Musik dan Kehidupan Manusia

5 menit baca
Teks:
WhatsApp

Musik merupakan seni menyusun nada atau suara, mengombinasikan, dan menghubungkan untuk menghasilkan suara yang mempunyai kesatuan dan memiliki kesinambungan. Musik dapat juga disebut sebagai nada atau suara yang disusun demikian rupa sehingga mengandung irama, lagu, dan keharmonisan.

Dewasa ini, musik menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia.  Kita bisa mendengarkannya saat memasak, berolahraga, bekerja atau sedang bersantai. Komposisi musik yang mengandung makna baik dan benar akan membuat jiwa kita menjadi lebih damai dan menumbungkan ketenteraman jiwa.

Musik banyak memiliki manfaat dalam kehidupan seperti media komunikasi, hiburan, media mengekspresikan diri, media terapeutik pemersatu masyarakat, menguatkan konformitas terhadap norma sosial, media pendidikan dan dan lain sebagainya.

Mendengarkan musik memberi dampak pada mental menjadi lebih kuat, emosi yang tenang, hidup yang nyaman serta menjadikan hidup lebih santai. Musik bermanfaat bagi siapapun yang menikmatinya baik anak-anak, remaja, dewasa dan orang tua bahkan pada perkembangan janin dan bayi.

Dampak Musik pada Jiwa Manusia

Manusia yang memiliki jiwa sehat akan mampu mengaktualisasikan diri, menyesuaikan diri dengan masyarakat, berkontribusi dalam kegiatan sosial dan mampu hidup berdampingan dengan lingkungan sosial. Kondisi jiwa sehat akan mampu menghadapi permasalahan yang terjadi.

Dinamika jiwa manusia berbeda satu dengan yang lain berbeda sekalipun sedang dalam situasi atau kondisi yang sama. Ada jiwa tenang saat dalam situasi genting namun ada yang akan merasa gelisah, ada jiwa yang penuh keyakinan namun ada yang penuh keraguan, ada jiwa yang dekat dengan Tuhan namun ada juga yang jauh.

Musik dapat mendekatkan manusia dengan Tuhan salah satunya dengan mendengarkan musik yang mampu menggugah atau menyentuh qolbu manusia yang akan menuntun jiwa manusia menuju kedekatan dengan Tuhan.

Musik memiliki cara unik yakitu dengan cara menyesuaikan jenis musik dengan jenis jiwa manusia. Penyesuain tersebut akan mampu menyeru jiwa manusia secara lembut untuk merasakan merasakan kedamaian. Pengaruh musik pada manusia baik secara afektif, kognitif  dan perilaku manusia.

Mendengarkan musik dapat menjadi salah satu upaya regulasi diri yang efektif dan dapat mengurangi tekanan psikologis. Hal ini terjadi karena ketika mendengarkan musik yang tepat akan terjadi proses peningkatan dopamine. Dopamine adalah neurotransmiter yang dapat menimbulkan perasaan senang pada manusia.

Musik merupakan salah satu jalan menuju lubuk hati terdalam manusia yang kasat mata. Komposisi nada yang tepat dan harmonis akan mampu menyentuh titik spiritualitas dalam diri manusia menuju tingkatan yang lebih tinggi.

Musik yang dapat dinikmati bunyi dan suaranya akan mampu mengaktifkan imajinasi serta mampu menciptakan ilustrasi-ilustrasi dalam bentuk alam rohani. Ilustrasi tersebut berupa makna yang dapat mendorong manusia untuk mendekatkan diri dengan Tuhan sehingga akan menambah rasa kehadiran Tuhan dan menambah semangat untuk beribadah.

Musik sebagai Media Terapi

Al Farabi murupakan filsuf dan musikus muslim. Bagi al Farabi musik adalah bentuk ekspresi dari jiwa manusia yang kering. Musik tidak hanya mengedepankan instrumen atau nada saja, tetapi juga konten. Karena itulah, musik dengan alunan sendu sesuai dengan keadaan sedih sedangkan  alunan dan lirik lagu penuh spirit sesuai untuk perjuangan dan keyakinan.

Musik dapat menciptakan perasaan tenang dan nyaman. Musik, juga mampu mempengaruhi moral, mengendalikan emosi, mengembangkan spiritualitas, dan menyembuhkan penyakit seperti gangguan psikosomatik.

Tujuan tersebut dapat tercapai melalui terapi musik, seperti menyanyi, bermain musik, mendengarkan musik, menyaksikan video musik, menulis lagu atau aransemen musik, dan berdiskusi tentang musik.

Terapi musik efektif dalam mengatasi kecemasan dan depresi karena musik mempermudah komunikasi dalam penyembuhan penyintas kecemasan atau depresi berat dan memutuskan menarik diri. Terapi musik berguna pada orang dengan gangguan emosional, retradasi mental, aturis dan gangguan belajar. Musik juga dapat digunakan untuk terapi gangguan neutrologis, hal ini dikarenakan mendengarkan musik akan memicu reaksi otak manusia.

Terapi musik memiliki keunggulan memberikan peluang berpikir dan merasakan secara langsung perasaan sehingga dapat di eksplorasi, mengkondisikan ekspresi dan perasaan secara non verbal, memperoleh perumpamaan dan asosiasi yang tidak tersentuh dengan pemahaman verbal, keuntungan fisiologis secara langsung melalui kebebasan bereksplorasi dan mencoba berbagi solusi terhadap pikiran dan perasaan melalui caracara yang kreatif.

Manfaat Terapi musik
  • Relaksasi

Terapi musik akan memberikan manfaat rileks pada tubuh sehingga lebih bertenaga dan pikiran menjadi fresh kembali. Kondisi rileks akan memberikan kesempatan bagi tubuh melakukan reproduksi sel dan produksi hormone tubuh menjadi seimbang serta pikiran menjadi segar.

  • Pengendalian diri

Musik yang didengarkan seseorang dapat mengindikasikan kondisi kejiwaan orang tersebut. Individu yang sedang memiliki masalah perasaan biasanya akan mendengarkan musik yang sesuai dengan peraannya. Misal individu yang sedang merasakan patah hati memiliki kecenderungan untuk mendengarkan musik atau lagu yang menggambarkan perasaan patah hati yang hasilnya akan semakin memperburuk kondisi patah hati. Oleh karena itu jenis musik yang kita dengarkan memiliki dampak pada perasaan kita.

  • Kesehatan jiwa

Psikolog atau psikiater menggunakan terapi musik untuk mengatasi beragam gangguan psikologis. Terapi ini dapat membantu individu untuk mengembalikan kesehatan jiwa yang awalnya merasa tertekan menjadi lebih tenang dan bahagia.

  • Mengurangi rasa sakit

Saat merasa sakit manusia akan menjadi takut, frustasi dan marah sehingga mengakibatkan organ tubuh menjadi bekerja ekstra, namun dengan mendengarkan musik akan membantu tubuh relaks baik secara fisik ataupun psikologis. Hal tersebut terjadi karena dengan mendengarkan musik tubuh kita akan bereaksi seperti sistem syaraf yang bertanggung jawab mengontrol tekanan darah, perasaan dan emosi, denyut jantung dan fungsi otak.

Editor : Akbar Mawlana

Leave a Comment