Sang Asuwoin
Sang Asuwoin tidak berkalang tanah
Jejak hidupnya mengukir berkah
Anak-anak tak berdosa memanggilnya ayah
Waktu menderu-deru melibas peristiwa
Keringatnya masih menyala-nyala
Melekat di lampu jiwa penghuni panti asuhan
Tekadnya melumat kertas kebodohan
Serbuknya dituang ke cawan asa
Diundangnya para kesatria
Datang lepaskan luka
Dalam satu waktu memintal mimpi
Sisanya berserah pada langit
Tetiba cahaya keluar dari dalam cawan mimpi
Melompat-lompat menuju dunia nyata
Sayangnya, pelangi kalah oleh respirasi
Berkatalah ia kepada Sang Asuwoin
“Aku ingin bersamamu selamanya”
“Tapi, bukankah kita fana?”
Sang Asuwoin berkata lirih
“Cukup, saat cahayaku meruah ke bilik-bilik hati”
“Cukup ketika di dalam dan diluar memendar cahaya”
Rumah Asuwoin, rumah keberanian
Di dalamnya srikandi dan kesatria berhimpun
Bersatu menyulam kain kehidupan
Rumah Asuwoin, rumah kebahagiaan
Sudut-sudutnya, memancarkan bayan
Teranglah seluruh alam raya
Rumah Asuwoin, griya kebijaksanaan
Setiap sisinya mengunyah ketekunan
Merebaklah aroma Edelweiss
Rumah Asuwoin, graha persaudaraan
Setiap jengkalnya memayungi sejarah
Saat hujan reda, peluklah bianglala
Rumah Asuwoin, wisma Sang pemberani
Mesti telah tiada, ia tetap berjaya
Jangan sekali-sekali kau bilang, “ia berputih tulang”
Ia selalu terpantul
Memeluk para sena
Menyematkan energi sejati
Melecut hati yang ciut
Menampar jiwa penakut
Jadilah engkau Sang Asuwoin
Note:
Asuwoin adalah bahasa Tetum yang artinya pemberani.
Puisi ini ditulis sebagai tribute untuk pendirinya, almarhum Ali Bin Don Duro. Semoga mendapat tempat yang terang di sisiNya.
Alfatihah. Salam sayang yang hangat untuk saudara-saudaraku di Asuwoin.
Founder Excellent in House Training, penyedia guru bahasa Inggris untuk karyawan kantor.
Instagram @ratu_masrana
