f

Get in on this viral marvel and start spreading that buzz! Buzzy was made for all up and coming modern publishers & magazines!

Fb. In. Tw. Be.
janda

Ini Alasan Agar Tidak Mudah Menyebut Janda!

Saat kecil aku sering melihat sesuatu yang belum terjadi. Ngeri juga karena seringnya tentang kematian seseorang atau sebuah kecelakaan. Apa ini kekuatan supranatural. Entahlah. 

Seminggu sebelum tetanggaku meninggal aku sudah melihatnya terbungkus kafan. Kaget ketika papasan di jalan dan langsung refleks ketakutan. Dalam hati bertanya “lho dia kan sudah meninggal. Kok ada di sini jalan-jalan. Hantu kah?” Saat itu aku berpapasan di senja hari di depan makam.

Tidak tahunya yang aku lihat meninggal itu adalah mimpi. Tetanggaku baru meninggal seminggu kemudian. Aku tak bisa membedakan apa yang belum dan sudah terjadi. Tidak tau mana yang penglihatan mana yang sungguhan. 

Akupun sering menangis karena ketakutan. Makanya sewaktu kecil aku dibilang nakal. Tukang nangis. Mereka tak tahu apa yang aku lihat sih. 

Saat remaja aku aktif di kerohanian sekolah. Beruntung kemampuan itu kemudian hilang karena rukyah. Yah tapi firasatku masih bekerja. Tidak terlalu kuat jadi bisa aku tekan dengan istighfar. 

Asal tahu saja walau aku kadang tahu sesuatu akan terjadi bukan berarti bisa aku hindari. Nabi Ya’kub tahu akan terjadi hal buruk pada anaknya. Ia sengaja memerintahkan anaknya masuk kota dari pintu berbeda demi menghindari petaka. Toh Nabi Ya’kub tak bisa mencegah kehilangan Bunyamin dari sisinya. 

Kadang aku bertanya untuk apa aku tahu sesuatu jika itu tidak mengubah takdir. Hanya membuatku takut saja. 

Lalu apa hubungannya dengan janda? Begini ceritanya…

Terlepas dari ini penting tidak, tapi daripada mengganjal lebih baik aku sampaikan. Kalaupun kamu tidak percaya kekuatan supranatural maka percayai ini adalah tentang pola.  

Bukan suatu penglihatan supranatural tapi sebuah pola kejadian yang berulang. Pola adalah suatu hal yang sifatnya ilmiah. Ada tren yang dapat kita hitungstatistikanya. 

Sering aku melihat kejadian tidak menyenangkan. Seorang Ibu menggunjing janda. Saya memiliki feeling ngak bagus nih. Eh beneran nggak lama anak bujang nya yang pelayaran menikahi janda beranak tiga. 

Baca Juga  Dewi Herinawati, Single Mom yang Luar Biasa

Bujang gantengnya memilih mati daripada kehilangan perempuan yang menjadi cintanya. Kebayang kan seperti apa reaksinya ibunya. Si Ibu jatuh sakit tapi si bujang ternyata hidup bahagia dengan janda dan tiga balitanya. 

Lebih shock lagi, putra kedua si ibu tadi juga menikahi janda. Kira-kira bagaimana perasaan ibu tersebut melihat kedua anak bujang menikahi janda. Hanya punya anak lelaki dua, semuanya memilih janda. 

Lain waktu saya melihat seorang abdi negara melecehkan janda yang mendaftarkan anaknya sekolah. Setelah melihat KK dan syarat lain ia bilang ke temennya “Jangan saya. Saya muda-muda gini dah nikah lho. Ini kan janda” Sambil dia terkekeh-kekeh.” Sama yang lain saja deh” ucapan itu terdengar ke seluruh penjuru ruangan. 

Ada verba yang menurut aku tidak bijak diucapkan. Ibu itu mendaftarkan anaknya sekolah bukan dia lagi cari jodoh, pak. 

Firasatku gak bagus. Badanku bergetar. Saya tak bisa membela ibu tersebut tapi saya yakin ada yang akan terjadi. Benar juga. Tak lama saya mendengar pria muda itu meninggal dunia. Innalilahi. Usianya belum 25 tahun. Ia meninggalkan istrinya menjadi janda. Apa ini kebetulan? Walahu’alam.

***

Kejadian lain ada seorang ibu kaya dan harmonis rumah tangganya. Ia iseng menasihati tetanggaku di depan umum. ” Eh Bu, suaminya maghrib gini mau ke mana tuh? Dengar-dengar punya Wil ya?” Si ibu cantik dan kaya ini menasihati agar hati-hati merawat diri. Kalau tidak bisa menjaga diri bisa jadi janda deh. Ia tertawa-tawa tapi kesannya sinis. 

Lagi-lagi firasat saya bereaksi. Kalau niat baik ya menasihati jangan di jalan, banyak orang. Batinku protes. Saya mendengar pembicaraan itu ketika sama-sama beli jamu gendong. Sebulan setelah kejadian itu tanpa angin tanpa hujan si Ibu kaya itu jadi janda.

Baca Juga  Mendidik dengan Teladan

Konon ia memergoki suaminya selingkuh dan suaminya memilih gadis muda. Ia diceraikan dan hidup kekurangan di rumah kontrakan. Semua kebanggaan dan harta yang dimilikinya berpindah tangan. 

Warga gempar karena kejadian itu sangat tiba-tiba. Lagipula keluarga itu selama ini terkenal sangat harmonis. Uniknya si ibu yang ia nasihati itu justru dipertahankan suaminya. Dilimpahi uang dan suaminya mengakui khilafnya.

Masih banyak kisah lain yang saya dengar langsung atau dari orang bijak yang aku kenal. Cerita yang tak sengaja saya dengar saat home visit siswa dan kala bakti sosial menolong janda-janda miskin yang terpinggirkan.

***

Janda sering menerima kekerasan verbal. Mendapat stigma tidak baik oleh lelaki dan perempuan. Dimusuhi sesama perempuan. Dianggap ancaman. Sudah itu dilecehkan pula oleh kaum pria. 

Ada orang yang menjadi janda karena suaminya meninggal dunia. Kemudian, ada perempuan yang menjanda setelah sering menerima kekerasan fisik dari pasangannya. Memang ada juga sih yang menjanda karena karakternya tidak baik. 

Untuk lebih validnya ya harus disurvai tentang alasan apa seorang perempuan menjanda. Lihat kecenderungannya bagiamana. Apakah janda adalah korban dari patrtiarkhi lelaki yang mengakar ataukah memang janda adalah trouble maker tatanan sosial. 

Apapun alasan seorang menjadi janda, dalam agamaku diajarkan memuliakan orang lain. Terlebih seorang muslim harta dan kehormatannya harus dijaga. Menggunjingnya ibarat memakan daging bangkai saudara sendiri. Jika ada janda yang tidak baik di lingkungan anda bukan berarti semua janda perilakunya tidak baik. 

Rasulallah Saw yang mulia dan muda belia memperistri Bunda Khadijah Ra yang sebelumnya pernah menikah dua kali. Jika janda itu spesies rendahan mustahil Allah menakdirkan ummahatul mukminin dari kalangan janda. 

Baca Juga  Janda dan Keberanian Melawan Stigmanya

Ini harusnya jadi pegangan perempuan muslimah menjaga perilakunya tetap mulia. Karena apapun statusnya Allah memuliakan mereka. Jangan sampai berperilaku tidak baik.

Untuk perempuan baik yang sedang mendapat ujian dalam kesendirian. Bisa jadi itu proses menuju takdir baik. Sebaliknya orang yang merasa dirinya kuat dan terhormat lalu menghinakan sesamanya. Tidakkah takut sebentar lagi menuju takdir yang tidak sesuai harapannya. Itu bisa jadi siapa saja.

***

Janda adalah sebuah status sosial yang tidak diharapkan terjadi pada siapapun. Dalam strata sosial, janda berada pada hierarki bawah. Kebanyakan lemah ekonominya, tak punya kepala keluarga yang melindungi. Tak heran banyak orang yang merasa dirinya kuat menyerang spesies manusia yang disebut janda. 

Hati-hatilah dengan janda. Hati-hatilah agar tidak terkena fitnahnya. Meremehkan orang yang lemah itu mudah.  Tapi jangan lupa orang yang lemah dan terzalimi itu punya Robb yang sangat kuat. Bisa jadi kita kena bala karena lisan tidak kita jaga. 

Sudah sering saya melihat seorang bapak melecehkan janda, dengan entengnya menjadikan bahan obrolan dengan kosakata merendahkan.  Eh tidak lama anak perempuannya jadi janda pula. Generasi ketiga dari keturunannya jadi janda juga. Apa tidak kasian keluarga yang tak tahu apa-apa kena bala dari mulut ayah yang tidak bijaksana.

Intinya lisan kita memang harus dijaga. Untuk semua hal tidak baik kita tak perlu menjadi salah satu yang membahasnya. Kecuali dalam rangka amar ma’ruf bagi munhkar silakan saja.

Aku melihat sesuatu yang tak banyak orang lain bisa lihat. Hati-hatilah dengan janda!

Bagikan
Post a Comment