetahuan, tapi tidak dengan keteladanan dan penguatan karakter.

Dengan adanya konsep Internet of things, belajar dan mencari ilmu pengetahuan bisa dilakukan dari mana saja dan melalui platform apa saja. Tapi penguatan karakter hanya bisa terwujud dari interaksi langsung antar pengajar dan pelajar. Kehidupan normal dulu merupakan sebuah anugerah yang harus kita syukuri, karena kita telah kehilangan itu sejak pandemi Covid. Namun, keadaan ini tidak boleh membatasi kita untuk tetap belajar dan produktif. Kesempurnaan hanya milik Tuhan dan merupakan suatu hal yang mustahil, tetapi dengan belajar kita bisa selangkah menuju kesempurnaan.

Baca Juga  Muhammadiyah Menjadi Uswah Hasanah

Editor : Wildan Assegaf

Bagikan
Comments
  • Jonatan

    Subhanallah

    Februari 14, 2022
Post a Comment